MonicaMey_tabitha

Fausta_vova

1Halo selamat malam kak 
          Salam hormat,
          
          Maaf jika pesanku ini mengotori Wall kakak.
          Jika tidak berkenan hapus saja 
          
          
          Ijin memperkenalkan karyaku yang berjudul "Hellseer - Enver Eraly". Dengan genre dark fantasi, magic, horor, supernatural, psikologica
          
          Di sini author ingin memperkenalkan tentang dunia manusia saat ini mulai dari kesalahan dan dosa.
          
          Sinopsis cerita sebagai berikut ;
          
          Jika ia menatapmu, dosamu akan mulai terbakar.
          Enver bukan penyelamat. Ia adalah seorang Hellseer-penyuci jiwa, ditolak oleh surga dan ditakuti neraka.
          
          Namun saat dunia mulai retak, satu pertanyaan tetap menggantung:
          Siapa yang akan menyucikan sang penyuci?
          
          Ia tidak menghukum. Ia menyucikan.
          
          Enver adalah Hellseer-pengelana jiwa yang melihat dosa dalam wujud aslinya di ranah astral.
          Di dunia di mana suara rasa bersalah berbisik melalui dinding, dan bayangan menjerit tanpa suara, Enver melangkah dalam diam.
          
          Setiap jiwa yang ia sucikan, ia menyerap sepotong dari kebusukan itu, membawanya di dalam dirinya sendiri. Namun ia tidak menghakimi. Ia tidak mengampuni. Ia hanya melihat... dan menyucikan.
          
          Tapi dunia mulai retak. Batas antara dimensi semakin menipis.
          Satu per satu, jiwa-jiwa yang pernah ia bebaskan menghilang-direnggut oleh kekuatan tak kasatmata.
          Dan kini, bisikan itu tak lagi berbicara tentang orang lain... mereka memanggil namanya.
          
          Dalam pertempuran antara dosa yang tak terlihat dan para dewa yang terlupakan, akankah sang penyuci tetap murni?
          Atau justru menjadi hal yang seharusnya ia musnahkan?
          
          Sebuah fantasi spiritual kelam penuh misteri, simbolisme, makhluk astral, dan pertarungan batin yang emosional.
          
          Dan link di bawah ini;
          
          https://www.wattpad.com/story/399164526
          
          
          Untuk soundtrack sudah disiapkan, jika ingin mendengarkannya silahkan klik link di bawah.
          
          https://youtu.be/fcf-OJ7AkXo?si=Irv41PyaVk6nk4nK
          
          
          https://youtu.be/B52AIjoUjik?si=VsyK4RGH9pJfAQ5x
          
          
          
          Hem..iya aku terbuka banget untuk yang feedback.
          
          Sukses selalu yah.
          
          Sekali lagi maaf dan terima kasih 

Lu_readmind

Permisi mau Promosi, boleh ya… 	
          ----	
          Kami terbangun karena suara alarm yang terus menerus.
          Aku diam sejenak memperhatikan Davi yang terburu-buru. Aku menyelimuti tubuhku sambil bersandar di kasur. Aku menunggunya mengatakan sesuatu tapi dia seperti tidak mempedulikan keberadaanku "Davi," panggilku akhirnya.  
          Dia menoleh lalu berjalan ke sebelahku untuk mengambil jam tangan dan handphone di nakas. Dia menarik nafas berat ketika mata kami bertemu pandang, caranya melihatku seperti orang putus asa. Aku masih menunggu reaksinya. "Jullie kita nggak pakai pengaman." 
          "Iya.." 
          Dia menelan ludah, menunduk sejenak, matanya memperlihatkan kegelisahan. "Jull. Maafin aku..." 
          Tiba-tiba aku bisa membaca kemana arah pembicaraan kami. Semua yang dimulai dari maaf berakhir mengecewakan!
          "Ini salah banget! Aku harap kamu bisa ngelupain malam ini." Dia menatapku sungguh-sungguh.
          Aku tidak bereaksi.
          "Aku ingin kita sepakat bahwa tidak terjadi apapun di antara kita. Kita cuma menghabiskan malam bersama. Tidak ada rasa di antara kita, benar?" 
          Aku menggigit bibir bawahku, menahan amarah dan air mata yang ingin kutumpahkan detik itu juga. Rasanya ingin berteriak untuk menjawab pertanyaannya tapi dia tidak butuh responku, dia menganggukan kepala singkat lalu berpamitan pergi.  
          Tidak ada rasa diantara kita? Tidak ada? 
          Aku tertawa dingin, tawa itu diiringi oleh air mataku. Bisa-bisanya dia memutuskan sendiri bahwa aku tidak memiliki perasaan apa-apa padanya tanpa bertanya dulu. 
          Lalu bagaimana dengan aku, bagaimana dengan tubuh telanjangku yang ditinggalkan tanpa penghargaan, tanpa maaf, tanpa perbincangan? Aku tidak ada bedanya dengan kondom di tong sampah, habis dipakai dibuang. 
          ————————
          MAAF YA KALO PROMOSINYA KEPANJANGAN PIS ✌️
          https://www.wattpad.com/story/311846801-single-father-number-225

Ratuperi10

anyxlxr