Setiap orang memiliki bahasanya sendiri. Jadi, mereka tidak saling memahami, salah paham dan saling menyakiti. 

Setiap orang tumbuh dengan pola keterikatan yang berbeda. Dan tanpa sadar pola itu menjadi bahasa kita di hubungan.

Ada yang merasa dekat lewat seringnya direspon.
Ada yang merasa aman justru saat diberi ruang.

Yang satu bicara dengan mendekat.
Yang satu bicara dengan menjauh.
Kalau dua bahasa ini ketemu tanpa saling belajar, yang satu merasa diabaikan, yang satu merasa ditekan.

Padahal... mereka sedang berusaha sama-sama terhubung. Mungkin, hubungan yang sehat bukan selalu se-frekuensi. Tapi tentang mau berhenti menebak dan mulai belajar menerjemahkan.
  • JoinedJanuary 12, 2021