Minna, sejujurnya book “Leonard” yang kalian baca sampai sekarang awalnya lahir dari hal paling sederhana: gabut.
Aku juga pembaca, sama kayak kalian. Aku sering nyari, baca, dan berharap nemu cerita yang benar-benar klik. Tapi makin ke sini, aku sadar, selera aku itu spesifik.
Akhirnya kepikiran, kenapa nggak bikin sendiri aja?
Dengan alur, karakter, dan suasana yang benar-benar sesuai sama apa yang aku pengin baca. Tanpa mikir jauh, tanpa ekspektasi apa-apa. Awalnya cuma iseng. Nggak kepikiran bakal dibaca banyak orang, apalagi sampai sejauh ini.
Satu hari lewat. Dua hari. Satu minggu.
Dan angka pembaca terus naik.
Di titik itu aku sadar, cerita yang awalnya cuma hidup di kepala aku, ternyata sampai ke kalian. Kalian baca, kalian rasain, kalian temenin prosesnya. Dan itu… jujur aja, rasanya hangat banget.
Terima kasih buat kalian semua yang sudah membaca Leonard.
Terima kasih sudah meluangkan waktu, pikiran, dan perasaan untuk cerita ini.
Cerita ini mungkin lahir dari keisengan, tapi keberlanjutannya ada karena kalian.
o(〃^▽^〃)o