Aku memang sedang menghindari mu.
Apakah itu kentara???
Aku tidak bisa mengabaikan notif pesan mu di handphone ku, makanya aku sengaja melakukan ini. Bukan untuk kamu, tapi untuk diriku sendiri. Aku hanya ingin menjaga diri untuk tidak tersakiti.
Untuk mu mungkin tidak akan ada bedanya, berkirim pesan setiap hari atau tidak. Tapi bagiku, membaca deretan kalimat mu saja sudah membuat hatiku bergetar, bahagia. Gila dan terdengar aneh, seperti kata mu.
Aku hanya takut tidak bisa mengendalikan diri. Andaikan mulutku tak pernah berterus terang, aku yakin situasinya berbeda. Aku pandai menyembunyikan rasa, berpura-pura biasa saja padahal hatiku bergemuruh rindu. Tadinya, sebelum aku mengaku CINTA.
Setidak tahu diri itu memang, jika sudah mengaku aku menjadi manusia terbodoh yang bahkan selalu ingin menunjukkan rasa meski keberadaan nya saja tidak di inginkan.
Aku ingin mencintaimu setulus hembusan angin. Selalu ada, menyejukkan, lembut, dan memberikan kehidupan. Sangat di butuhkan sayangnya tidak banyak yang menganggap sepenting itu keberadaan nya.
Dan ternyata aku kalah. Aku tidak mampu menjadi angin, karena hanya "TEMAN" ternyata menyakitkan.