"Lalu bagaimana dengan Mas Nalen? Aku yakin dia juga hancur karena Mbak pergi tanpa pamit." Gibran ikut sedih.
"Entahlah, Mbak bingung," jawab Safiyya sedih. Ia tak bisa berbohong dari Gibran bahwa hatinya pun hancur karena laki-laki itu. Nalen adalah sebuah kebahagiaan baru yang datang di tengah rasa putus asanya. Tapi sekaligus luka paling memilukan.
"Aku harap Mbak jangan benci Mas Nalen karena kematian Bapak. Dia pun pasti nggak ingin ini terjadi. Dari semua usaha yang dia lakukan, aku tahu bahwa perasaan Mas Nalen tulus."
Safiyya tak mampu membendung tangisnya mendengar perkataan Gibran. Ia terisak dalam pelukan sang adik. Lagi-lagi ia harus menyerah pada cintanya untuk Nalen.
Saya baru saja menerbitkan " 23. Keputusan Terberat " cerita saya" MISTERI DIBALIK PEENIKAHAN SAFIYYA (Pengantin Bayangan) ". https://www.wattpad.com/1243299436?utm_source=android&utm_medium=profile&utm_content=share_published&wp_page=create_on_publish&wp_uname=Nurmoyz