SailoravaloneSailora
Mencintai Angin
Aku berjalan di antara bayangan senja,
mencari wajah yang tak pernah nyata.
Ada hangat di dada, namun kosong di mata,
seperti mencintai napas sang angin — ada tapi tiada.Setiap hembusnya menyentuh dasar jiwaku,
membisikkan nama yang tak pernah kutahu.
Apakah ini cinta, atau sekadar rindu,
pada sesuatu yang dicipta hatiku sendiri dulu?Jika angin pun tak bisa kugenggam,
biarlah ia menetap di dalam diam.
Karena mungkin, cinta tak harus bertuan,
cukup hidup di dada — tanpa alasan.