Rafliisme

Sial, semua pidato nasionalis dan patriotis ini membuatku ingin selingkuh naskah. 

Rafliisme

aku bersyukur karena lahir di tanah ini, besar di tanah ini. dan sebagai wujud rasa syukurku aku ingin mati di tanah ini dan untuk tanah ini. masyarakatnya heterogen, kaya akan budaya, bahasanya indah dan tanahnya gemah Ripah loh jinawi. 
          
          mungkin kau akan berkata, negeri ini korup, tertinggal dan miskin. tapi kau harus tau. untuk membuat negara menjadi maju kau butuh waktu sekurang kurangnya satu atau dua generasi yang hidup di era yang penuh kestabilan politik dan ekonomi serta infrastruktur dasar yang cukup. 
          
          Indonesia? negeri ini belum genap 80 tahun, infrastrukturnya belum merata dan belum genap satu generasi menikmati kestabilan politik dan ekonomi tapi sudah berani untuk melakukan hal besar seperti memproduksi alat elektronik sendiri, membangun kapal perang, kapal selam, kendaraan berat, hilirisasi industri, dan bahkan merancang jet tempur generasi 4.5 demi pertahanan negara. 
          
          belajarlah sejarah, Amerika saat masih seusia Indonesia. Mereka masih saja berdebat tentang perbudakan dan perang saudara. sedangkan Indonesia sudah memikirkan tentang perpindahan ibukota, penangan korupsi dan proyeksi kekuatan regional
          
          
          
          

Rafliisme

Apakah orang seperti Lee Kuan Yuw, Deng Xiaoping, dan Park Chung Hee pernah berpikir untuk melakukan sesuatu yang disebut "kabur aja dulu" ? 
          
          Tidak! Sekalipun tidak! Mereka semua adalah orang pintar dan punya kesempatan untuk kabur dari negara mereka yang kondisinya jauh, jauh! Jauh! Lebih buruk dari yang kita alami saat ini. 
          
          Tapi mereka tidak kabur, mereka memilih untuk menetap. Dari pada menggunakan semua yang mereka punya. Seperti uang, kepintaran dan lain semacamnya untuk pergi ke negeri orang yang lebih sejahtera. Mereka memilih untuk tetap tinggal dan membuat negeri mereka lebih baik. Dari negeri yang dijadikan sebagai tempat kabur oleh orang-orang. 
          
          Kabur hanya untuk pengecut/gagal! 
          
          Sampai butir peluru terakhir, sampai titik darah terakhir. Saya tidak akan sudi menyerah untuk memajukan negeri ini.
          
          Dan kalaupun saya pergi dari negara ini. 
          Saya akan pergi, tapi bukan untuk kabur. Tapi untuk kembali dan melakukan sesuatu yang lebih besar dari yang selalu saya lakukan selama ini. 
          

Rafliisme

Ceritanya aku ingin nulis romcom, tapi bukannya hal hal yang bikin diabetes, yang muncul di otak malah sisi tergelap dalam diri.
          
          Baru aja aku mikir buat lanjutin draft lawas yang isinya tentang pangeran yang  diperlakukan buruk oleh raja. 
          
          Setelah memberangus pemberontak, dia malah difitnah dan ditampar di depan para prajurit yang dipimpin olehnya.
          
          Padahal aslinya raja marah bukan karena pangeran melakukan kejahatan perang, melainkan karena pangeran pulang dalam kondisi hidup (sang raja mengirimnya pergi berperang dengan harapan pangeran akan mati di Medan perang)

Rafliisme

Satria guru les aku unpublish, keputusan berat memang soalnya baru kali ini aku dapet lebih dari 600 pembaca.
          
          Tapi harus aku lakukan! Aku tidak mau seseorang membaca karya sampah yang belum matang ini. 
          
          Intinya bakal ada banyak perombakan. Semuanya akan terbakar lebih pelan. Nggak buru buru dan akan memperbanyak interaksi yang akan membuat si brengsek Satria dan si Cantik imut manis sexy Ambar lebih dekat sebelum akhirnya jatuh cinta. 
          
          

Rafliisme

Swarnaloka secara budaya, fisik dan militernya mirip dengan Indonesia. Mereka ingin membantu TTB dengan imbalan berupa izin untuk membuka pertambangan minyak, baru bara dan uranium yang mulai langka di Swarnaloka. 
          
          Tapi Swarnaloka bukanlah negara adidaya. Mereka adalah Indonesia tapi dengan teknologi yang setara dengan jepang. Mereka tidak berani secara terang-terangan membantu TTB karena takut dimusuhi oleh dunia internasional. 
          
          Jadi mereka membentuk sebuah perusahaan militer swasta yang sebenarnya diisi oleh pasukan khusus Swarnaloka. Mereka membantu TTB dalam hal pelatihan, penyediaan peralatan, intelijen dan juga bertempur secara langsung di garis depan.

Rafliisme

Gweh dapet ide nulis cerita tapi bukan untuk novel atau komik tapi untuk game. Genrenya Extraction shooter kayak Arena breakout atau Escape from Tarkov. 
          
          Ceritanya ada bangsa bernama "Tamara" yang terpecah karena perbedaan ideologi. Yang Utara dipimpin oleh seorang Raja, mereka didukung oleh negara asing bernama Pakta militer laut Utara yang teknologi dan peralatan militernya mirip dengan Barat.
          
          
          Yang selatan adalah republik sosialis. Mereka didukung oleh Pakta pertahanan sosialis internasional yang teknologinya mirip dengan Tiongkok dan Rusia. 
          
          Dan suatu ketika terjadi perang antara dua negara itu, keduanya sama sama babak belur dan merasa kalau perang udah stagnan. 
          
          Kemudian muncul satu pihak lagi yang bernama "Tentara Tamara Bersatu" atau TTB yang memusuhi Utara dan selatan. Pasukan ini diisi oleh orang-orang yang sudah muak dengan perang dan ingin mempersatukan bangsa mereka. TTB menempati zona bekas perang yang dijuluki oleh Utara dan selatan sebagai No man's land/Tanah tak bertuan. Lokasinya berada di antara Utara dan selatan. Dalam game TTB akan memiliki peran yang mirip seperti Scav atau militan dalam game Escape from Tarkov dan Arena breakout. 
          
          Kita (player) adalah seorang PMC/tentara bayaran yang datang ke Tanah tak bertuan untuk mengambil keuntungan dari perang ini. Kita (player) bisa menerima job/misi dari pihak Utara atau selatan atau sekedar masuk ke map dan mencari jarahan. 
          
          Ada juga story mode. Kita bisa memilih untuk bergabung dengan Utara, selatan, Atau pasukan khusus dari negara lain bernama Swarnaloka yang datang untuk membantu TTB secara sembunyi-sembunyi.