its_auuu

BACA YUK  AUTHOR NGADAIN GIVE AWAY SETIAP 100 VOTE DI SETIAP BAB! SYARAT :
          1. FOLLOW AKUN @astrocat_ (Wattpad) dan @owleea (Instagram)
          2. KOMEN DI SETIAP BAB
          
          GIVE AWAY BERLAKU HINGGA 31 JANUARI 2022! Semangat!
          
          Seorang anak cewek periang yang ditemani kesendirian ini selalu tampak bersinar bahkan di gelapnya malam sekalipun.
          
          Dia penyuka hujan. Bahkan senyumnya akan jauh lebih lebar dari biasanya ketika mendengar suara gemuruh dari kejauhan. Langit yang perlahan dipenuhi gumpalan abu-abu itu, adalah kesenangan nya.
          
          Tetapi sayangnya, setelah mengenal 'dia', tak hanya dirinya tetapi juga kehidupannya berubah menjadi kelabu.
          
          'dia' telah mempengaruhi sebagian besar kehidupannya.
          
          https://www.wattpad.com/story/297084336?utm_source=android&utm_medium=link&utm_content=story_info&wp_page=story_details_button&wp_uname=astrocat_&wp_originator=%2B5CWgyQyxexJUJzJgEJ5i4e1NGZ9KbmCtWwSZJVRsf3ko9R9tVmi4dIg4frHUcCSTGHPqpAek%2B7Mg1eg7NmcUdUsxciL7q8boJJzF%2F60%2BZNn%2FNXwvrannIvF5BNgYJKE

sebelumsenjadatang

Hallo, ini Biya. Khaliluna Anbiya. 
          Gadis lapuk di awal 30-an tahun yang masih enggan melepas masa lajangnya.
          
          Siapa peduli kalau orang-orang menyebutnya perawan tua? Mereka bahkan tak segan-segan menjadikan Biya sebagai pusat bisik-bisik dan perhatian.
          
          Tapi bagi Biya semua itu nggak penting. Toh gadis yang sudah menginjak umur kepala tiga itu selalu berprinsip "Selagi gue bahagia, persetan sama omongan orang."
          
          Begitulah sekiranya keyakinan teguh yang selalu Biya pegang. Lagipula nggak ada yang salah dari hidupnya. Lajang itu bukan AIB. Lajang jaman sekarang itu trendi. Right?
          
          Tapi kehidupan Biya yang terbilang aman dan bebas hambatan itu seketika jungkir balik saat Om Bagas memintanya mengisi posisi sekretaris menejer baru yang sekarang tengah kosong.
          
          "Aargh! JINGGA SIALAN!"
          
          .
          
          Askara Jingga. Bujang. 27 tahun. Songong, sombong, minus etika - dan anggap saja bisu. Tipikal bos-bos rese yang hobi menyiksa bawahan. Selalu sengit tiap kali menatap keberadaan Biya.
          
          Bagi lelaki blesteran Korea dan setengah surga itu, sosok Biya sudah seperti sumber dari segala macam masalah dan kesialan.
          
          "Kalau kamu manusia yang punya etika, kamu pasti tau namanya hukum timbal balik."
          
          Sial! Apalagi yang bisa Biya lakukan untuk mengembalikan hidupnya ke posisi semula - terbebas dari segala keruwetan ini? Kalau sepanjang hari dia harus berurusan dengan makhluk minus etika seperti Askara Jingga?
          
          Dibaca dulu gess..
          Pelan-pelan, tarik napas..
          Simpang di daftar bacaan..
          Tungguin notifikasi update..
          Siapa tau suka :)
          
          https://www.wattpad.com/story/234309515-ending-choice

yurriansan

Hallo, aku Yurrian San--Author Wattpad--.
          Salam kenal.
          
          
          Aku sudah membuat cerita Romance Komedi.  kamu mau membacanya?
          
          Ini kisah Mahaprana Sultan, remaja asal Banjarmasin yang bertemu dengan Yasmin, si gadis miskin yang mengharap berjodoh dengan cowok kaya raya.
          
          Siapa sangka, Yasmin yang dewasa dan galak, harus berurusan dengan Ran yang masih ke kanak-kanakkan dan sedikit mesum.
          
          
          
          
          Ran menunduk. Sebenarnya kasihan juga dia. Mungkin benar kata Mas Agung, hidup Ran penuh tekanan. Makanya jadi banyak halu.
          "Ya udah, deh, jangan diambil hati," bujukku padanya.
          "Gak, kok," jawab Ran. "Aku cuma kepikiran, apa bener keluargaku udah nggak ada yang peduli denganku."
          Ran mendesah. "Apa mereka gak anggap aku sebagai keluarga lagi?"
          "Mungkin enggak. Siapa tau mereka lagi cari kamu, tapi belum ketemu.
          "Oh!" Ran mengangguk. "Misalkan keluargaku, udah nggak anggap aku lagi, kamu mau nggak jadi keluargaku?"
          
          Aku tersenyum. "Pasti. Kita semua udah anggep kamu keluarga."
          "Bukan. Aku tuh, maunya membina keluarga bahagia bersama, gitu."
          Aku bingung dengan maksud Ran.
          "Maksudnya menciptakan generasi penerus yang tampan dan cantik."
          Aku menghela napas dengan kasar. Anak ini! aku membatin. Kucopot sandalku, lalu ku tampol dia. Kebiasaan, otak mesumnya itu nggak pernah dibuang.
          
          
          Klik saja
          
          https://my.w.tt/X5zdVgYWE1