Ruchyanto

ku pikir sudah mereda, ternyata lubang itu masih menganga besar. sesak dada ini... seandainya masih ada waktu, hanya ingin mengatakan terima kasih, maaf dan aku sangat mencintaimu...
          	 dari anak yang di tinggal selamanya oleh Mama...

Ruchyanto

ku pikir sudah mereda, ternyata lubang itu masih menganga besar. sesak dada ini... seandainya masih ada waktu, hanya ingin mengatakan terima kasih, maaf dan aku sangat mencintaimu...
           dari anak yang di tinggal selamanya oleh Mama...

Ruchyanto

Pagi ini... terasa begitu berbeda. Singgah di sebuah cafe yang baru saja buka. Aroma khas pembersih lantai samar terasa, sedikit hilang saat bartender mulai meracik kopi pesanan. Harum kopi semerbak meliputi ruangan. Menunggu dengan tenang,ku lihat ada buku tersusun di rak. Tidak banyak,  namun itu cukup membuatku tertarik. Sembarangan aku ambil satu buku, terdiam saat melihat judul "Ibu, sedang apa?" 
          Ingin ku kembalikan tapi aku tetap membawanya. Di sudut ruangan, aku duduk di temani satu cup kopi serta buku itu. Aku yakin dengan sangat buku ini akan membuatku menangis.
          Dan benar saja, aku larut masuk ke dalam ceritanya. Hingga akhirnya tetesan air mata mengalir dari ujung mata.