Soangryuuu

INI JUGA, ALZHEIMER'S SATU. KENAPA GINI BGT 

Soangryuuu

Percayalah ges, cover dari Ai akan kalah di bandingkan dengan cover buatan sendiri. Effort nya ada, niatnya ada, tidak bermaksud untuk menjelekkan hanya saja terkadang kalau membuat cover sendiri kalian memiliki kesannya masing-masing dalam berkarya 

ReiMikhailovich21

@Soangryuuu  tbh, aku ngerasa gak nyaman setiap ngeliat ai generate. Aku lebih suka cover yang dibikin pake canva gratisan (soalnya aku juga gitu). Sesederhana apa pun desainnya, asalkan nyambung dan gak nabrak menurut aku itu udah bagus banget dibanding hasil kecerdasan artifisial. 
Reply

Soangryuuu

Lalu Ex-Husband bisa berkembang sehebat itu alur nya dari mana? Jawabannya ada karena aku terinspirasi dari lingkungan sekitar ku yang penuh dengan perselingkuhan dan wanita ketiga. 
          
          Alasan mengapa aku tidak bisa membuat cerita yg obsessed dikarenakan aku tidak tahu bagaimana seorang pria yang benar-benar terobsesi pada satu wanita. Seolah aku sendiri kehilangan kepercayaan ku terhadap laki-laki. 
          
          Belajar menulis cerita obsessed? Entahlah, aku juga tidak tahu apakah aku bisa. Karena di dalam pikiran ku hanya ada cerita sad ending, tragedy, konflik, cheating, miscommunication. 
          
          Tapi aku akan belajar, untuk membuat cerita yang terbilang obsessed. Maksudku, biar di narasinya kata Obsessed itu bukan di jelaskan dengan kata melainkan dengan hal-hal lain. Bukan pula tindakan. Tapi seperti sesuatu yang lain

Soangryuuu

Aku berharap di tahun ini, ketika aku kembali mempublikasikan cerita Ex-Husband. Tidak ada lagi orang-orang yang mencoba melakukan plagiarisme pada cerita Ex-Husband. Mungkin ceritanya tampak tidak menarik entah dari alur yang bisa di tebak, atau tata bahasa yang masih kurang rapi dan kurang bagus. 
          
          Karena jujur saja, rasa nya tidak adil ketika ceritaku di plagiat dalam bentuk apapun. Karakter Lookism wajar saja sama, karena itu bukan milikku. Tetapi alurnya? Aku membuatnya ditengah-tengah kesibukan waktuku, aku menyempatkan diri di sela² waktu Ziarah buat publish tiap bab nya. Aku memikirkannya di tengah-tengah malam sampai jam tiga pagi. 
          
          Tidak mudah memikirkan alur cerita hingga membuatku menangis ditengah-tengah malam apalagi dengan beribu-ribu kata dalam setiap babnya. 
          
          Mengetik hingga siku, pinggang, jari dan lenganku sakit, leherku sakit. Bahkan aku harus sampai drop karena sakit dan seenaknya ada orang yang berani mengikuti alur cerita Ex-Husband. 
          
          Aku tidak masalah jika terinspirasi, tapi alurnya? Jujur meski alur tersebut terbilang pasaran dan mudah di tebak, aku benar-benar memikirkan nya secara sendirian. Tidak pernah membaca cerita orang lain, atau terinspirasi dari cerita orang lain... 
          
           

Soangryuuu

Sekarang kemungkinan besar aku tidak melanjutkan menulis di karenakan aku mengalami writer block, bahkan saat mau mengambil Hiatus pikiran ku tidak tenang karena memberikan janji yang tidak pasti-pasti kepada para readers. 
          
          Jujur aku menulis bukan untuk memenuhi keinginan para pembaca, (opsional kalau Ex-Husband). Bagian side story Ex-Husband kebetulan karena request sehingga bisa ku kabulkan, dan cerita what if ada dikarenakan keinginan pembaca juga. 
          
          Aku tidak pernah ingin mengikuti apa kata pembaca, aku selalu ingin mengikuti kata hatiku sendiri. Sampai di fase ini yang ngebuat kepalaku sakit dan rasanya sesak kalau memikirkan mana cerita yang perlu aku publish. 
          
          Tapi aku sekarang lebih sadar, bahwa bukan dari permintaan pembaca tapi bagaimana konsisten nya aku menulis. Bukan dari berapa banyak orang yang membaca atau memberikan vote tapi seberapa yakin diri aku sama diri sendiri buat publish cerita itu demi diri sendiri bukan demi diperhatikan oleh orang lain. 
          
          Menarik atau tidak menarik, ceritaku tetaplah aku yang memegang alurnya. Ini kejam tapi memang begitu adanya. 
          
          Ini aku tidak mencoba berkeluh kesah atau mengkritik atau berbicara tentang pembaca ku, ini tentang 'aku' yang sedang berusaha buat bisa kembali konsisten dalam menulis. 
          
          Karena aku ingat sekali saat menulis Ex-Husband aku begitu sangat konsisten untuk mempublikasikan cerita itu. Dari bulan Juni-Juli-Agustus hingga September pada tahun 2025.