Dalam dunia fiksi, ada aturan tidak tertulis yang menyatakan ; "Haram hukumnya bagi pembaca mendikte alur"
Itu batasan tegas antara "menikmati karya" atau "menjajah kreativitas".
Pembaca itu ibarat tamu dalam kepala penulis. Tugas tamu ya duduk manis dan menikmati hidangan cerita yang disajikan, mau ikut nangis, ketawa, atau maki-maki karakternya karena gemas ya silakan—itu namanya apresiasi. Tapi kalau sudah mulai ngatur-ngatur dapurnya, minta resepnya diganti, itu namanya tamu gak tau aturan. ◡̈
Lagian, serunya membaca fiksi itu kan justru ada di sensasi surprise-nya. Kalau semua alur harus ketebak dan dituruti sesuai kemauan pembaca, ceritanya bakal jadi hambar, klise, dan gak ada tantangannya lagi.