Mom_Zii

_KITA MUNGKIN BISA MENIRU KARYANYA, TAPI TIDAK DENGAN HOKINYA_
          	
          	​Misal, ada yang bikin karya dengan satu tema unik, terus meledak dan rame pembaca. Nah, si latah ini jadi punya ide buat bikin karya dengan tema yang sama. Bahkan ada beberapa potongan adegan yang sama persis dengan dalih "terinspirasi".
          	
          	​Apakah bisa??? Ya bisa aja!
          	
          	Bisa banget karya itu ditiru dengan beberapa modifikasi. Tapi, apa yakin pembaca kita akan sebanyak dia? Apa kita bisa meniru hokinya dia yang sekali update langsung dapet ratusan ribu viewers?
          	
          	​Enggak, Sayang...! (*ˊᗜˋ*)
          	Karya bisa ditiru, tapi tidak dengan hokinya.

Mom_Zii

@kal5lovers  ᨶ႒ᩚᨶ႒ᩚᨶ႒ᩚ
Reply

kal5lovers

@ Mom_Zii  setuju 
Reply

Mom_Zii

_KITA MUNGKIN BISA MENIRU KARYANYA, TAPI TIDAK DENGAN HOKINYA_
          
          ​Misal, ada yang bikin karya dengan satu tema unik, terus meledak dan rame pembaca. Nah, si latah ini jadi punya ide buat bikin karya dengan tema yang sama. Bahkan ada beberapa potongan adegan yang sama persis dengan dalih "terinspirasi".
          
          ​Apakah bisa??? Ya bisa aja!
          
          Bisa banget karya itu ditiru dengan beberapa modifikasi. Tapi, apa yakin pembaca kita akan sebanyak dia? Apa kita bisa meniru hokinya dia yang sekali update langsung dapet ratusan ribu viewers?
          
          ​Enggak, Sayang...! (*ˊᗜˋ*)
          Karya bisa ditiru, tapi tidak dengan hokinya.

Mom_Zii

@kal5lovers  ᨶ႒ᩚᨶ႒ᩚᨶ႒ᩚ
Reply

kal5lovers

@ Mom_Zii  setuju 
Reply

Mom_Zii

Dalam dunia fiksi, ada aturan tidak tertulis yang menyatakan ; "Haram hukumnya bagi pembaca mendikte alur"
          
          Itu batasan tegas antara "menikmati karya" atau "menjajah kreativitas".
          
          Pembaca itu ibarat tamu dalam kepala penulis. Tugas tamu ya duduk manis dan menikmati hidangan cerita yang disajikan, mau ikut nangis, ketawa, atau maki-maki karakternya karena gemas ya silakan—itu namanya apresiasi. Tapi kalau sudah mulai ngatur-ngatur dapurnya, minta resepnya diganti, itu namanya tamu gak tau aturan. ◡̈
          
          ​Lagian, serunya membaca fiksi itu kan justru ada di sensasi surprise-nya. Kalau semua alur harus ketebak dan dituruti sesuai kemauan pembaca, ceritanya bakal jadi hambar, klise, dan gak ada tantangannya lagi.

Mom_Zii

Pernah nggak kalian ngelakuin sesuatu untuk orang lain dengan alasan "karena dia baik"?
          
          Pasti pernah! 
          
          Nah, hal itu membuktikan bahwa kita nggak perlu pusing dengan sikap orang lain yang nggak baik, yang penting kita baik aja ke orang. 
          
          Kalau kita baik, dengan sendirinya hal baik itu akan mendatangi kita meski bukan dari orang yang sama.
          
          Memang, pada kenyataannya, terkadang kita tetap bertemu orang yang tidak baik meski kita sudah berusaha sebaik mungkin. Pokoknya tetaplah jadi orang baik. 
          
          Kita tidak bisa mengontrol sikap orang lain, tapi kita punya kuasa penuh atas kebaikan kita sendiri.

Mom_Zii

Aku sedang berusaha menikmati masa-masa terberat dalam hidup. Do'a kan saja untuk semua kebaikan (entah suatu hari aku akan kembali aktif di dunia menulis, atau benar-benar akan berhenti selamanya) 
          
          Apa pun itu, aku harap kita semua  bahagia dan bersemangat. Karena sungguh, masih sangat banyak "alhamdulillah" yang layak disebut dalam tiap embusan napas alih-alih meratapi takdir yang tak mungkin bisa dicegah.
          
          ╰┈➤Mz

Mom_Zii

Sifat/emosi/karakter buruk seseorang tidak berubah dalam kurun waktu 5 tahun. Dengan kata lain, "Kita Menua Tapi Tidak Mendewasa"
          
          Jadi, sekecil apapun perubahan positif dalam diri kita, sangat layak untuk diapresiasi. Itu artinya bukan hanya umur yang bertambah tapi juga kedewasaan kita. ᨶ႒ᩚ