godhezz

haii, izin promote yaa. maaf kalau ngotorin wall kamu. feel free to delete if this page bothers you. 
          ────
          Gimana jadinya kalau mahasiswi psikologi yang paham betul cara ngendaliin psikologis orang lain masuk ke tubuh karakter novel yang takdirnya mati di tangan Male Lead?
          
          Pasrah menunggu kematian? Tentu tidak. Beruntung, ia masuk ke dalam cerita tepat saat Male Lead sedang hancur dan mengalami regresi mental. Dihadapkan pada Male Lead yang begitu polos dan naif, instingnya justru terpancing. la tidak bisa menahan diri untuk menanamkan doktrin serta pelajaran tabu yang melampaui batas, mengikat pemuda itu dalam ketergantungan ekstrem kepadanya.
          
          Niatnya bukan sekadar bertahan hidup, melainkan menundukkan calon eksekutornya agar bertekuk lutut dan memohon afeksinya.
          
          Buat kamu yang suka genre dark romance, psychological, dan dinamika FL yang calculative, yuk mampir ke ceritaku!
          ———
          https://www.wattpad.com/story/406992276?utm_source=android&utm_medium=link&utm_content=story_info&wp_page=story_details_button&wp_uname=godhezz

Alowwimkhaii

haiii, izin promosii yaa kak
          
          https://www.wattpad.com/story/402164119?utm_source=android&utm_medium=link&utm_content=story_info&wp_page=story_details_button&wp_uname=Alowwimkhaii
          
          Perempuan adalah aset yang nilainya merosot setelah transaksi pembelian atas dirinya. Transaksi ini di sebut Pernikahan.
          
          Seorang gadis bernama Bulan Semesta menyaksikan bagaimana ibu dan kakaknya menjadi bukti nyata dari prinsip itu. 
          
          Bulan Semesta lelah menyaksikan para perempuan di sekitarnya menjadi properti. Hingga akhirnya ia memilih menjadi mahasiswa Hukum sebagai senjata yang ia yakini benar. Sebab, seringkali ia mendengar bahwa hukum memiliki tameng bernama perlindungan atas anak dan perempuan. Ia bertekad membatalkan kontrak kepemilikan yang ditandatangani oleh nenek moyangnya secara turun-temurun. Tentang bagaimana perempuan harus menghamba di bawah telapak kaki laki-laki. Tentang pernikahan yang menjadi perbudakan domestik berbungkus harga bernama mahar sebagai alat tukar.
          
          Langkah yang Bulan pilih tidak sepenuhnya sempurna seperti yang diberitakan. Di atas hukum yang adil, masih ada hukum tebang pilih yang dipelopori manusia. Di perkuliahan Bulan menemukan seorang Profesor bejat yang dilindungi institusi kampus atas kejahatan yang ia lakukan.  Hal ini menjadi representasi impunitas kekuasaan yang ia benci. 
          
          Bulan semakin menggila atas keadilan terhadap perempuan yang ia yakini layak mereka dapatkan. Tuntutan Bulan sederhana: Ia ingin mengklaim hak mutlak atas dirinya sendiri.
          Bisakah satu perempuan menang melawan seluruh sistem yang menganggapnya aset?