Rafliisme

Dan ternyata, ada satu bab lagi yang belum aku upload (lebih tepatnya kepotong dan aku upload sebagai bab terpisah) 
          	
          	Nggak terlalu penting sebenarnya, tapi agak sayang kalau enggak aku publish. 

Rafliisme

Gilak, ada bab yang lupa aku publish 

TwistOAL

@Rafliisme Santai aja, Kak👍
• Reply

Rafliisme

@ Rafliisme  kamu baca lompat bab ༎ຶ⁠‿⁠༎ຶ, maaf ya. Tapi tenang aja, nggak terlalu berpengaruh kok. 
• Reply

Rafliisme

Jualan apa yang paling menguntungkan? Yup! Betul! Emosi dan kebencian. 
          
          Nggak perlu modal, nggak perlu bayar pajak, apalagi mematuhi hukum ketenagakerjaan dan nggak perlu juga melaksanakan sesuatu yang disebut sebagai Corporate Social Responsibility. 
          
          Dijamin dapet duit, atensi dan juga pengikut.
          
          Ngelamarnya dimana? Twitter. Tinggal login 
          
          

Rafliisme

Caraku untuk menyikapi media khususnya yang berkaitan dengan politik, pemerintah dan ekonomi:
          
          1. Begitu tau kalau ada suatu isu, kebijakan, RUU dan lain lain. Jangan langsung ikut ikutan bereaksi di media sosial ataupun di RL. Mau itu pro atau kontra. Pokoknya jangan! Apapun ideologi kalian, sebenci atau secinta apapun kalian pada rezim, jangan langsung bereaksi.
          
          2. Misalnya jika itu suatu kebijakan atau rencana pemerintah. Cari tau detailnya lewat detikcom atau antara news. Ya, harus diakui kalau mereka main aman soal pemerintah tapi penjelasan mereka jelas dan bahkan lebih jelas dari humas instansi pemerintah. Jadi baca artikel mereka, pahami visi, misi atau maksud dari program. 
          
          3. Setelah paham. Pindah ke tempo (jangan Facebook) atau media yang selalu tajam dan kritis ke pemerintah. Mereka bisa kasih kamu pandangan baru tentang isu terkait misalnya efek sampingnya, resikonya ataupun pihak yang mungkin akan dikorbankan dalam setiap keputusan. 
          
          4. Buka akun, forum atau grup yang isinya memang expert dalam isu terkait. Bisa Facebook, bisa quora. Misalnya tentang pertahanan, kalian bisa buka grup Facebook forum militer Indonesia. Mereka bukan awam, mereka adalah expert dalam hal terkait. Kritik, penolakan dan dukungan mereka berdasarkan pada pengetahuan, pengalaman dan obsesi pada bidang terkait. Walaupun bisa bias, mereka lebih baik dari orang normies ber foto profil anime di Facebook atau sjw centang biru di Twitter/X. 

Rafliisme

Pandangan ku tentang beberapa media
          
          
          
          Vice news: orangnya niat, tapi terlalu pro Demokrat 
          
          Tempo: bagus banget, tapi selalu pilih pilih hal yang ingin diberitakan. Mau bagaimanapun mereka ingin mempertahankan posisi mereka sebagai media yang nggak nurut pemerintah (tempo Facebook kualitasnya kayak tai, jangan gampang kegiring sama tempo Facebook)
          
          BBC: apa yang kau harapkan? Mereka British+jewish. Jangan terlalu percaya bahkan sama cabang Indonesia 
          
          Al-Jazeera: vice news tapi muslim
          
          Detik.com: bagus, tapi mereka selalu main aman ke pemerintah.
          
          Tribun: anggap aja semua berita mereka hoax sampai terbukti sebaliknya. 
          
          Media homeless: mereka cuman orang males+nggak modal+selalu mengikuti selera pasar. Ketika pasar jadi pro pada pemerintah, mereka jadi pro pemerintah. Ketika anti pati ke pemerintah, mereka juga bakal ikut. 
          
          Kompas: udah lama enggak baca