SRkita

[Sekuel Bab 39. Kemoterapi Pertama]
          	
          	Fariz mulai duduk dan mengelus rambut istrinya dengan perasaan kalut. Ia tidak mampu saat melihat bekas jarum suntik memenuhi hampir sebagian lengan kanan Dinda.
          	
          	"Maafkan aku," bisiknya mencium kening Dinda merasa bersalah. Air matanya lagi-lagi menetes ke wajah Dinda sehingga membuat si empu tak sengaja terbangun.
          	
          	Mereka sama-sama diam saling tatap, kali ini Dinda tidak mampu lagi menyembunyikan rasa sakit yang menjalar di tubuhnya. Air matanya mulai mengalir deras mencoba memberitahu Fariz bahwa keadaannya memang tidak sedang baik.
          	
          	"Sakit, Mas," eluhnya di sela tangisnya seolah meminta untuk dibebaskan dari semua rasa nyeri.
          	
          	Isak tangis Dinda mulai terdengar di sudut-sudut ruangan sehingga membuat pertahanan Fariz runtuh tak sanggup selain memeluknya cukup erat.
          	
          	....
          	
          	Tunggu minggu depan yaa :))
          	https://www.wattpad.com/story/336631983

umayapustaka_media

Hai kak saya melihat naskah kakak layak untuk diterbitkan
          
          Perkenalkan saya dari tim redaksi Perkasa Satu, saya melihat naskah yang kakak tulis di wattpad sangat menarik dan layak di terbitkan.  Saat ini kami membuka  program Terbit Gratis Edisi Agustus dan naskah bisa MASUK GRAMEDIA  (Free ISBN, dengan syarat & ketentuan) untuk 10 naskah tercepat, jika kaka berkenan menerbitkan naskah menjadi buku bisa hubungin kami.
          
          Berikut fasilitas lengkap yang akan didapatkan:
          
           Standar Publikasi & Distribusi Digital
          • ISBN/E-ISBN & QRCBN/QRSBN
          • Keanggotaan IKAPI
          • Google Scholar & Google Play Book
          • Buku terdaftar di aplikasi iPusnas
          
           Produksi & Legalitas
          • Editing naskah profesional & Desain Cover eksklusif
          • Sertifikat Penulis resmi
          • Surat Kontrak Kerjasama yang jelas dan mengikat
          
           Distribusi Arsip & Royalti
          • 2 Arsip Perpusnas + 1 Arsip Perpusda
          • 1 Arsip Penerbit + 1 Buku fisik GRATIS untuk penulis (s&k)
          • Promosi aktif di berbagai platform Sosial Media
          • Royalti kompetitif 20–30% untuk setiap penjualan
          
          Jika Kakak tertarik untuk mengetahui detail syarat dan draft kontraknya, kami sangat terbuka untuk berdiskusi lebih lanjut. Kakak bisa langsung menghubungi Admin kami via WhatsApp dibawah  ya
          WA: 083197323183

SRkita

[Sekuel Bab 39. Kemoterapi Pertama]
          
          Fariz mulai duduk dan mengelus rambut istrinya dengan perasaan kalut. Ia tidak mampu saat melihat bekas jarum suntik memenuhi hampir sebagian lengan kanan Dinda.
          
          "Maafkan aku," bisiknya mencium kening Dinda merasa bersalah. Air matanya lagi-lagi menetes ke wajah Dinda sehingga membuat si empu tak sengaja terbangun.
          
          Mereka sama-sama diam saling tatap, kali ini Dinda tidak mampu lagi menyembunyikan rasa sakit yang menjalar di tubuhnya. Air matanya mulai mengalir deras mencoba memberitahu Fariz bahwa keadaannya memang tidak sedang baik.
          
          "Sakit, Mas," eluhnya di sela tangisnya seolah meminta untuk dibebaskan dari semua rasa nyeri.
          
          Isak tangis Dinda mulai terdengar di sudut-sudut ruangan sehingga membuat pertahanan Fariz runtuh tak sanggup selain memeluknya cukup erat.
          
          ....
          
          Tunggu minggu depan yaa :))
          https://www.wattpad.com/story/336631983

SRkita

Arta menatapku dengan sorot mata dalam seolah mengatakan cintanya masih sama seperti dulu. Ia terlihat memiringkan wajahnya semakin dekat sehingga membuat jantungku berdetak lebih cepat dan detik berikutnya langsung menutup mata merasa takut.
          
          "Kenapa, Naa?" Tanya Arta tiba-tiba hanya ingin mengambil sesuatu di belakang punggung ku.
          
          "Ih, Arta!" Rengekku merasa malu langsung menutup wajah dengan kedua tangan.
          
          Arta tertawa renyah masih saja suka jahil seperti dulu. Ia mengacak rambutku gemas dan sangat senang membuatku merengek manja seperti ini.
          
          ...
          
          [Sekuel NAGATA] Baca di sini!
          https://www.wattpad.com/story/373776856