NiqmahNurhayati

          	
          	Minna, sejujurnya book “Leonard” yang kalian baca sampai sekarang awalnya lahir dari hal paling sederhana: gabut.
          	Aku juga pembaca, sama kayak kalian. Aku sering nyari, baca, dan berharap nemu cerita yang benar-benar klik. Tapi makin ke sini, aku sadar, selera aku itu spesifik.
          	
          	Akhirnya kepikiran, kenapa nggak bikin sendiri aja?
          	Dengan alur, karakter, dan suasana yang benar-benar sesuai sama apa yang aku pengin baca. Tanpa mikir jauh, tanpa ekspektasi apa-apa. Awalnya cuma iseng. Nggak kepikiran bakal dibaca banyak orang, apalagi sampai sejauh ini.
          	
          	Satu hari lewat. Dua hari. Satu minggu.
          	Dan angka pembaca terus naik.
          	
          	Di titik itu aku sadar, cerita yang awalnya cuma hidup di kepala aku, ternyata sampai ke kalian. Kalian baca, kalian rasain, kalian temenin prosesnya. Dan itu… jujur aja, rasanya hangat banget.
          	
          	Terima kasih buat kalian semua yang sudah membaca Leonard.
          	Terima kasih sudah meluangkan waktu, pikiran, dan perasaan untuk cerita ini.
          	Cerita ini mungkin lahir dari keisengan, tapi keberlanjutannya ada karena kalian.
          	
          	o(〃^▽^〃)o
          	

NiqmahNurhayati

          
          Minna, sejujurnya book “Leonard” yang kalian baca sampai sekarang awalnya lahir dari hal paling sederhana: gabut.
          Aku juga pembaca, sama kayak kalian. Aku sering nyari, baca, dan berharap nemu cerita yang benar-benar klik. Tapi makin ke sini, aku sadar, selera aku itu spesifik.
          
          Akhirnya kepikiran, kenapa nggak bikin sendiri aja?
          Dengan alur, karakter, dan suasana yang benar-benar sesuai sama apa yang aku pengin baca. Tanpa mikir jauh, tanpa ekspektasi apa-apa. Awalnya cuma iseng. Nggak kepikiran bakal dibaca banyak orang, apalagi sampai sejauh ini.
          
          Satu hari lewat. Dua hari. Satu minggu.
          Dan angka pembaca terus naik.
          
          Di titik itu aku sadar, cerita yang awalnya cuma hidup di kepala aku, ternyata sampai ke kalian. Kalian baca, kalian rasain, kalian temenin prosesnya. Dan itu… jujur aja, rasanya hangat banget.
          
          Terima kasih buat kalian semua yang sudah membaca Leonard.
          Terima kasih sudah meluangkan waktu, pikiran, dan perasaan untuk cerita ini.
          Cerita ini mungkin lahir dari keisengan, tapi keberlanjutannya ada karena kalian.
          
          o(〃^▽^〃)o
          

Febrihana

Hai kak! Aku Febri dari Eternity. Lagi suka lihat-lihat karya di Wattpad, dan Leonard kakak langsung menarik perhatian aku.
          Aku ada ide kecil soal cerita ini yang mungkin bisa membuat ceritanya makin luas jangakauannya, boleh ngobrol bentar di nomor 085172441313 lewat sosial mediaku @febrihane?

chocopeanut-Ow

Halo kak, aku pembaca baru nih .
          Senang bgt bisa ketemu cerita kakak yg leonard. Aku baru baca beberapa chapter tp suka bgt sama alur ceritanya dan karakternya terutama leo . Aku juga suka gaya penulisanmu  Terus ya kak jujur nih, aku suka greget pengen tau reaksi keluarga leo klo tau anak mereka ternyata seBADASS itu 
          Aku harap kakak ga ngedrop cerita ini, gapapa slow up(tp jgn lama² pls) yg penting tetap lanjut kak 
          Yaudah segitu aja, semangat kak aku tunggu chapter leonard selanjutnya dan sehat selalu buat kakak  
          
          

AsAna8

Halo kak aku mau Muji ni untuk cerita LEONARD.
          Ini bagus kak.
          Dari narasinya,dialognya, kata-katanya juga bagus.dari awal aku baca itu gak bosen gitu lohh.mulus terencana ,tersusun rapi.ini salah satu genre transmigrasi yang terbaik yg aku pernah baca.
          TETAP SEMANGAT YA NULIS NYA.
          

NiqmahNurhayati

@ AsAna8  Terimakasii..tetap semangat kokk heheeꉂꉂ(ᵔᗜᵔ◍)
Reply