Sampai sekarang aku masih terus mikir—kadang nyalahin diri sendiri juga. Like, how did I even end up saying yes to something yang seharusnya cuma boleh dilakukan sama orang yang udah nikah? Yang sah. Yang halal. That’s the point, right?
Dan yang bikin aku tambah muak, dia tahu aku pakai kerudung. Dia tahu aku kuliah di UIN, kampus yang—even if kamu ngambil jurusan umum—tetep dikasih bekal matkul agama. Kita sama-sama Muslim. We both know it’s haram. Bukan cuma sekadar “nggak boleh”—tapi haram, ngerti nggak sih? Haram yang nggak ada ruang buat ditoleransi. Bajingan.
Aku belum pernah sebenci ini sama seseorang. Literally never. And now, I freaking hate the month of May too. Karena di bulan ini, aku ngalamin salah satu pengalaman paling pahit sepanjang hidupku. Diajakin ngewe cuma karena ada orang yang so desperate pengen gituan. Disgusting. Seriously, najis banget.
Dan terakhir, aku cuma mau bilang—please, stay safe. Jangan gampang percaya sama orang. Don’t give your 100% to someone just because they seem kind or familiar. Karena kenyataannya, kita nggak pernah benar-benar tahu siapa yang bakal ninggalin luka paling dalam. Kadang, yang paling kelihatan “baik” justru yang paling bikin hancur.
So yeah—lesson learned, the hard way.
Don’t ever let your guard down just because someone seems kind. Don’t romanticize attention. And never, ever assume that just because you share the same faith, values, or background, they’d respect your boundaries.
Some people don’t deserve your softness.
Some people are just monsters dressed in warmth.
And sometimes, it’s not about how careful you are—
It’s about how far someone’s willing to go to cross the line you never gave them permission to touch.