Can every writer literally stop using AI? Gua udah nemuin banyak banget author shipper ENHYPEN yang menulis menggunakan AI. No offense tapi hargai writer lain yang menulis karyanya secara murni dong. It's not about desire but justice for every writer. Be wise, kalau masih mau pakai AI dalam menulis mending jangan terjun ke dunia penulis dulu sebelum bisa berkarya secara murni. Nulis itu nggak mudah dan gua menghargai seluruh karya seseorang yang murni tanpa campur tangan siapapun, meskipun kurang, masih belum begitu tepat secara penulisan, tapi masih gua hargai karena dia berusaha sendiri. Jadi buat lu yang ngerasa pakai AI untuk menulis, please change your mindset.