Hi, Rubies. Aku mau cerita.
Kalian suka cerita yang ada smut-nya nggak, sih? Apalagi Taruhan Si Elang, cerita itu memang harus ada adegan 18+ karena sifat Ruby yang hyper-sexual.
Aku minta pendapat temenku, dia bilang ceritanya bagus-bagus aja. Akan tetapi, aku disapa sama temenku yang lain (nggak begitu kenal, hanya sekadar follow-follow-an ig) dan dia nyambar aku dengan pertanyaan, "Kamu suka nulis, ya?"
Dengan pede aku jawab iya. Terus dia lanjut, "Ceritanya smut gitu, ya? Kata (temen aku yang aku minta pendapatnya) banyak smut-nya. Dia nggak suka. Aku juga nggak begitu suka, sih."
Aku jadi kepikiran. Apa banyak pembacaku yang sebenernta nggak suka smut? Kalau nggak suka, aku bisa improvisasi.
Sehabis series Elang selesai, aku mau rilis novel standalone dan genrenya crimefiction. Aku mau usahain nggak ada smut sama sekali.
But in the other side, I feel... Ah. Aku spesialis smut, aku punya terlalu banyak pengetahuan tentang ini.
Okay segitu dulu Rubies. Happy Friday