NiishaKhasunny

ANNOUNCEMENT!
          	
          	MAAFIN AKU KARENA UNPUBLISH BEBERAPA JUDUL NOVEL!
          	
          	KARENA NOVEL FANFIC SD JUJUR KASIAN, YANG GAK SALAH APA-APA UDAH DIHAPUS PIHAK WATTPAD!
          	
          	KALAU GAK SUKA, JANGAN BACA DAN LAPORIN NOVELKU, DONG!
          	
          	*lagi kesel banget*
          	
          	
          	

NiishaKhasunny

@ AdityoNugi  ada kan menu laporkan. Mungkin aja ada yang gak seneng sama itu fanfic. Sebelumnya gak pernah begitu.
Reply

AdityoNugi

@NiishaKhasunny Hah? Dilapor gimana? Kan emang fanfic bebas, kan?
Reply

NiishaKhasunny

ANNOUNCEMENT!
          
          MAAFIN AKU KARENA UNPUBLISH BEBERAPA JUDUL NOVEL!
          
          KARENA NOVEL FANFIC SD JUJUR KASIAN, YANG GAK SALAH APA-APA UDAH DIHAPUS PIHAK WATTPAD!
          
          KALAU GAK SUKA, JANGAN BACA DAN LAPORIN NOVELKU, DONG!
          
          *lagi kesel banget*
          
          
          

NiishaKhasunny

@ AdityoNugi  ada kan menu laporkan. Mungkin aja ada yang gak seneng sama itu fanfic. Sebelumnya gak pernah begitu.
Reply

AdityoNugi

@NiishaKhasunny Hah? Dilapor gimana? Kan emang fanfic bebas, kan?
Reply

NiishaKhasunny

“Lord Veredik, mengapa Anda tidak memberi hukuman pada para penjaga tadi? Atau mungkin sebuah peringatan? Biar bagaimanapun, mereka harus menghormati kita sebagai bangsawan.”
          
          Veredik, yang duduk di samping kanan Alois, melirik. “Itu tidak penting.”
          
          Alois mengepalkan tangan merasa kesal. “Apa arti bangsawan menurut Anda?”
          
          Veredik menoleh, terbelalak. Dia terdiam sejenak sambil menatapi meja. “Kupu-kupu dalam sangkar.”
          
          Pikiran Alois mendadak menjadi kosong. Ada sesuatu tentang kata-kata Veredik yang membangkitkan kenangan. Kenangan yang tidak pernah dia ingat hingga sekarang.
          
          Veredik berbicara lagi, menghancurkan segala kilas balik. “Kau sendiri. Menurutmu, bangsawan seperti apa dirimu, Alois Trancy?”
          
          Entah mengapa, Alois gugup. Sebelumnya, dia tak pernah segugup ini jika diajak bercengkrama dengan bangsawan. Ada yang berbeda dengan suasananya.
          
          Tanpa sadar, Alois memintal ujung almamater hitamnya. Hal tersebut diperhatikan oleh Veredik. Pemuda itu menyunggingkan senyum kecil. Hanya beberapa detik, lalu dia kembali memasang wajah datar.
          
          Suara pintu terbuka menyentakkan Alois. Dia sigap berdiri tegak. Tatapannya bertemu dengan Johan Agares.
          
          Veredik terkekeh sangat kecil hingga sulit didengar. Dia memutuskan ikut berdiri serupa Alois.
          
          Alois melirik ke samping kanan tempat Veredik berdiri. Dia mengumpat dalam hati atas kesalahan yang dia perbuat. Dia mempermalukan diri sendiri, bahkan memaksa seorang Duke mengikuti sikapnya.
          
          ***
          Judul: Dancing In The Hell (Fanfic Kuroshitsuji)
          https://archiveofourown.org/works/68799171/chapters/226813151

NiishaKhasunny

OCiel menghela napas, mengelus dagu berpikir, “Kekacauan, ya? Kau punya ide, Sebastian?”
          
          Bola mata Sebastian menyala terang, dia menyeringai. “Aku akan membakar Violet House agar Derrick Arden keluar dari persembunyian.”
          
          OCiel ternganga, lalu mundur perlahan kembali ke posisi semula. Dia meremas kepala, sekujur tubuh gemetar hebat.
          
          Seringai gila Sebastian lenyap seketika. Dia merasakan hal itu lagi. Perubahan kecil dalam jiwa sang Tuan. Dia mendekat, tangan kanan terulur berniat menggapainya. Akan tetapi, OCiel menepis kuat. Sorot mata penuh dengan kemarahan.
          
          “Tidak ada pembakaran! Tidak lagi, Sebastian! Ini perintah!”
          
          Sebastian terkejut, entah sejak kapan eyepatch di mata kiri OCiel telah lepas. Simbol pentagon bercahaya ungu menyala terang. Mau tak mau, meski sangat ingin tahu alasannya, Sebastian berlutut satu kaki di depan sang Tuan dan berkata, “Yes, My Lord.”
          
          Hening, yang terdengar hanya suara tawa para siswa yang berlalu lalang di jalan seberang. Lalu, suara napas tersendat dari mulut OCiel.
          
          Sebastian mendongak menatap OCiel intens. Seolah membedah isi hati dan otak sang pengontrak. Namun, lagi-lagi dia tak mengerti apa yang salah dari usulannya sehingga ditolak OCiel.
          
          Dalam suara tenang, OCiel memberi perintah mutlak. “Meireda! Sebastian! Kau harus cari dan bawa Derrick Arden dari Violet House tanpa membakar asrama! Bawa Derrick Arden ke hadapanku!”
          
          “Yes, My Lord.”
          
          OCiel berpaling, pergi meninggalkan lorong remang tersebut. Dia kembali menjadi siswa yang sibuk belajar dan bergaul dengan teman-temannya. Dia mengepalkan tangan sepanjang perjalanan menuju kelas. Dia tidak pernah tahu trauma masih tersimpan di dalam jiwanya.
          
          OCiel masih takut melihat kobaran api yang melahap bangunan. Itu mengingatkan dia pada kobaran api yang sama. Saat sehabis dia merobek perut saudara kembarnya demi mengambil cincin warisan.
          
          
          ***
          
          Judul: Dancing In The Hell (Kuroshitsuji)
          https://archiveofourown.org/works/68799171/chapters/225937571

NiishaKhasunny

“Aku ... sangat marah! Aku ... ingin membunuh pria yang sudah menghamilimu!”
          
          Silas menepuk jidat, sedang Lucas menutup mulut syok.
          
          “Untuk itu, aku menanyai satu per satu orang yang pernah berinteraksi denganmu. Dari mulai Pria Bulan sampai Snake.”
          
          Nona sudah siap memencak, tetapi Caesar melontarkan pembelaan.
          
          “Pria-pria sebelum Snake beruntung. Aku tidak membunuh mereka, sumpah, Nona! Karena aku tahu, kau pasti tidak akan suka jika itu terjadi.”
          
          Senyum lega Nona hilang kala Caesar melanjutkan penuturan.
          
          “Kecuali ..., Snake. Aku tahu sikap dan sifat Snake mirip denganku. Bukan tidak mungkin, kau suka dengannya, sampai bisa membuat anak.”
          
          Wajah Nona memerah karena marah.
          
          Lucas tertawa terpingkal.
          
          Silas menangkup wajah menyembunyikan rona merah malu. Tidak menyangka putranya akan sebodoh ini jika sudah mengenal cinta.
          
          “Kau memang bodoh! Padahal ... kaulah orang yang menghamilinya, Caesar!” pekik Lucas.
          
          ***
          
          Judul: Fake Skill Guest
          
          https://www.wattpad.com/1622827570?utm_source=android&utm_medium=link&utm_content=share_published&wp_page=create_on_publish&wp_uname=NiishaKhasunny

NiishaKhasunny

“Snake Zugasti, Manusia dari Bumi, yang kapasitas kemampuannya, baik itu Skill maupun lainnya, kami sudah menilainya. Penilaian langsung juga sudah dilakukan oleh Tujuh Bintang Sihir dan Para Dewa-Dewi.”
          
          Madam Leuiser melirik ke arah Snake yang masih mengumbar seringai puas. Dia membungkuk lemah dan kalah. Sebab, dia juga tidak menginginkan ini terjadi.
          
          “Dikarenakan ... Snake Zugasti sudah berhasil menguasai Skill Para Dewa, maka ... Posisi Istimewa akan jatuh pada Snake Zugasti. Yakni ... Menjadi Tangan Kanan Gods of The Gods dalam Perang nanti.”
          
          Para Guest menyerukan protes, termasuk mantan anggota Kelompok D. Nona dan Maria hanya diam mengawasi Snake. Mereka juga terkejut, tetapi ingin tahu apa yang direncanakan oleh pemuda tersebut.
          
          “Satu lagi!”
          
          Hening. Tatapan waswas para Guest tertuju intens pada Madam Leuiser.
          
          Madam Leuiser memejamkan mata sejenak untuk mengambil napas dalam-dalam. “Snake Zugasti, usai menyelesaikan Misi Tahap Pertama, dia melamar menjadi Bintang Sihir mengisi kursi kosong mantan Bintang Sihir, Steven Rifluce. Dan kami ... sangat membutuhkan bantuannya untuk melindungi keselamatan kalian, Para Guest. Untuk itu ..., sambutlah! Snake Zugasti! Mulai hari ini adalah Anggota Baru Tujuh Bintang Sihir yang akan menilai dan mengawasi kalian semua!”
          
          Riko menggonggong, mengejutkan bagi Nona. Dia tidak tahu anak itu bisa sangat emosi seperti Junas. “Keparat! Konspirasi apa lagi yang ingin kau buat, Ular Sialan! Tidak puaskah kau telah membunuh Guest lain selama ini?!”
          
          Snake menelengkan kepala, berkedip pura-pura polos. “Membunuh Guest? Aku? Mengapa aku harus melakukan hal tidak berguna dan tak berperikemanusiaan seperti itu, Hero?”
          
          “Karena itu syaratnya agar kau bisa berada di posisi sekarang! Kau pikir, aku tidak pernah meminjam buku Cara Menjadi Dewa, hah?!”
          
          ***
          
          Judul: Fake Skill Guest
          
          https://www.wattpad.com/1622401893?utm_source=android&utm_medium=link&utm_content=share_published&wp_page=create_on_publish&wp_uname=NiishaKhasunny