Jstminegrint

Boleh minta follback kak?

Raaaaa_jyhan19

@ Jstminegrint  makasih jgaaa ><
Contestar

Raaaaa_jyhan19

@ Jstminegrint  done yaa
Contestar

hida_shya

SUMIMASEN NUMPANG RIBOOT, ARIGATHANKS FOR YOUR (Y)D UPDATE! /sungkem tapi boong

hida_shya

@ hida_shya  hm, kalo udah ada, ye ಠ◡ಠ
Contestar

Raaaaa_jyhan19

@ hida_shya  okeh, chapter depan ribut lagi, yes
Contestar

hida_shya

Moshi-moshi~ 
          
          Terimakasih untuk update ceritanya (*´ω`*)

Raaaaa_jyhan19

@ hida_shya  kalo mesin teleport yg di indomart udh bener, ntar gw jemput :"
Contestar

hida_shya

@ Jihan_Rashida  ah elah~ jemput, kek
Contestar

Raaaaa_jyhan19

@ hida_shya  hm. Jangan lupa bayarannya di anter langsung (baca : kapan lu ke sini?!) T-T 
Contestar

ashwonders

Halo, terima kasih banyak untuk read dan votes-mu di ceritaku <3
          
          Hugs,
          Ash

Raaaaa_jyhan19

@ MadAsahi  iya, kak. Ceritanya bagus, suka banget ><
Contestar

AzzaFatime

Permisi promosi, saya harap kamu mau mampir dan meninggalkan jejakmu di cerita yang saya bawakan ini ... terima kasih! ^^
          
          https://www.wattpad.com/story/272627610-knightmare-balsamic
          
          KnightMare: Balsamic
          {Dark Fantasy, Action, Melodrama}
          
          Medan yang lebih buruk dari perang mana pun, ada di sini; panggung kenyataan di mana Kegelapan mengacaukan perbatasan demi menguasai dunia umat manusia.
          
          Mereka berkata ini demi kedamaian; pengorbanan berbaris-baris pion yang masih manusia pun dilakukan.
          
          Mereka berkata ini demi kehidupan: kematian berbaris-baris pion kemudian menjadi bayaran.
          
          Mereka berkata ini demi keseimbangan; sekian pion pun dikendalikan takdir buatan untuk diangkat sebagai kesatuan dari segala kesalahan.
          
          Mereka berkata ini demi kepahlawanan; pion-pion itu dipatri gelar Ksatria, dihiasi Armor terkuat, dianugerahi Cubism terbaik. Tak lupa pula, diserahi kematian pada baris terdepan.
          
          Ketika panggung kenyataan membukakan tirai pertunjukan yang sesungguhnya, sampai manakah kiranya para Ksatria—yang masing-masing hati dan emosi mereka dipermainkan—bertahan di atas pijakan mimpi buruk mereka?