Aku ingin hujan datang lagi, bukan untuk mengisi sepi, rindu, duka atau luka. Tapi rasa bimbang yang terus meraung dalam ruangku. Aku lelah hanya untuk bernafas, mengatakan omong kosong yang banyak orang-orang sukai dengan senyum manis ini. Katakan selamat tinggal, selamat malam pada jiwaku yang entah pergi ke mana tuk berbahagia. Apakah ada satu hal yang bisa membuatku tak bisa berpikir, candu?
Aku tidak akan lari dari apa yang kumulai, mungkin kau tidak tertarik pada hal yang sudah lama kutinggalkan. Tapi aku mencoba menyelesaikannya setelah memikirkannya 3th lebih. https://my.w.tt/KkfPYxeed5
Saya mendengarnya lagi, hiasan kelabu dalam dunia yang penuh kilauan senja. Saya juga memutar video yang sama dari hari kehari tanpa kata bosan, karena rasa takut yang melahap tak kunjung hilang. Tawa miris dan ironi saya tak bisa dihentikan saat anda meminta untuk mengulang semuanya dari awal kita saling menatap. Saya hanya peduli pada sikap angkuh dan kejam saya pada kebaikan anda yang memuakkan untuk sebuah motif yang sangat mudah terbaca. Anda harus memiliki alasan yang logis, lebih angkuh dan penuh ambisi dari pada saya agar cerita yang ingin anda buat lebih menarik bagi saya.
Anda tahu bahwa ada yang salah dengan pola pikiran saya dan semua orang mulai tahu itu. Hanya karena wajah polos saya, anda memakan provokasi mengerikan saya. Lucu, anda mulai membosankan.
Mereka bilang aku stres dalam ruang depresi dan terlalu banyak berpikir. Tak ada yang tahu berapa kali kami mencoba saling membunuh agar perhatian yang selalu dianggap simpel dan sederhana ini ternyata sebuah gangguan jiwa yang berbahaya. Bahkan mereka selalu lupa untuk menyimpan benda tajam pada tempatnya, bahkan jika itu sebuah pemotong kuku. Mereka juga sok tau dengan apa yang membuat kami sekarat, tanpa sadar bahwa ucapan merekalah alat penyiksa tersadis dalam hidup kami. Lagi dan lagi mereka melakukannya tanpa berpikir panjang. Kadang kami mempertanyakan akhirnya adalah sebuah pilihan kematian yang kami lakukan, bukan pemegang pencipta.
Anda harus melepaskannya, sekarang. Menghempaskannya, mengacuhkannya dalam waktu bersamaan. Menganggapnya sebuah lelucon panjang, cukup melelahnya untuk disukai. Kadang, anda selalu menari sendiri di tengah jalan seperti orang gila. Ya, anda tengah depresi dengan banyak alter yang tak bisa berhenti mengajak anda untuk bermain dalam lucid dream yang retak. Pion terkuat anda lenyap, gerbang anda runtuh seketika.