PeriMerahMuda

Gebrakan gila dari ibu peri (-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩___-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩) . Aku update lima bab sehari karena kangen seseorang. Btw selamat baca ya <⁠(⁠ ̄⁠︶⁠ ̄⁠)⁠> 
          	https://www.wattpad.com/story/413482454

penyukabukudansajak

IBU PERI KAPAN UPDATE  !. Saya sudah manhen ahmed!  Ayolah 

PeriMerahMuda

@ penyukabukudansajak  typo ga sih(-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩___-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩) . Sudah se rindu itu kah sama ahmeed ?. Sabar ya ibu peri sedang males naskahan. Nanti saja <⁠(⁠ ̄⁠︶⁠ ̄⁠)⁠>
Reply

PeriMerahMuda

Eyooo ibu peri comeback guys ✨
          
          Hari ini aku rilis cerita baru dengan judul bahasa Indonesia : mawar dan segel sang Sultan
          ​"Kekaisaran Utsmaniyah tidak mengenal belas kasihan, dan aku tidak mengenal ampun."
          
          ​Bagi Jenderal Ahmed Khaleed Al-Hasan, perang adalah napasnya. Baginya, Helena Almeera hanyalah seekor tikus yang menyusup ke sarang singa-musuh yang harus dipatahkan harga dirinya. Ia bersumpah dengan darah dan baja; tidak peduli seberapa keras gadis itu melawan, ia akan membuat Helena tunduk di bawah kakinya.
          
          ​Bagi Helena, Ahmed adalah iblis yang menghancurkan segalanya. Dengan belati di tangan dan keyakinan di dada, ia menatap mata sang Jenderal tanpa secuil pun rasa takut. Ia bersumpah demi langit dan bumi; ia akan membuat pria arogan ini bertekuk lutut, memohon pengampunan di hadapan Tuhan-nya.
          
          ​Di antara denting pedang dan aroma dupa yang menyesakkan, mereka terikat dalam sumpah yang mematikan. Ahmed ingin menaklukkan jiwa Helena, sementara Helena ingin meruntuhkan keangkuhan Ahmed.
          
          ​Dua musuh bebuyutan. Satu medan laga. Dan sebuah permainan maut di mana hati adalah taruhan yang paling berbahaya.
          
          ​"Kematianmu bukan di tanganmu sendiri, Jenderal. Akhir hidupmu ada di tanganku."
          
          https://www.wattpad.com/story/413482454?utm_source=android&utm_medium=link&utm_content=share_writing&wp_page=create&wp_uname=PeriMerahMudaPeriMerahMuda
          
          Saksikan kisah dua manusia yang beda agama dan penuh ego ini
          
          akan kah kalian bersatu atauuu sebalik nya.

dont_taken_my_name

@ PeriMerahMuda  kak, cerita itu ngambil dari cerita nyata kah?
Reply

PeriMerahMuda

@ dont_taken_my_name  fiksi kak. Latar nya iya
Reply

PeriMerahMuda

Aku masuk watty o(〃^▽^〃)o 
          
          Dan untuk merayakan nya aku punya puisi
          Tentang Warna yang Kalian Lukis
          ​Di antara lembaran monokrom yang kusimpan rapat,
          Kutemukan kembali garis-garis wajah kalian yang lekat.
          Elza, Adinata, Sakti—
          Terima kasih telah hadir, menjadi tinta yang tak sempat mati.
          Kalian adalah fragmen yang kupinjam untuk sebuah bab,
          Menjadi napas di tiap karakter yang kini menetap.
          ​Kepada masa lalu yang pernah singgah,
          Terima kasih telah menjadi guru paling indah.
          Kalian memberi warna pada kanvas yang dulu sempat abu,
          Mengajariku bahwa luka dan tawa adalah bagian dari ilmu.
          ​Dan untukmu, Ahmad,
          Terima kasih karena persahabatan kita terasa hangat.
          Meski kita terjebak dalam sekat yang mereka sebut zona pertemanan,
          Aku bersyukur atas tawa yang tidak pernah kenal kata bosan.
          Semoga waktu cukup murah hati,
          Menjaga kita tetap di sini, melangkah tanpa harus pergi,
          Bertahan lama dalam bingkai kawan yang saling mengerti.
          ​Kukirimkan doa dan terima kasih yang tak putus,
          Untuk setiap jejak yang kalian lukis dengan tulus.
          Kalian adalah puisi yang sedang kutulis,
          Dalam hidupku, kalian adalah bab yang paling manis.
          
          
          Makasih untuk kalian, elza dengan segala luka nya. Adonara dengan perasaan berbunga bunga nya, sakti yang belajar ikhlas, dan terakhir. Ahmad. Semoga kita bertahan lama. Like Hindia said.