Aku berharap di tahun ini, ketika aku kembali mempublikasikan cerita Ex-Husband. Tidak ada lagi orang-orang yang mencoba melakukan plagiarisme pada cerita Ex-Husband. Mungkin ceritanya tampak tidak menarik entah dari alur yang bisa di tebak, atau tata bahasa yang masih kurang rapi dan kurang bagus.
Karena jujur saja, rasa nya tidak adil ketika ceritaku di plagiat dalam bentuk apapun. Karakter Lookism wajar saja sama, karena itu bukan milikku. Tetapi alurnya? Aku membuatnya ditengah-tengah kesibukan waktuku, aku menyempatkan diri di sela² waktu Ziarah buat publish tiap bab nya. Aku memikirkannya di tengah-tengah malam sampai jam tiga pagi.
Tidak mudah memikirkan alur cerita hingga membuatku menangis ditengah-tengah malam apalagi dengan beribu-ribu kata dalam setiap babnya.
Mengetik hingga siku, pinggang, jari dan lenganku sakit, leherku sakit. Bahkan aku harus sampai drop karena sakit dan seenaknya ada orang yang berani mengikuti alur cerita Ex-Husband.
Aku tidak masalah jika terinspirasi, tapi alurnya? Jujur meski alur tersebut terbilang pasaran dan mudah di tebak, aku benar-benar memikirkan nya secara sendirian. Tidak pernah membaca cerita orang lain, atau terinspirasi dari cerita orang lain...