"Ka, kok ke sini?"
Arka nyodorin air sama roti. "Laper kan. Tadi bilang belum makan."
"Makasih."
Arka mau pergi. Tapi dicegah. Ica tanya, "Tadi dari mana? Bau bensin."
Arka diem satu detik. "Bengkel."
"Oh." Ica percaya.
Pas udah siap di motor, Arka ngeliat ke arah sirkuit. Cahaya lampu udah nyala dari jauh. Dia narik napas, batin, "Sebentar lagi."
"Habis ini mau ke mana?" tanya Ica buka rotinya, terus dimakan.
"Kenapa?"
"Langsung pulang. Tidur. Jangan bergadang."
Perhatian kecil Ica ini yang selalu bikin tenang Arka.
"Udah, masuk sana!"
"Udah makan?" Sengaja ngulur waktu biar bisa lama-lama sama Arka.
"Udah."
"Bohong."
"Enggak."
"Ya udah."
"Masuk. Tidur. Jangan kelayapan."
"Enggak pernah."
"Gadis pintar." Arka ngacak rambut Ica. Pelan.
Jantung Ica berdetak cepet.
"Iiih, berantakan." Ica rapiin rambutnya.
Saya baru saja menerbitkan " CLUE " cerita saya" CEGILNYA ARKA ". https://www.wattpad.com/1658269811?utm_source=android&utm_medium=profile&utm_content=share_published&wp_page=create_on_publish&wp_uname=Rex_delmora