NiishaKhasunny

“Apa yang membuatmu menampakkan diri di hadapanku, Malaikat Cinta dan Perdamaian ..., Chamuel?”
          	
          	Chamuel menelengkan kepala. Tak ada ekspresi di wajahnya. “Itu bukan sebuah jawaban yang aku minta. Itu pertanyaan, Gaia.”
          	
          	Dewi Gaia terkekeh. “Sungguh sikap seorang Malaikat. Sama saja. Pura-pura polos seolah kalian tidak punya dosa.”
          	
          	Hening sejenak, lalu Chamuel berbicara.
          	
          	“Aku hanya ingin membantu dunia ini demi cinta dan perdamaian. Tadinya ..., jika kedua belah pihak berperang, aku akan menciptakan ulang dunia yang baru. Di mana mereka semua hidup akur. Tapi ... ternyata ... ada kau di sini bersama ... dua manusia dan ....”
          	
          	Chamuel memetik senar paling bawah harpa. Secepat mata berkedip, Kim Nam Un yang pingsan sudah terbujur di rumput di depan Dewi Gaia. Tatapan tajam menusuk tertuju pada bocah laki-laki tersebut.
          	
          	“ ... kaki tangan Lucifer.”
          	
          	Dewi Gaia hanya diam. Dia sudah mengetahui itu.
          	
          	“Anak Kecil ini sudah terlalu dalam tersesat di dalam kegelapan. Dia ... sudah tak bisa diselamatkan.”
          	
          	Dewi Gaia bersenandung. “Hmm? Begitukah? Kupikir peran Malaikat hanya menjadi ... Pesuruh Tuhan? Bukan ... menghakimi Manusia?”
          	
          	Chamuel mendesah. “Itu memang tugas kami sebagai Pesuruh Tuhan. Tapi ... kami juga berperan meluruskan apa yang melenceng dari aturan. Lucifer adalah musuh kami, pun juga Manusia. Mereka tak seharusnya memujanya, mempersekutukan Tuhan.”
          	
          	***
          	Judul: Fake Skill Guest
          	https://www.wattpad.com/1610937684?utm_source=android&utm_medium=link&utm_content=share_published&wp_page=create_on_publish&wp_uname=NiishaKhasunny

NiishaKhasunny

“Apa yang membuatmu menampakkan diri di hadapanku, Malaikat Cinta dan Perdamaian ..., Chamuel?”
          
          Chamuel menelengkan kepala. Tak ada ekspresi di wajahnya. “Itu bukan sebuah jawaban yang aku minta. Itu pertanyaan, Gaia.”
          
          Dewi Gaia terkekeh. “Sungguh sikap seorang Malaikat. Sama saja. Pura-pura polos seolah kalian tidak punya dosa.”
          
          Hening sejenak, lalu Chamuel berbicara.
          
          “Aku hanya ingin membantu dunia ini demi cinta dan perdamaian. Tadinya ..., jika kedua belah pihak berperang, aku akan menciptakan ulang dunia yang baru. Di mana mereka semua hidup akur. Tapi ... ternyata ... ada kau di sini bersama ... dua manusia dan ....”
          
          Chamuel memetik senar paling bawah harpa. Secepat mata berkedip, Kim Nam Un yang pingsan sudah terbujur di rumput di depan Dewi Gaia. Tatapan tajam menusuk tertuju pada bocah laki-laki tersebut.
          
          “ ... kaki tangan Lucifer.”
          
          Dewi Gaia hanya diam. Dia sudah mengetahui itu.
          
          “Anak Kecil ini sudah terlalu dalam tersesat di dalam kegelapan. Dia ... sudah tak bisa diselamatkan.”
          
          Dewi Gaia bersenandung. “Hmm? Begitukah? Kupikir peran Malaikat hanya menjadi ... Pesuruh Tuhan? Bukan ... menghakimi Manusia?”
          
          Chamuel mendesah. “Itu memang tugas kami sebagai Pesuruh Tuhan. Tapi ... kami juga berperan meluruskan apa yang melenceng dari aturan. Lucifer adalah musuh kami, pun juga Manusia. Mereka tak seharusnya memujanya, mempersekutukan Tuhan.”
          
          ***
          Judul: Fake Skill Guest
          https://www.wattpad.com/1610937684?utm_source=android&utm_medium=link&utm_content=share_published&wp_page=create_on_publish&wp_uname=NiishaKhasunny

NiishaKhasunny

Angin berembus kuat menerpa masuk ke kereta kuda. Alois menggigil kedinginan. Belum lagi, perutnya berbunyi. Terpaksa, dia merogoh seluruh kantung anak-anak di sana. Dia berhasil menemukan sepuluh permen cokelat dan satu kue kering. Dia memakan dengan cepat agar tidak ketahuan. Pada giginya terakhir kue kering, Alois membeku mendengar suara langkah kaki di dekat kereta kuda kedua. Dia langsung membuang sembarang sisa kue, lalu diam tak bergerak.
          
          Sosok pemuda berambut silver, bertelanjang dada, dibelit tujuh ekor ular dari perut ke dada. Ular derik berbisa berwarna merah-hitam jatuh ke lantai kayu kereta kuda. Kedua kaki Alois hampir refleks terangkat. Ular tersebut tidak menyerangnya maupun anak-anak lain. Dia hanya mengendus sesuatu, lalu kembali membawa sepotong kecil kue kering di antara gigi. Dia melata naik ke tubuh pemuda tersebut.
          
          Ular putih yang melingkari lehernya berdesis, lalu pemuda itu berbicara berbisik. “ ‘Ada yang memakan kue kering di sini’, kata Oscar.”
          
          Alois menegang.
          
          Ular derik belang merah-hitam berdesis, lalu pemuda itu kembali berbisik. “ ‘Baunya seperti tangan anak pirang! Pasti dia yang memakannya!’ pekik Emily.”
          
          Ada sebiji jagung teres keringat terbentuk di dahi Alois.
          
          Wajah pemuda berbalut ular mendekat memgamati tiga bocah berambut pirang. Tatapannya jatuh ke Alois. Mata menyipit. Meski dalam kegelapan, dia bisa melihat ada serpihan kecil sesuatu di sudut bibir Alois. Tangan kanan terjulur mendekati bibir. Semakin dekat, semakin Alois waspada. Tangan kiri yang tak terlihat masuk ke dalam saku celana, menggenggam erat gagang pisau lipat.
          
          Aku akan membunuhnya meski akhirnya aku mati digigit ularnya! Aku tidak boleh ketahuan menyusup di sini!
          
          “Snake? Kau sedang apa?” Pria berambut orange mendatanginya.
          
          
          ***
          
          Judul: Dancing In The Hell (Fanfic Kuroshitsuji)
          https://archiveofourown.org/works/68799171/chapters/208231881

NiishaKhasunny

Pelipis Alois berkedut. Dia paling benci keheningan berlarut. Untuk itu, dia membuka percakapan dengan pertanyaan yang ditujukan pada Lizzy.
          
          “Aku sudah di sini, Lady Elizabeth. Apa perlu kukonfirmasi ulang pada Tunanganmu?”
          
          Lizzy menaruh cangkir dengan sedikit keras. Dia memelototi Alois. “Ya!”
          
          Alois menarik napas kuat, lalu berkata, “Ciel Phantomhive, aku tidak menyukaimu seperti pria ke wanita. Aku sudah punya orang yang kusukai.”
          
          OCiel tersedak teh. Dia terbelalak syok mendengar perkataan Alois. Selembar saputangan dari Sebastian diambil, lalu dia membersihkan tumpahan teh di mulut dan dagu. Dengan sikap elegan, OCiel menanggapi. “Aku pun sama, Alois Trancy.”
          
          Nyatanya, kebohongan yang diselimuti kebenaran malah memberi harapan palsu pada dua Iblis di samping kiri mereka.
          
          Sebastian menangis dalam diam, membuat Paula tercekat. Sedangkan Claude ternganga tidak indah dengan mata menerawang jauh ke masa depan.
          
          Lizzy segera berceloteh ceria. “Akhirnya! Aku dan Ciel tidak perlu khawatir kebahagiaan kita rusak oleh orang lain! Aku juga mencintaimu, Ciel!”
          
          OCiel terkekeh palsu walau dalam hati menangis.
          
          Siapa yang bilang aku mencintaimu, Elizabeth?! Aku saja tak tahu cinta itu apa! Dasar cewek!
          
          ***
          
          Judul: Dancing In The Hell (Kuroshitsuji Fanfic)
           https://archiveofourown.org/works/68799171/chapters/202273846

NiishaKhasunny

@ Meizuki05  Hello, Kak 
            
            Aku ada event free fanfic, nih.
            
            Tapi cuma satu chapter 
            
            Ada Child Of Shinigami, Kuil Konpiragu, Verzeih Mir Bitte (AoT).
            
            Kalau mau, bisa aku kirim via email.
            
            Link info: https://www.facebook.com/share/p/1AVLGUXV1S/?mibextid=oFDknk
            
Reply

NiishaKhasunny

@ NiishaKhasunny  maaf, Kak... Ini bacanya lewat website
Reply

Meizuki05

@ NiishaKhasunny  hahaha wah menarik untuk di masukan list bacaan di perpustakaan wattpad nih
Reply

siskapark21

Hai kaaaak @NiishaKhasunny✨️
          Makasihh yak udah mampir ke lapak aku dan vote banyaaak, hope u enjoy reading my story❤️
          Jangan lupa ya mampir di lapak aku yang lain~
          https://www.wattpad.com/story/224179754?utm_source=android&utm_medium=link&utm_content=share_writing&wp_page=create&wp_uname=siskapark21

NiishaKhasunny

Haloooo~
          
          Author mau kasih asupan BL lagi :|
          
          Tapi post nya di Ao3, Minna...
          
          Simak aja!
          
          ***
          
          Judul: Dancing In The Hell
          Fandom: Kuroshitsuji
          Pairing: Claude/Alois, Sebastian/Ciel
          Rate: R-M (Implisit)
          
          Blurb:
          
          Bagaimana jika Alois Trancy memang seorang anak Bangsawan terkenal?
          
          Bagaimana jika Alois Trancy, Luka Macken, dan OCiel bertemu?
          
          Bagaimana jika Alois Trancy juga punya penyakit bawaan sejak lahir?
          
          Bagaimana jika mereka berteman baik sebelum musik datang?
          
          Temukan penjelasannya di sini :
          https://archiveofourown.org/works/68799171/chapters/178201676