menangkap seribu kata cinta,
dibuai indah laksana rembulan,
angan yang menghuni fikiran,
kini terzahir indah di mata,
silih berganti hangatnya masih terasa,
namun perlahan-lahan direntap,
kalimat kasih yang bermain di bibir,
ibarat menusuk dan membelah jiwa,
desakan jiwa yang kian bergelora,
menambah jarak sehingga jiwa terpisah,
rindu serta resah bagai peneman malam...
persoalannya... sampai bila langit menjadi tempat meluah rasa?
mungkinkah ada kesempatan kepada kita? atau sekadar harapan yang mulai meranap jiwa?
persembahkan,
Maaf, Sayang...
✧ Qays Elhan
✧ Kasih Andara