dolppaengi

Hai^^ numpang promote story yaa, bisa dibaca blurbnya dulu kalo suka silahkan mampir 
          Jangan lupa buat vote+komen biar makin semangat up
          Kalo mau feedback juga boleh^^ 
          Thankyouu^^
          
          [EXTRAORDINARY YOU] on going
          Blurb:
          Airenia Cendikiana Naif, gadis cantik berstatus Mahasiswa Bahasa Korea di Universitas A -salah satu universitas negeri terkenal didaerah Bandung yang melabeli diri sendiri sebagai mahasiswa kupu-kupu, jatuh cinta pada lelaki kaku nan dingin yang menolongnya saat dikerjai oleh salah seorang senior yang menjadi panitia ospek mahasiswa baru dua tahun yang lalu.
          
          Askara Jeffrey Regantara Prabata namanya. Salah satu dari jajaran mahasiswa berprestasi yang namanya sudah tidak asing selalu masuk headline berita kampus. Tampan, pintar, kaya, dan aktif sebagai anak organisasi membuat pria yang akrab disapa Jeffrey itu begitu dicintai seluruh civitas kampus.
          
          Namun, bagaimana jika seorang Jeffrey yang notabenenya adalah ketua senat kampus berkepribadian kaku dan irit bicara itu dihadapkan pada Airen, sosok gadis cantik nan periang yang pantang mundur meskipun telah ditolak ratusan kali oleh Jeffrey?
          
          "Selama alam masih berpihak sama orang-orang super biasa macam kita, haram hukumnya mundur alon-alon asal klakon. Salam pejuang dari Airenia yang siap lahir batin melahirkan keturunan pipi bolongnya Jepri!"
          
          -Kata Airen setelah ditolak untuk yang ke tiga ratus lima puluh dua kalinya oleh Jeffrey.
          
          
          https://my.w.tt/I9J3qA8Zv9

Syaninna

NCTzen yuk cek ceritaku ^^
          
          https://my.w.tt/VABb67XGB7
          
          NCT as The Doctors
          
          
          Pernahkah kalian memperhatikan seorang dokter lengkap dengan jas putihnya, stethoscope, serta keramahan dan dedikasinya terhadap pasien?
          
          Keren bukan?
          
          Ini kisah tentang Jung Shian dan "Para Dokter".
          
          Percayalah dokter bukan melulu tentang jarum suntik, rumah sakit atau menit-menit operasi yang mendebarkan.