MuzusawaEri649

Terlalu terlena dengan rasa bahagia hingga lupa pernah mempunyai rasa sengsara yang serupa dengannya 

MuzusawaEri649

Hembusan angin malam seolah menikamku dalam kedinginan.
          Menghanyutkan ku dalam rasa kesepian.
          Merindukan hangatnya pelukan seseorang yang sedang tak berada di sisi, namun selalu menghangatkan hati.
          Terbuai oleh lamunan, memikirkan kehidupan di masa yang akan datang.
          Seakan terombang-ambing oleh arus kehidupan yang terkadang menyakitkan.
          Merasakan sebuah kerinduan yang amat mendalam. Menginginkan kembali rasa kehangatan dari seseorang. Terlalu banyak berimajinasi tentang keindahan dalam kehidupan yang nyatanya hanya sebuah eskpetasi yang jauh berbeda dengan realisasi. -mln
          

MuzusawaEri649

angin malam menerpa tubuhku yang diselimuti oleh kedinginan, menatap penuh pada bintang-bintang yang berjejeran menghiasi gelapnya langit malam. 
          Ingin rasanya meraih salah satu dari bintang tersebut untuk menghiasi hidupku yang penuh kejenuhan. Namun apalah daya, semuanya hanya ada di dalam imajinasi yang penuh dengan harapan tanpa adanya usaha untuk membuat mimpi menjadi kenyataan, perasaan bahagia dan sedih datang secara bersamaan, hanya bisa berandai-andai dalam keinginan yang berlebihan, selalu berharap ada perubahan di dalam diri yang dipenuhi rasa kemalasan.
          Hanya bisa meratapi diri yang selalu berharap pada ekspetasi yang hanyalah sebuah mimpi terlalu tinggi. Segala fikiran dan kegundahan hanya bisa ku ungkapkan dengan kata-kata tanpa makna.
            rasanya ingin saja menjadi sebuah bintang yang dapat bersinar terang menghiasi langit malam yang ditatap penuh kagum oleh seluruh makhluk tuhan. 

MuzusawaEri649

waktu terus berjalan tanpa ada jeda di dalam kehidupan, terus bangkit dan berusaha walaupun nyatanya kehidupan di dunia tak seindah ekspetasi kita, berbagai rintangan kehidupan tanpa henti terus datang tanpa di undang, tersirat rasa lelah menyebar dalam diri ini.
          Menanti akan adanya sedikit cahaya datang menerangi jiwa yang tak berdaya, mengharapkan kebahagiaan di dalam dunia kesengsaraan yang  kian menyelimuti hati dan jiwa, Berharap sebuah kehangatan di dalam kehidupan yang kelam, selalu berharap waktu untuk cepat berlalu agar tak ada lagi benalu yang datang menghadiahkan rasa sakit yang mendalam.
          Dengan pasrah dan hati yang lelah menjalani kehidupan yang pahit tanpa berharap mendapat rasa simpati dari orang lain, terlalu banyak membuang-buang air mata yang berharga hanya karena rasa kesepian dan kerinduan yang selalu menghantui jiwa dan raga.
          Terlalu berharap ada seseorang yang datang membawa kehangatan yang tulus tanpa ada rasa keterpaksaan, terlalu berekspresi berlebihan pada impian yang nyatanya hanya sebuah imajinasi yang berlebihan.