NiishaKhasunny

Luna terkapar di belakang Nona. Dia terkena racun. Tidak ada penawar. Nona dan Kevin perlu bekerja sama membunuh kalajengking tersebut jika ingin racun di tubuh Luna hilang.
          	
          	Nona kuwalahan. Dia tak bisa membantu Kevin. Dia sudah kelelahan kala mencoba mengayunkan pedang yang diberikan Kevin padanya. Nona memang sudah pernah berlatih pedang dengan Inspektur Meteorid dan Komandan Komet. Namun, mereka juga bilang kalau Nona tak berbakat berpedang. Itulah mengapa Nona merasa tidak berguna di sesi ini.
          	
          	“Padahal sedikit lagi ... sedikit lagi kita berhasil ... mengapa ... mengapa ....”
          	
          	Maafkan aku tidak bisa membantumu ....
          	
          	Nona berkedip, terkejut mendengar suara asing yang menyahuti batinnya. Dia menoleh ke sekeliling, tetapi tak menemukan apa pun.
          	
          	Kau ini siapa sebenarnya?! Kau muncul seenaknya dan hanya berkomentar!
          	
          	Percaya dirilah, **** Maka kelak, kau akan mengetahui kebenarannya ....
          	
          	“Aku sudah percaya diri! Apalagi yang salah menurutmu dariku!” teriak Nona, yang mengejutkan semua Sistem.
          	
          	°Nona! Ada apa?!°
          	
          	Pertanyaan Phoenix tak dijawab. Nona malah berdiri tegak, melangkah semakin mendekati Kevin dan Kalajengking. Ada kemarahan di matanya.
          	
          	“Keluarlah! Ayo, bakar Kalajengking itu!”
          	
          	Tak ada yang terjadi.
          	
          	Napas Kevin terbata.
          	
          	Napas Luna sesak dalam tidurnya.
          	
          	“Ini kekuatanku! Ini milikku! Apa kau tidak ingin membantuku?! Kau ingin kita berdua mati?!”
          	
          	Pedang Kevin di tangan kiri hancur dicapit Kalajengking.
          	
          	Luna merintih, sekujur tubuh mulai mendingin.
          	
          	“Apalagi yang harus kulakukan agar kau membantuku?!”
          	
          	Kevin dilempar, terpental menabrak tembok. Dia batuk darah. Pandangannya memburam.
          	
          	“Mika!”
          	
          	Hening.
          	
          	Huginn, Nixie, dan Phoniex mematung. Seolah waktu diberhentikan.
          	
          	***
          	
          	Judul: Fake Skill Guest
          	https://www.wattpad.com/1604147791?utm_source=android&utm_medium=link&utm_content=share_published&wp_page=create_on_publish&wp_uname=NiishaKhasunny

NiishaKhasunny

Luna terkapar di belakang Nona. Dia terkena racun. Tidak ada penawar. Nona dan Kevin perlu bekerja sama membunuh kalajengking tersebut jika ingin racun di tubuh Luna hilang.
          
          Nona kuwalahan. Dia tak bisa membantu Kevin. Dia sudah kelelahan kala mencoba mengayunkan pedang yang diberikan Kevin padanya. Nona memang sudah pernah berlatih pedang dengan Inspektur Meteorid dan Komandan Komet. Namun, mereka juga bilang kalau Nona tak berbakat berpedang. Itulah mengapa Nona merasa tidak berguna di sesi ini.
          
          “Padahal sedikit lagi ... sedikit lagi kita berhasil ... mengapa ... mengapa ....”
          
          Maafkan aku tidak bisa membantumu ....
          
          Nona berkedip, terkejut mendengar suara asing yang menyahuti batinnya. Dia menoleh ke sekeliling, tetapi tak menemukan apa pun.
          
          Kau ini siapa sebenarnya?! Kau muncul seenaknya dan hanya berkomentar!
          
          Percaya dirilah, **** Maka kelak, kau akan mengetahui kebenarannya ....
          
          “Aku sudah percaya diri! Apalagi yang salah menurutmu dariku!” teriak Nona, yang mengejutkan semua Sistem.
          
          °Nona! Ada apa?!°
          
          Pertanyaan Phoenix tak dijawab. Nona malah berdiri tegak, melangkah semakin mendekati Kevin dan Kalajengking. Ada kemarahan di matanya.
          
          “Keluarlah! Ayo, bakar Kalajengking itu!”
          
          Tak ada yang terjadi.
          
          Napas Kevin terbata.
          
          Napas Luna sesak dalam tidurnya.
          
          “Ini kekuatanku! Ini milikku! Apa kau tidak ingin membantuku?! Kau ingin kita berdua mati?!”
          
          Pedang Kevin di tangan kiri hancur dicapit Kalajengking.
          
          Luna merintih, sekujur tubuh mulai mendingin.
          
          “Apalagi yang harus kulakukan agar kau membantuku?!”
          
          Kevin dilempar, terpental menabrak tembok. Dia batuk darah. Pandangannya memburam.
          
          “Mika!”
          
          Hening.
          
          Huginn, Nixie, dan Phoniex mematung. Seolah waktu diberhentikan.
          
          ***
          
          Judul: Fake Skill Guest
          https://www.wattpad.com/1604147791?utm_source=android&utm_medium=link&utm_content=share_published&wp_page=create_on_publish&wp_uname=NiishaKhasunny

NiishaKhasunny

[ Misi Tim Tahap Pertama Dimulai! ]
          
          [ Misi Tim Hanya Ada Dua Bagian. Misi Sulit Dan Misi X. ]
          
          [ Misi Tim Beranggotakan 4 Guest Di 10 Tim. ]
          
          [ Misi Tim Berlangsung Hingga Tahap Keempat Dan Setelahnya, Para Juri Akan Melakukan Penilaian Untuk Posisi Masing-masing Guest Yang Berhasil Lolos Kualifikasi Untuk Mengikuti Perang. ]
          
          [ Perang Diadakan Di Zona Emas. Hitungan Mundur 00:00:12:12:09 ]
          
          [ Berikut Posisi Yang Ditawarkan Para Bangsawan Tertinggi New World:
          1. Knight
          2. Letnan 
          3. Kolonel
          4. Sersan
          5. Prajurit Biasa
          6. Bagian Medis ]
          
          [ Posisi Spesial: Jika Guest Berhasil Mendapat Poin Tertinggi Dalam Kecepatan Penanganan Misi Selama Empat Tahap, Maka Akan Diangkat Menjadi Bintang Sihir Menggantikan Steven Rifluce. ]
          
          [ Posisi Istimewa: Jika Peserta Mendapatkan Jackpot, Yakni Berhasil Membuka Skill Para Dewa. Guest Tersebut Akan Menjadi Tangan Kanan Gods Of The Gods Dalam Perang. ]
          
          [ Demikian Pengumuman Dari Asosiasi Seluruh Sistem, Para Dewa-Dewi, Enam Bintang Sihir, Dan Sepuluh Bangsawan Tertinggi New World.  ]
          
          
          Judul: Fake Skill Guest
          https://www.wattpad.com/1603726809?utm_source=android&utm_medium=link&utm_content=share_published&wp_page=create_on_publish&wp_uname=NiishaKhasunny

NiishaKhasunny

“Ada berita buruk dari Dewa Zeus. Aku cukup yakin, pihak Malaikat Sialan di atas sana juga tahu tentang ini.”
          
          “Apa itu, Hades?” tanya Satan dengan nada sinis.
          
          Hades menatapnya serius. “Entitas pembawa kedamaian dan malapetaka muncul.”
          
          Hening, kemudian Amon menggebrak meja hingga penyok. Kemarahan meluap.
          
          “Siapa itu? Biar aku bunuh!” pekik Amon.
          
          “Sabar, Abang Amon. Kita dengarkan dulu Hades. Duh ... siapa yang akan mengganti meja mahal ini? Aku tak mau! Bisa habis seluruh hartaku!” seru Mammon.
          
          Hades menyeringai. “Kau yakin bisa membunuhnya?”
          
          Satan mencibir tak percaya. “Dari yang kutahu, kau bukan Peramal seperti Apollo, Hades. Jangan mencoba menipuku.”
          
          Hades tertawa kelam, menaruh gelas kosong di atas meja. Dia menatap lekat Satan. “Kau benar, Satan. Tapi ... aku punya koneksi khusus.” Dia menunjuk ke atas langit.
          
          Satan, Amon, dan Mammon tercekat, wajah mereka pucat pasi. “Mu-mustahil! Kau ... bagaimana bisa berkomplot dengan ... para Malaikat!”
          
          ***
          
          Judul: Fake Skill Guest
          https://www.wattpad.com/1603486830?utm_source=android&utm_medium=link&utm_content=share_published&wp_page=create_on_publish&wp_uname=NiishaKhasunny

NiishaKhasunny

Dewa Zeus menatapnya penuh minat. “Apa itu, Hera?”
          
          Wajah Dewi Hera mendadak suram. “Semua berawal kala Apollo mendapat penglihatan tepat sehari sebelum dunia berubah. Anak kita bilang, entitas itu akan membawa perdamaian.”
          
          Dewa Zeus menaikkan sebelah alis heran. “Bukankah itu bagus? Mengapa reaksimu begini?”
          
          “Entitas itu selain membawa perdamaian, juga membawa ... malapetaka.”
          
          Dewa Zeus menangkup dagu, berpikir, “Entah mengapa, kualitasnya serupa dengan Alastor cucuku.”
          
          Dewi Hera langsung menggeram tak suka saat sang suami menyebut nama anak jadi-jadian itu. “Ini tidak ada kaitannya dengan anak kotor itu--”
          
          “Hera.”
          
          Satu kata, tajam, dalam, kuat, dan menusuk terlontar menggema. Dewi Hera merasakan tekanan yang membuatnya dipaksa berlutut. Wanita itu hanya bisa mengumpat marah dalam hati.
          
          Dewa Zeus masih memelototi istrinya. Detik berikut, dia menghela napas. Menghilangkan segala tekanan di sekeliling.
          
          “Aku tahu kau sangat membenci Alastor. Tapi ... kenyataannya, tak ada satu pun cucu kita yang mempunyai kualitas kekuatan seperti Alastor. Belum lagi, mental cucu-cucu kita yang lain sangat lemah dalam menghadapi perang. Kau lihat sendiri waktu itu. Bagaimana mereka melarikan diri, pura-pura sakit di medan perang, sampai mengorbankan prajurit yang harusnya mereka pimpin demi menyelamatkan diri. Itu ... bukanlah calon Raja Para Dewa yang aku inginkan. Jika aku bisa, aku akan mengasingkan mereka tanpa kekuatan. Agar menjadi warga biasa Planet New World dan memaksa mereka menjadi Guest.”
          
          Mau tak mau, Dewi Hera berkomentar, “Itu bisa dipertimbangkan, Yang Mulia.”
          
          “Ck!” decak Dewa Zeus. “Sayangnya sudah terlambat, dan akan ada resiko ketahuan oleh mata-mata kaum Iblis dan Malaikat.”
          
          
          ***
          Judul: Fake Skill Guest
          
          https://www.wattpad.com/1602082531?utm_source=android&utm_medium=link&utm_content=share_published&wp_page=create_on_publish&wp_uname=NiishaKhasunny

NiishaKhasunny

Pelipis Alois berkedut. Dia paling benci keheningan berlarut. Untuk itu, dia membuka percakapan dengan pertanyaan yang ditujukan pada Lizzy.
          
          “Aku sudah di sini, Lady Elizabeth. Apa perlu kukonfirmasi ulang pada Tunanganmu?”
          
          Lizzy menaruh cangkir dengan sedikit keras. Dia memelototi Alois. “Ya!”
          
          Alois menarik napas kuat, lalu berkata, “Ciel Phantomhive, aku tidak menyukaimu seperti pria ke wanita. Aku sudah punya orang yang kusukai.”
          
          OCiel tersedak teh. Dia terbelalak syok mendengar perkataan Alois. Selembar saputangan dari Sebastian diambil, lalu dia membersihkan tumpahan teh di mulut dan dagu. Dengan sikap elegan, OCiel menanggapi. “Aku pun sama, Alois Trancy.”
          
          Nyatanya, kebohongan yang diselimuti kebenaran malah memberi harapan palsu pada dua Iblis di samping kiri mereka.
          
          Sebastian menangis dalam diam, membuat Paula tercekat. Sedangkan Claude ternganga tidak indah dengan mata menerawang jauh ke masa depan.
          
          Lizzy segera berceloteh ceria. “Akhirnya! Aku dan Ciel tidak perlu khawatir kebahagiaan kita rusak oleh orang lain! Aku juga mencintaimu, Ciel!”
          
          OCiel terkekeh palsu walau dalam hati menangis.
          
          Siapa yang bilang aku mencintaimu, Elizabeth?! Aku saja tak tahu cinta itu apa! Dasar cewek!
          
          ***
          
          Judul: Dancing In The Hell (Kuroshitsuji Fanfic)
           https://archiveofourown.org/works/68799171/chapters/202273846

NiishaKhasunny

@ NiishaKhasunny  maaf, Kak... Ini bacanya lewat website
Reply

Meizuki05

@ NiishaKhasunny  hahaha wah menarik untuk di masukan list bacaan di perpustakaan wattpad nih
Reply

NiishaKhasunny

Meski matanya tertutup rapat, tetapi Nona tahu pandangan Maria selalu tertuju padanya. Selalu ada keanehan yang tak bisa dibaca dari Maria Gaea.
          
          “Kami baik-baik saja, Yang Mu--maksudku, Maria.”
          
          “Ya.”
          
          Junas mendengkus, “Aku tidak! Aku benci terus menjadi anak polos! Apanya yang Misi Sulit! Tidak menantang jiwa premanku sama sekali!”
          
          Kevin langsung pucat pasi. “Junas! To-long jangan berkata seperti itu!”
          
          Alexandria menaikkan kacamata yang turun ke hidung. Dia menatap serius. “Sebenarnya, apa yang dikatakan Junas ada benarnya. Semakin lama kita menjalankan Misi, semakin parah pula Misinya. Tidak pernah sesuai dengan keinginan kita. Jarang juga yang berakhir happy ending.”
          
          Roselin bertanya, “Bisakah kita mengajukan gugatan pada Sistem?”
          
          Louis mengerang tak puas. “Tidak bisa! Aku sudah mencoba menu CUSTOMER SERVICE, tapi tak pernah ada balasan!”
          
          Anne berceletuk, “Bagaimana mau dibalas Sistem, kau mengisinya cuma dengan tulisan, ‘Kirimkan aku Sebastian!’. Ya itu kan mustahil! Yang dipanggil Sistem itu orang-orang tertentu, tahu! Dasar Pangeran Manja!”
          
          “Kau beraninya--”
          
          Nona memisahkan Louis dan Anne sebelum saling pukul.
          
          Maria menjawab keresahan dan ketidakpuasan para Guest. “Itulah Misi. Mungkin, di dunia kita, ini seperti masalah kehidupan sehari-hari. Jika kalian bersabar, berdoa, dan tekun menjalani, maka pasti akan diberi kemudahan oleh Yang Maha Kuasa. Bukankah Yang Maha Kuasa tidak hanya menciptakan manusia, bumi, dan alam semesta saja?”
          
          ***
          
          Judul: Fake Skill Guest
          
          https://www.wattpad.com/1596084126?utm_source=android&utm_medium=link&utm_content=share_published&wp_page=create_on_publish&wp_uname=NiishaKhasunny

NiishaKhasunny

Nona tiba-tiba sudah mengitari api suci khas pernikahan. Tidak seperti sebelumnya yang terbangun di suatu tempat.
          
          [ Selamat datang di Misi X, ****!  ]
          
          "Misi X?! T-tapi aku seharusnya menjalankan Misi Sulit! Ada kesalahan di sini--"
          
          [  ]
          
          "Phoenix! Jangan main-main denganku! Ini tidak lucu!"
          
          Wajah Nona ditangkup calon suaminya (cuma dalam Misi). Ada kecemasan yang terlihat di mata hazel itu.
          
          "Puja, kau kenapa? Dengan siapa kau berbicara?"
          
          Nona tersentak, lalu tertawa pelan. "A-ku ... sepertinya sangat gugup hingga berbicara sendiri ... umm ... siapa lagi namamu, Sayang?"
          
          Sebelah alis pria berkulit tan mengerut. Dia menjawab heran. "Aku 
          Rajesh Narayan. Apa kau yakin baik-baik saja? Jika ... jika memang kau sedang tidak enak badan, kita bisa menunda pernikahan ini--"
          
          "TIDAK PERLU! AKU HANYA INGIN SEMUA INI SELESAI!"
          
          Nona bernapas tersengal. Dia hampir gagal dalam Misi apapun namanya ini. Dia melirik sinis layar hologram yang terpampang di depan wajah.
          
          [ Tidak Ada Pemberitahuan Kesalahan Apapun Dari Misimu, **** ]
          
          [ Selamat Anda Memasuki Misi X!
          
          Misi: Mengakhiri Tragedi Pembunuhan Berantai Remaja Dan Membunuh Iblis Yang Dipuja Keluarga Narayan
          
          Waktu: Tak Terbatas
          
          Hadiah: 500 Koin + Buff Skill Selama Seminggu
          
          ❗PERINGATAN❗JIKA GAGAL, ANDA AKAN SELAMANYA TERJEBAK DI DUNIA MISI ]
          
          ***
          Judul: Fake Skill Guest
          
          https://www.wattpad.com/1590250154?utm_source=android&utm_medium=link&utm_content=share_published&wp_page=create_on_publish&wp_uname=NiishaKhasunny

NiishaKhasunny

“Ibunda.”
          
          “Mengapa? Bukankah kau ingin menyingkirkannya?”
          
          Ash Landers masih berdiri tegak di tengah-tengah, tepatnya di depan salah satu pilar putih paviliun. Mendengar dan memerhatikan percakapan dua manusia favoritnya.
          
          Sang Pewaris Tahta mengembuskan napas pelan. “Dia bukan orang yang mudah disingkirkan. Seperti ... kutu. Ibunda tahu sendiri dia semakin menjijikan dengan memelihara seekor makhluk kotor.”
          
          Wanita Penguasa Britania yang tak mengenakan cadar itu mendesah. “Aku tahu, Elizabeth. Tapi ada harga yang harus kita bayar jika meloloskannya menjadi Ksatria Kerajaan. Bisa saja dia ... akan lebih leluasa menusuk kita dari belakang. Apakah kau ingin cepat mati?”
          
          Elizabeth Quinn menggeram. Hilang sudah keanggunan dan tata kramanya sebagai seorang Putri. “Tentu saja tidak! Aku sungguh tahu resikonya, Ibunda! Bukankah pepatah mengatakan, ‘Dekati Musuhmu Jika Ingin Mengetahui Kelemahannya’ ?”
          
          Ratu Victoria menyesap tehnya, lalu menaruh kembali cangkir keramik bercorak angsa hitam. Dia menyatukan jemari di depan perut, duduk agak condong ke depan. Sorot mata berubah, dari menghakimi menjadi ketertarikan.
          
          “Baiklah. Jelaskan rencanamu, Elizabeth.”
          
          ***
          
          Judul: Dancing In The Hell (Kuroshitsuji)
          
          https://archiveofourown.org/works/68799171/chapters/196950486

NiishaKhasunny

“Ayah! Biar aku yang menghentikan duel mereka--”
          
          Alexis mengangkat tangan ke depan mulut Edward, gestur agar sang putra diam.
          
          Edward tampak bingung. Namun, detik berikutnya dia melihat apa yang dilihat sang ayah. Matanya terbelalak terkejut mendapati Lizzy terpukul mundur oleh lawannya, Alois Trancy.
          
          Mu-mustahil! Adik Jeniusku didominasi, bukan sebaliknya?!
          
          Alexis menyeringai. “Perhatikan gerakan orang itu, Edward. Gerakan pantang mundur tanpa celah. Cepat, akurat, dan tajam. Kau harus bisa menirunya. Terutama ... fokusnya terhadap lawan.”
          
          “Ayah! Harusnya kau dukung Lizzy! Bukan orang lain!”
          
          Alexis melirik sengit Edward. “Ayah hanya menilai secara objektif. Tak peduli mau itu keluarga atau bukan.”
          
          Kedua tangan dikepal kuat hingga buku-buku jari memutih. Mulut bungkam meski bergetar menahan segala lontaran kemarahan. Edward tahu dia sangat kurang dalam anggar. Dia tidak pernah berbakat mengayunkan pedang seperti ayah dan adiknya.
          
          Alexis masih serius menonton duel antara putrinya dengan orang itu. Orang yang kembali mengingatkannya dengan seseorang dari masa lalu. Mendiang sahabatnya, Sang Ksatria Kerajaan, Komandan Hantu.
          
          Bunyi dengung dari pedang yang melengkung terpental di udara membungkam suara semua orang. Saat bunyi denting terdengar bersamaan dengan jatuhnya pedang ke lantai marmer, sorakan menggelegar menggema.
          
          Masih berdiri tegak di dalam arena adalah Alois Trancy.
          
          Lizzy jatuh terduduk. Napas terengah-engah, kedua kaki dan tangan kebas tak bisa digerakkan.
          
          Alois melepas helm, kembali menyarungkan pedang di ikat pinggang. Dia melirik ke arah Jenius Middford, lalu mendesah. Helm dititipkan ke wasit, dia melangkah menyambangi Lizzy. Berlutut satu kaki di depannya sambil mengulurkan tangan.
          
          Satu kata yang terlontar sangat jauh dari nada kesombongan.
          
          “Kau baik-baik saja, Lady Elizabeth? Perlu bantuan?”
          
          ***
          
          Judul: Dancing In The Hell (Ff Kuroshitsuji)
          
          https://archiveofourown.org/works/68799171/chapters/195684856

NiishaKhasunny

“Aku bukan rakyat jelata. Nama asliku memang Alois. Desa Bluebell terbakar karena ulah seorang Iblis. Iblis yang sudah merenggut nyawa Luka dariku. Aku pernah mengunjungi rumahmu, hanya untuk menemukan manormu terbakar habis. Kau tak ada di antara tumpukan mayat gosong, untungnya. Aku tahu kau pasti bertahan hidup dan tidak lagi memikirkanmu. Karena apa? Aku harus tetap berperan selayaknya seorang bangsawan.”
          
          OCiel menarik kesimpulan. “Apa ... tujuanmu adalah membalas dendam pada Iblis yang membunuh Luka?”
          
          Alois menaikkan sebelah alis, lalu mengangkat bahu. “Setengah benar.”
          
          “Apa kau perlu bantuan--”
          
          Alois tertawa terbahak-bahak. Dia menyeringai gila. “Kau yakin ingin membantu ... Pembunuh Diedrich?”
          
          Kemurkaan muncul ke permukaan. “Kau Bajingan! Jadi, kau yang sudah membunuh Paman Diedrich?!”
          
          “Pamanmu, ya~ Kepedulianmu terhadap anggota keluarga membuatku jijik!”
          
          “Siapa yang menyuruhmu! Paman Diedrich itu orang baik!”
          
          Alois memijit pelipis. “Terkadang orang baik itu umurnya pendek. Jangan salahkan aku. Semua terjadi karena kesalahannya sendiri yang mengaku-aku menjadi Azzuro.”
          
          “Heh! Kupikir kau pintar! Kau kan punya Iblis di sisimu!”
          
          Alois terpancing emosi. “Tidak semua Iblis bisa memiliki informasi yang akurat! Kau pikir, aku tidak tahu, huh? Iblismu menyolong start! Dia membunuh Azzuro dan anak buahnya, kan?! Padahal Ratu memintaku untuk membunuhnya! Aku punya surat tugas! Apa kau punya?!”
          
          OCiel tertawa, tersenyum remeh. “Itu benar, Alois. Aku tidak akan meminta maaf karena sudah mengganggu pekerjaanmu. Karena apa? Karena kita impas.”
          
          “Persetan! Kau sama saja dengan saudara kembarmu! Bangsawan tamak! Gila!”
          
          “Dan Bajingan Pembunuh sepertimu tak berhak menyamakan aku dengan orang yang sudah mati itu!”
          
           ***
          Judul: Dancing In The Hell (FF Kuroshitsuji)
          
          https://archiveofourown.org/works/68799171/chapters/193685356