Princessbyun__

PWP Minggu Malam - Kakak Cantik
          	(Homo Content )
          	
          	"Adek"
          	
          	Suara lirih mengalun, mengawali sapaan saat sambungan telepon diterima. 
          	
          	"Wira lagi sibuk kah? Boleh bicara sebentar?"
          	
          	"Baik, saya informasikan saat ini pacar kakak sedang tidak sibuk. Silahkan tekan nomor 1 untuk berbicara"
          	
          	Lucu, selalu saja ada tingkahnya. Eza mengubah sambungan telepon itu menjadi panggilan video. Memperlihatkan wajahnya yang sedikit merah, karena menahan tangis. Tatapan matanya seperti emoji memohon dengan mata yang berkaca-kaca. Gerakan kecil dari bahu Eza, mencuri perhatian Wira.
          	
          	"Kenapa hm?"
          	
          	"Kakak ga ngerti"
          	
          	"Ga ngerti apa kak?"
          	
          	"Kenapa kalau mhh sama kamu.... kakak bisa cepet banget?"
          	
          	"Mulai ngelantur. Kalau ga laper, ngantuk, ya berarti sange. Jadi kakak sekarang lagi ngerasain apa?"
          	
          	"The last one"
          	
          	"Kenapa?"
          	
          	"Kangen kamu. Tadi aku buka lemari bawah, ada cardigan kamu, wangi banget"

Princessbyun__

"Apaan tuh kentel-kentel? Kayaknya enak, mau-"
          	  
          	  "Diem Wira. Diem, shh kakak bilang"
          	  
          	  "Ga ada sepuluh menit kak. Ini mah kakak yang sengaja nahan-nahan"
          	  
          	  "Mana ada gitu"
          	  
          	  "Kakak cantik ga sekali dua kali ya kayak gini. Dikira aku ga paham?"
          	  
          	  "Apa sih? Anak kecil bicaranya aneh" 
          	  
          	  "Terus aja bilang aku anak kecil kak. Nanti kalau aku pulang pas liburan kuliah, habis kamu sama aku kak"
          	  
          	  "Apa? Ga denger. Hallo? Sinyalnya jelek, nanti kakak telfon lagi ya"
          	  
          	  .
          	  
          	  (semua cerita dan original karakter adalah milik @princessbyun)
Reply

Princessbyun__

"You're already reacting. I barely did anything"
          	  
          	  Wira memiringkan kepalanya sedikit, dengan ekspresi bingung yang ia buat-buat seakan mengejek Eza yang tidak mampu menahan diri. Disaat Wira merasa sudah cukup waktunya untuk bermain, ia berusaha memantik sesuatu yang sebenarnya sudah diujung tanduk.
          	  
          	  Wira menahan senyum, anak itu mengerti apa yang sedang ditunggu oleh Eza. Seolah Eza berkata tanpa suara dan mengizinkan Wira melanjutkannya.
          	  
          	  "Hold on. One question kak. Who's the good boy?"
          	  
          	  "Kakak mhh kakak good boy"
          	  
          	  Respons itu keluar begitu saja, tanpa sadar, lebih cepat daripada yang Wira kira.
          	  
          	  "Emang kakak siapa sih namanya?"
          	  
          	  "Hngh ahh Eza hiks Eza"
          	  
          	  "Setauku good boy, pipisnya pinter sih"
          	  
          	  "Eza pinter kok hngg pinter pipisnya"
          	  
          	  "Oh ya? Sekarang bisa dong?"
          	  
          	  Eza sebenarnya masih ingin berlama-lama dalam situasi yang membakar dirinya secara perlahan. Namun, seakan tidak mau mengecewakan pasangannya, Eza harus menurut.
          	  
          	  Eza mengangguk, dirinya menyanggupi. Terdengar rengekan yang semakin nyaring, seperti anak anjing. Nafasnya kacau. Ada rasa tidak nyaman diperut bagian bawahnya. Sedikit lagi, batin Eza.
          	  
          	  Meskipun pandangan matanya sudah buram. Tapi telinganya masih berfungsi dengan baik. Dapat Eza dengar anak nakal itu malah mendesah, meniru dirinya.
          	  
          	  "Engga- Wira jangan desah. Shh jangan, bentar- hnghh kedutan banget"
          	  
          	  Jika saat ini Wira ada didekatnya, sudah pasti dia akan menyusu pada dirinya. Namun, sekarang Eza hanya bisa meremat asal puting gendut miliknya, mencoba mencari sensasi lain. Saat rengekan Eza berubah menjadi tangisan, dalam sekejap tubuh Eza sudah basah dengan cairan kental berwarna putih.
Reply

Princessbyun__

Wira kembali dengan membawa satu sosis jumbo yang kebetulan sekali baru saja ia beli hari ini. Sosis dengan isian saus keju. 
          	  
          	  Sebentar, sosis itu....
          	  
          	  Eza ingat, mereka pernah melakukan hal yang konyol.
          	  
          	  Membandingkan ukuran penis satu sama lain dengan sosis, itu termasuk konyol bukan?- dan tebak pemenangnya siapa (yang ukurannya paling besar)? Tentu, Eza.
          	  
          	  "Adek mau ngapain?"
          	  
          	  Tidak ada jawaban. Wira hanya tersenyum. Jujur, baru pertama kali Wira melakukan ini. Sebenarnya anak ini masih malu-malu. Tidak tau nantinya apakah akan berjalan sesuai apa yang Wira pikirkan.
          	  
          	  Wira buka bungkus sosis itu. Bagian ujungnya mencuat sedikit saus keju. Wira menekannya secara perlahan, sampai saus keju itu keluar sedikit demi sedikit dan ia menjilatinya. 
          	  
          	  Eza mulai terpengaruh, otaknya membuat skenario kalau saat ini yang sedang Wira nikmati itu adalah representasi dari penis tegangnya. Wira dengan mulut kecilnya yang penuh (tersumpal dengan sosis), terlihat seribu kali lebih menarik bagi Eza. Tidak membutuhkan waktu lama bagi Eza untuk teringat bagaimana hangatnya mulut Wira. Gerakannya cenderung pelan, karena sejatinya memang masih amatir. Tapi justru dapat melebur Eza dalam kenikmatan.
          	  
          	  Sulit sekali bagi Eza bahkan hanya untuk menelan ludah. Eza feels on edge. Wajah tampan itu memprovokasi dirinya untuk sesegera mungkin mendapatkan pelepasan. Perlahan Wira memakan sosis itu, sesekali membuat pipinya terlihat cekung saat mencoba untuk menyedot saus keju didalamnya. Pada akhirnya sosis itu hanya dapat Wira habiskan setengah. Sedangkan dilain sisi, Eza menikmati permainan yang friksinya ia buat sendiri.
          	  
          	  "Hngh rembes"
Reply

Princessbyun__

PWP Minggu Malam - Kakak Cantik
          (Homo Content )
          
          "Adek"
          
          Suara lirih mengalun, mengawali sapaan saat sambungan telepon diterima. 
          
          "Wira lagi sibuk kah? Boleh bicara sebentar?"
          
          "Baik, saya informasikan saat ini pacar kakak sedang tidak sibuk. Silahkan tekan nomor 1 untuk berbicara"
          
          Lucu, selalu saja ada tingkahnya. Eza mengubah sambungan telepon itu menjadi panggilan video. Memperlihatkan wajahnya yang sedikit merah, karena menahan tangis. Tatapan matanya seperti emoji memohon dengan mata yang berkaca-kaca. Gerakan kecil dari bahu Eza, mencuri perhatian Wira.
          
          "Kenapa hm?"
          
          "Kakak ga ngerti"
          
          "Ga ngerti apa kak?"
          
          "Kenapa kalau mhh sama kamu.... kakak bisa cepet banget?"
          
          "Mulai ngelantur. Kalau ga laper, ngantuk, ya berarti sange. Jadi kakak sekarang lagi ngerasain apa?"
          
          "The last one"
          
          "Kenapa?"
          
          "Kangen kamu. Tadi aku buka lemari bawah, ada cardigan kamu, wangi banget"

Princessbyun__

"Apaan tuh kentel-kentel? Kayaknya enak, mau-"
            
            "Diem Wira. Diem, shh kakak bilang"
            
            "Ga ada sepuluh menit kak. Ini mah kakak yang sengaja nahan-nahan"
            
            "Mana ada gitu"
            
            "Kakak cantik ga sekali dua kali ya kayak gini. Dikira aku ga paham?"
            
            "Apa sih? Anak kecil bicaranya aneh" 
            
            "Terus aja bilang aku anak kecil kak. Nanti kalau aku pulang pas liburan kuliah, habis kamu sama aku kak"
            
            "Apa? Ga denger. Hallo? Sinyalnya jelek, nanti kakak telfon lagi ya"
            
            .
            
            (semua cerita dan original karakter adalah milik @princessbyun)
Reply

Princessbyun__

"You're already reacting. I barely did anything"
            
            Wira memiringkan kepalanya sedikit, dengan ekspresi bingung yang ia buat-buat seakan mengejek Eza yang tidak mampu menahan diri. Disaat Wira merasa sudah cukup waktunya untuk bermain, ia berusaha memantik sesuatu yang sebenarnya sudah diujung tanduk.
            
            Wira menahan senyum, anak itu mengerti apa yang sedang ditunggu oleh Eza. Seolah Eza berkata tanpa suara dan mengizinkan Wira melanjutkannya.
            
            "Hold on. One question kak. Who's the good boy?"
            
            "Kakak mhh kakak good boy"
            
            Respons itu keluar begitu saja, tanpa sadar, lebih cepat daripada yang Wira kira.
            
            "Emang kakak siapa sih namanya?"
            
            "Hngh ahh Eza hiks Eza"
            
            "Setauku good boy, pipisnya pinter sih"
            
            "Eza pinter kok hngg pinter pipisnya"
            
            "Oh ya? Sekarang bisa dong?"
            
            Eza sebenarnya masih ingin berlama-lama dalam situasi yang membakar dirinya secara perlahan. Namun, seakan tidak mau mengecewakan pasangannya, Eza harus menurut.
            
            Eza mengangguk, dirinya menyanggupi. Terdengar rengekan yang semakin nyaring, seperti anak anjing. Nafasnya kacau. Ada rasa tidak nyaman diperut bagian bawahnya. Sedikit lagi, batin Eza.
            
            Meskipun pandangan matanya sudah buram. Tapi telinganya masih berfungsi dengan baik. Dapat Eza dengar anak nakal itu malah mendesah, meniru dirinya.
            
            "Engga- Wira jangan desah. Shh jangan, bentar- hnghh kedutan banget"
            
            Jika saat ini Wira ada didekatnya, sudah pasti dia akan menyusu pada dirinya. Namun, sekarang Eza hanya bisa meremat asal puting gendut miliknya, mencoba mencari sensasi lain. Saat rengekan Eza berubah menjadi tangisan, dalam sekejap tubuh Eza sudah basah dengan cairan kental berwarna putih.
Reply

Princessbyun__

Wira kembali dengan membawa satu sosis jumbo yang kebetulan sekali baru saja ia beli hari ini. Sosis dengan isian saus keju. 
            
            Sebentar, sosis itu....
            
            Eza ingat, mereka pernah melakukan hal yang konyol.
            
            Membandingkan ukuran penis satu sama lain dengan sosis, itu termasuk konyol bukan?- dan tebak pemenangnya siapa (yang ukurannya paling besar)? Tentu, Eza.
            
            "Adek mau ngapain?"
            
            Tidak ada jawaban. Wira hanya tersenyum. Jujur, baru pertama kali Wira melakukan ini. Sebenarnya anak ini masih malu-malu. Tidak tau nantinya apakah akan berjalan sesuai apa yang Wira pikirkan.
            
            Wira buka bungkus sosis itu. Bagian ujungnya mencuat sedikit saus keju. Wira menekannya secara perlahan, sampai saus keju itu keluar sedikit demi sedikit dan ia menjilatinya. 
            
            Eza mulai terpengaruh, otaknya membuat skenario kalau saat ini yang sedang Wira nikmati itu adalah representasi dari penis tegangnya. Wira dengan mulut kecilnya yang penuh (tersumpal dengan sosis), terlihat seribu kali lebih menarik bagi Eza. Tidak membutuhkan waktu lama bagi Eza untuk teringat bagaimana hangatnya mulut Wira. Gerakannya cenderung pelan, karena sejatinya memang masih amatir. Tapi justru dapat melebur Eza dalam kenikmatan.
            
            Sulit sekali bagi Eza bahkan hanya untuk menelan ludah. Eza feels on edge. Wajah tampan itu memprovokasi dirinya untuk sesegera mungkin mendapatkan pelepasan. Perlahan Wira memakan sosis itu, sesekali membuat pipinya terlihat cekung saat mencoba untuk menyedot saus keju didalamnya. Pada akhirnya sosis itu hanya dapat Wira habiskan setengah. Sedangkan dilain sisi, Eza menikmati permainan yang friksinya ia buat sendiri.
            
            "Hngh rembes"
Reply

Princessbyun__

Prompt Minggu Malam - Asbun 
          
          "Kenapa diem? Bisa ciuman apa kagak sih? Cupu banget!"
          
          Punya pacar yang jauh lebih tua memang butuh usaha ekstra. Kalau ga tiba-tiba bibirnya dilumat gini, yakin dah ga bakal ada yang namanya ciuman basah disore hari. Kaku banget mirip kanebo kering. 
          
          Dikatain cupu mah Mave udah biasa. Pacarnya kalau asbun emang juara. Cupa cupu enteng bener tuh mulut ngucap. Tapi ga papa, Mave sabarnya seluas samudera buat ngadepin curut kecil yang lagi ngomel didepannya. 
          
          "Ga bisa tuh" 
          
          Nada ejekan jelas kentara banget bisa Hyesa rasain. Sialan, malah digodain balik. Mana habis ngomong gitu Mave usap kasar bibirnya. Hyesa kan jadi overthinking dan malu. Segitu ga maunya dicium sama pacarnya sendiri? Apa cuma Hyesa yang excited dihubungan ini? Udah berasa jadi manusia paling ngenes sedunia.
          
          "Bapak Mave yang terhormat, liat aja gue bakal dudukin muka lu" 
          
          "Jangan asal omong kamu. Nanti beneran dikontolin nangis"
          
          Hyesa speechless. 

Princessbyun__

(semua cerita dan original katrakter adalah milik @princessbyun)
Reply

Princessbyun__

Prompt Rabu Malam - Rokok
          
          "Siapa yang bolehin kamu ngerokok di kamar?"
          
          Rokok lagi, rokok lagi. Heran Mave liatnya. Bener-bener dah kecanduan itu pacarnya. Selalu gini, pasti Heffa sembunyi-sembunyi kalau mau nyebat.
          
          "Katanya dijalan macet, kamu bakal pulang telat, tapi kok udah balik hehe. Sorry ya, lagi enak sambil nugas"
          
          Tangannya Heffa yang udah siap merentang nawarin pelukan ga digubris sama Mave. Bukannya dapet pelukan, Heffa malah harus nahan rasa sakit dari rambut belakangnya yang dijambak sama Mave. Bikin kepala Heffa sampai mendonggak, jadi berhadapan langsung sama wajah Mave.
          
          "Listen. Radang kamu itu pernah hampir parah, bisa-bisanya tetep ngerokok. Aku ga ngerti sama pikiran kamu. Aku beneran marah. Aku ga mau tau rokoknya harus mati, ngerti?"
          
          "I-iya ini dimatiin. Aku matiin sekarang"
          
          Meskipun rasa sakit dan takut sekarang ini dominan Heffa rasain, sampai-sampai ga kerasa dirinya cegukan saking gugupnya berhadapan sama pacarnya yang lagi marah, Heffa ga boleh keliatan ciut. 
          
          "Sama peju kamu. Aku ga peduli kamu mau bucat berapa kali juga terserah asal rokok yang kamu taruh di asbak itu harus mati"
          
          Tapi pengecualian kali ini, Mave berhasil bikin Heffa nyesel. Fix, setelah ini Heffa ga bakal sentuh yang namanya rokok.
          .
          .
          (semua cerita dan original karakter adalah milik @princessbyun)
          

chanchanpoo

@ Princessbyun__  d post gk d wp? Mau baca fullnya
Reply

Princessbyun__

this message may be offensive
Prompt Rabu Malam - Lelucon
          
          "Hallo cantik! Nomor wasafnya 08 berapa ya?"
          
          Sebenarnya jika ingin disandingkan apa yang paling menggambarkan diri Max saat ini, Max akan lantang menyebut rebusan air mendidih. Iya, karena godaan dari Haga yang seharian ini tidak ada hentinya membuat Max kesal setengah mati. Tugas sialan. Sebagai detektif, Max harus melakukan penyamaran menjadi seorang gadis sekolah menengah atas guna keperluan menyelediki suatu kasus. 
          
          Bahkan saat berpapasan di area parkir waktu pulang berkerja, masih saja Haga menggodanya. Sayang, Max sudah tidak dapat menahan kesalnya lagi. Max yang tadinya kembali ke kantor untuk melepas pakaian sekolah yang ia kenakan, tiba-tiba berubah pikiran dan menarik Haga masuk kedalam mobil miliknya. 
          
          Ciuman dalam dan menuntut Max berikan sebagai hukuman bagi lisan Haga yang tidak berhenti menggodanya. Sampai-sampai Haga sulit untuk bernafas, ditambah jari-jari tangan Max yang entah sejak kapan berhasil masuk ke dalam celananya membuat nafasnya semakin tercekat. Posisinya yang terlentang membuat Max mudah untuk melepaskan celana Haga dan memainkan senggamanya. Hingga anak itu mendesah keras, karena titik kesukaannya disentuh berulang kali. 
          
          "Ahh hmphhh no no no! Sayang, ki-ta ada di basement- ooh! ooh Max, sayang please"
          
          "What a cute little detective. Are you being fucked by a high school girl hm? Gimana enak? Terus, ledekin lagi coba gue mau denger. Mumpung gue masih pakai rok, ga mau ledekin?"
          
          "Maaf! Maaf, udah ahh please sa-sayang aku minta maaf. Cukup hiks cukup nan-nanti ketahuan"
          .
          .
          .
          (Seluruh prompt dan original karakter adalah milik @princessbyun)

Leon_Eine

@ Princessbyun__  wajib post di wp ini mah, harus ini, hukumnya mutlak tidak bisa diganggu gugat
Reply

klontengjiprut

Gue baca cerita lo malem malem anjir, gue mau cerita dikit. pas gue baca cerita tentang hoseo x marco punya lo itu tiba tiba pintu kamar gue kebuka sendiri anjir lo tau bunyi nya tuh kayak gini "ngik ngik ngik ngik" harusnya gue dah biasa ndenger suara pintu kayak gitu ada di rumah gue yakan ya? iyya.Soalnya pintu kamar paling belakang rumah gue kayak gitu suaranya, nah gue gak suka banget. tapi ini nih masalahnya, sebagai pemilik hak paten kamar prifat gue yekan, gue pasti udah paham sepaham pahamnya kalo pintu kamar gue gak akan gue biarin se menderita ngana sampe bisa ngerintih waktu mbukak. "Itu bukan suara pintu kamar gue wuanjeng!!!" . "sapa yg berani ngusik gue ndemet" gue kayak nya gak ada buat salah sama orang rumah bangsul. Gue coba mberani in bangun dari kasur tempet singgahsana gue samperin pintunya tutup ambil kunci kamar yg gantung di belakang pintu masukin ke lobang analnya ceklek kekunci beres.TAPPI. ANJENG PAS GUE MBALIK?!. Teteh gue udah nangkring di atas meja belajar keramat gue cokkk. IYA ANJU TETEH GUE NDODOK DI ATAS MEJAK.  Yak gue kalap lah anjieng demi bapak gue yang paling ganteng baik hati dan rajin mberikan nafkah uang jajan gue setiap hari mau gue lagi libur ato sekolah pun. Semoga gue bisa ketemu sama lo author hiks gue benci banget sama teteh gue huuu, di masa yg telah tuhan ku dan tuhan mu tulis gue berharap gue bisa kenalan sama elo secara resmi aamiin. Salam sejahtera dari anak bakap senen semoga di lancar kan teror rezekinya baybay muah.       Gue bangga tau tau akun lu lur

Princessbyun__

@ lamtim02  ✨astaga✨ aku terharuw sekali, trims atas bombardir kasih sayangnya lamting sayang ❤️. DM aku kalau kamu punya Shopee Pay ya.
Reply