Setelah kematian ibunya yang penuh misteri, Alya pindah bersama ayahnya ke sebuah rumah tua di kota bernama De Ravenhoek-rumah keluarga Van der Meer. Rumah itu bukan sekadar bangunan peninggalan masa lalu, melainkan tempat yang seolah hidup, menyimpan bisikan, kenangan, dan rahasia yang belum terungkap.
Di rumah itulah Alya mulai mendengar namanya dipanggil. Bukan oleh suara manusia, melainkan oleh sesuatu yang lebih dalam-seakan rumah itu mengenalinya sejak lama. Penemuan benda-benda peninggalan ibunya perlahan mengungkap bahwa sang ibu memiliki keterikatan kuat dengan rumah Van der Meer, keterikatan yang sengaja disembunyikan demi melindungi Alya.
Di tengah kebingungan dan duka, Alya bertemu Raka, seorang pemuda pendiam yang memahami keanehan rumah itu lebih dari siapa pun. Kehadirannya memberi Alya rasa aman yang tidak ia sadari sedang ia cari. Hubungan mereka tumbuh perlahan-tanpa paksaan, tanpa janji-dari percakapan sederhana, tatapan yang tertahan, hingga kedekatan emosional yang terasa lebih dalam dari kata-kata.
Seiring waktu, Alya menyadari bahwa misteri kematian ibunya, bisikan yang memanggil namanya, dan perasaannya terhadap Raka saling terhubung. Rumah Van der Meer bukan hanya menyimpan masa lalu, tetapi juga menunggu seseorang yang siap mendengarkan-dan memilih apakah ia akan pergi, atau tinggal untuk menyelesaikan cerita yang belum selesai.
Hij Fluistert Mijn Naam adalah kisah tentang kehilangan, warisan yang tak terucap, dan cinta yang tumbuh dalam keheningan-tentang bagaimana sebuah nama bisa menjadi panggilan pulang.
https://www.wattpad.com/story/406836222