Angin berembus kuat menerpa masuk ke kereta kuda. Alois menggigil kedinginan. Belum lagi, perutnya berbunyi. Terpaksa, dia merogoh seluruh kantung anak-anak di sana. Dia berhasil menemukan sepuluh permen cokelat dan satu kue kering. Dia memakan dengan cepat agar tidak ketahuan. Pada giginya terakhir kue kering, Alois membeku mendengar suara langkah kaki di dekat kereta kuda kedua. Dia langsung membuang sembarang sisa kue, lalu diam tak bergerak.
Sosok pemuda berambut silver, bertelanjang dada, dibelit tujuh ekor ular dari perut ke dada. Ular derik berbisa berwarna merah-hitam jatuh ke lantai kayu kereta kuda. Kedua kaki Alois hampir refleks terangkat. Ular tersebut tidak menyerangnya maupun anak-anak lain. Dia hanya mengendus sesuatu, lalu kembali membawa sepotong kecil kue kering di antara gigi. Dia melata naik ke tubuh pemuda tersebut.
Ular putih yang melingkari lehernya berdesis, lalu pemuda itu berbicara berbisik. “ ‘Ada yang memakan kue kering di sini’, kata Oscar.”
Alois menegang.
Ular derik belang merah-hitam berdesis, lalu pemuda itu kembali berbisik. “ ‘Baunya seperti tangan anak pirang! Pasti dia yang memakannya!’ pekik Emily.”
Ada sebiji jagung teres keringat terbentuk di dahi Alois.
Wajah pemuda berbalut ular mendekat memgamati tiga bocah berambut pirang. Tatapannya jatuh ke Alois. Mata menyipit. Meski dalam kegelapan, dia bisa melihat ada serpihan kecil sesuatu di sudut bibir Alois. Tangan kanan terjulur mendekati bibir. Semakin dekat, semakin Alois waspada. Tangan kiri yang tak terlihat masuk ke dalam saku celana, menggenggam erat gagang pisau lipat.
Aku akan membunuhnya meski akhirnya aku mati digigit ularnya! Aku tidak boleh ketahuan menyusup di sini!
“Snake? Kau sedang apa?” Pria berambut orange mendatanginya.
***
Judul: Dancing In The Hell (Fanfic Kuroshitsuji)
https://archiveofourown.org/works/68799171/chapters/208231881