"Setelah kau melukai temanmu. Kau anggap seakan tidak ada apa-apa" ujar Levi sembari bangkit dari posisi berlututnya.
(Name) mengedikkan bahunya tak peduli. "Dia bukan temanku. Dia hanya pion-"
"Simpan omong kosongmu dan biarkan aku membunuhmu" (Name) tertawa mendengar cemoohan Levi yang penuh dendam padanya.
(Name) dengan masih menahan pedang Levi mendekatkan kepalanya pada benda tajam itu. Satu goresan terlukis di lehernya hingga cairan merah merembes keluar darisana.
"Bunuh aku sekarang Wilhelm" ia berbisik.
...................................
Halo. Ini Jahe.. kangen tidak?
Reader : (menatap tajam)
Hehe.. maaf Jahe sempat menghilang sebentar, sekarang MUNGKIN sudah bisa mulai bisa nulis karena Jahe juga lagi kangen nulis. Ya gimana ya, di buku oren ini makin sepi dan emang gaada positifnya selain hobby dan apresiasi dari kalian.
Mungkin banyak dari kalian yang support, tapi juga ada yang justru nge down in Jahe.
"Cara tulis yang kasar dan ga on poin"
"Book udah 5 taun tapi gaada perkembangan"
"Berasa kayak ngeliat orang halu"
Apa ya.. kalian kan gratis ya bacanya, kok masih bisa ngatain orang sejahat itu. Sempat kepikiran buat apus akun atau ga bikin book berbayar aja buat filter orang orang kayak gitu. Tapi Jahe juga masih mikirin reader baik yang masih baca dan nungguin.
Mungkin dari kalian pikir, itu cuma sebatas komentar kok baper. Tapi percayalah, gaada benefit apapun dari aku nulis selain SUPPORT dan APRESIASI. Kenapa banyak lapak yang mulai ditinggalkan sama penulisnya, ya karena ini..
Setelah merenung, Jahe coba berusaha buat mulai berani pelan pelan.
Terimakasih buat penggemar book W dan book P yang masih dukung Jahe, wopyu banyak banyak ❤️
#jahe mau liat apa masih ada yang tertarik dengan book ini? Kalau komentar sampai 100 Jahe bisa usahakan buat teruskan lagi, tapi ga boleh asal spam ya ↕️