Kayla mengerjapkan mata, berusaha menyesuaikan diri dengan cahaya yang menembus masuk ke dalam retina. Samar-samar dilihatnya langit-langit kamar berwarna putih dengan bau obat yang sangat menyengat. Kepalanya berdenyut, tubuhnya benar-benar terasa remuk seakan baru saja ditindih batu berton-ton beratnya.
Wanita yang kini terlihat pucat itu, mengernyitkan dahi, merasa bingung dengan situasi ini. Pasalnya hal terakhir yang diingatnya adalah saat dia berada di sebuah Villa dengan Danu yang menyekapnya, lalu Adit datang untuk menolong. Hingga dia mendengar suara letusan senjata api. Kayla mulai diserang rasa takut saat mengingat Adit.
Menyadari mungkin saja suaminya dalam keadaan tak baik, wanita itu mencoba bangun sambil memegangi kepalanya yang masih terasa pusing.
"Mas Adit," gumam Kayla dengan suara cukup keras, hingga membuat beberapa orang yang ada di kamar itu terlonjak kaget, dan langsung menghampirinya.
"Kay, syukurlah kamu sudah sadar," bisik suara ayah dengan nada lega. Kayla tak menjawab ucapan itu, karena dia sibuk memindai wajah-wajah yang sekarang mengelilinginya.
Ada Gea, Adiba, ayahnya, Sandi, juga Abi dan Umi yang menggendong Jovan. Tapi tak ada Adit di sana, dia mulai diserang rasa cemas.
"Mas Adit! Mas Adit mana, Yah? Mas Adit mana?" tanya Kayla dengan nada panik, disertai raut khawatir yang tergambar jelas di wajah cantiknya.
"Adit, dia-" belum selesai ayah bicara, wanita itu sudah lebih dulu menuruni tempat tidur, membuat semua orang yang ada di sana panik seketika.
"Nggak ... nggak mungkin! Mas Adit pasti baik-baik saja, dia nggak mungkin tertembak! Aku harus menemuinya sekarang!" sambung Kayla semakin panik, lalu wanita itu berjalan menuju pintu dengan langkah gontai.
I just published " 38. Epilog " of my story " Istri Pengganti (Journey Of Love) Repost ". https://www.wattpad.com/513114453?utm_source=android&utm_medium=profile&utm_content=share_published&wp_page=create_on_publish&wp_uname=Nurmoyz