OCiel menghela napas, mengelus dagu berpikir, “Kekacauan, ya? Kau punya ide, Sebastian?”
Bola mata Sebastian menyala terang, dia menyeringai. “Aku akan membakar Violet House agar Derrick Arden keluar dari persembunyian.”
OCiel ternganga, lalu mundur perlahan kembali ke posisi semula. Dia meremas kepala, sekujur tubuh gemetar hebat.
Seringai gila Sebastian lenyap seketika. Dia merasakan hal itu lagi. Perubahan kecil dalam jiwa sang Tuan. Dia mendekat, tangan kanan terulur berniat menggapainya. Akan tetapi, OCiel menepis kuat. Sorot mata penuh dengan kemarahan.
“Tidak ada pembakaran! Tidak lagi, Sebastian! Ini perintah!”
Sebastian terkejut, entah sejak kapan eyepatch di mata kiri OCiel telah lepas. Simbol pentagon bercahaya ungu menyala terang. Mau tak mau, meski sangat ingin tahu alasannya, Sebastian berlutut satu kaki di depan sang Tuan dan berkata, “Yes, My Lord.”
Hening, yang terdengar hanya suara tawa para siswa yang berlalu lalang di jalan seberang. Lalu, suara napas tersendat dari mulut OCiel.
Sebastian mendongak menatap OCiel intens. Seolah membedah isi hati dan otak sang pengontrak. Namun, lagi-lagi dia tak mengerti apa yang salah dari usulannya sehingga ditolak OCiel.
Dalam suara tenang, OCiel memberi perintah mutlak. “Meireda! Sebastian! Kau harus cari dan bawa Derrick Arden dari Violet House tanpa membakar asrama! Bawa Derrick Arden ke hadapanku!”
“Yes, My Lord.”
OCiel berpaling, pergi meninggalkan lorong remang tersebut. Dia kembali menjadi siswa yang sibuk belajar dan bergaul dengan teman-temannya. Dia mengepalkan tangan sepanjang perjalanan menuju kelas. Dia tidak pernah tahu trauma masih tersimpan di dalam jiwanya.
OCiel masih takut melihat kobaran api yang melahap bangunan. Itu mengingatkan dia pada kobaran api yang sama. Saat sehabis dia merobek perut saudara kembarnya demi mengambil cincin warisan.
***
Judul: Dancing In The Hell (Kuroshitsuji)
https://archiveofourown.org/works/68799171/chapters/225937571