Springtopia

Hal yang Aiden tidak suka: keributan, cewek penggosip, dan penindasan di depan mata. 
          	
          	Hal yang Aiden suka: berlari, tidur siang di rooftop saat jam istirahat, dan menguping Mackenzie. 
          	
          	Aiden bersama rekan-rekannya rela melakukan tindakan menentang hukum demi dunia rahasia terjaga. Musuh terbesar mereka adalah polisi dan barang bukti. 
          	
          	Tapi itu dulu. 
          	
          	Setelah pergi dari mansion, pemuda itu hanya ingin meneruskan hidup dengan tenang meski tak satu pun makanan tersedia di dapur. Kemunculan hibrida dan lich primitif menyebalkan memaksanya kembali menjadi Pemburu. Namun, gawat, seseorang telah mengetahui siapa jati dirinya yang sebenarnya. 
          	https://www.wattpad.com/story/111897138

Springtopia

@Bulandare Wah ... jadi keinget lagi ya, kak
Reply

Bulandare

@Springtopia Aiden, nama mantan aku kak 
Reply

Springtopia

Hal yang Aiden tidak suka: keributan, cewek penggosip, dan penindasan di depan mata. 
          
          Hal yang Aiden suka: berlari, tidur siang di rooftop saat jam istirahat, dan menguping Mackenzie. 
          
          Aiden bersama rekan-rekannya rela melakukan tindakan menentang hukum demi dunia rahasia terjaga. Musuh terbesar mereka adalah polisi dan barang bukti. 
          
          Tapi itu dulu. 
          
          Setelah pergi dari mansion, pemuda itu hanya ingin meneruskan hidup dengan tenang meski tak satu pun makanan tersedia di dapur. Kemunculan hibrida dan lich primitif menyebalkan memaksanya kembali menjadi Pemburu. Namun, gawat, seseorang telah mengetahui siapa jati dirinya yang sebenarnya. 
          https://www.wattpad.com/story/111897138

Springtopia

@Bulandare Wah ... jadi keinget lagi ya, kak
Reply

Bulandare

@Springtopia Aiden, nama mantan aku kak 
Reply

Springtopia

Mackenzie Rosenberg hanya ingin kabur dari pesta saudari tirinya, malah dikejar makhluk luar logika. Pertemuannya dengan tiga Pemburu menambah kebingungannya tentang dunia rahasia. 
          
          Mackenzie menghadapi masalah baru semenjak bebas pada 9 November 2007. Ia dikabarkan tur musim panas ke belahan bumi selatan, sedangkan media sosial mengatakan ia menghilang. Padahal kenyataannya, ia dikurung di markas asosiasi yang tidak terlacak GPS, yang terlarang diceritakan. 
          
          Baginya, The GOS berarti kumpulan orang keren bertindak kriminal demi menjaga rahasia. Dan baginya, menyajikan segelas darah diberi es batu sambil diintai sosok-sosok pucat yang penasaran, sama sekali bukan pengalaman menyenangkan. 
          
          Tidak berhenti di situ, si anak perempuan ayah yang penurut harus menerima tantangan beruntun: menutup mulut, tidak mengulangi kesalahan yang sama, dan prom sekolah! 
          https://www.wattpad.com/story/88834507

gadisceria123

Hai kak berminat untuk saling feedback? Vote and spam komen? Jika berminat bisa balas pesan ini ya kak^^ mari berteman^^  sekalian follback ya kak^^

gadisceria123

@ Springtopia  baik kak^^ nanti besok aku mampir ya untuk baca bacaa^^ mungkin agak lama gapapa kak?
Reply

Springtopia

@gadisceria123 Hai, Kak. Silakan mampir jika berminat. Aku akan senang kalau cerita aku per bab dibaca dulu sampai selesai baru kasih vote di akhir (kalau suka), bukan bom vote di awal seluruh bab (apalagi tanpa dibaca). Cerita aku ga dikomen ga papa ko. 
Reply

Springtopia

Mending gausah tekan vote kalau ceritanya gak dibaca. Apalagi bom vote.  
          
          Mending jadi silent reader, diam-diam beneran dibaca. 
          
          Pernah diulas para author di work rant. Kata mereka bom vote itu gak menghargai authornya. Hmm... Entahlah. 

Springtopia

@Alza14aal yang dipermasalahkan itu "bom vote" yg terjadi sesama penulis. Semua part di'vote dalam waktu cepat (detik yg sama) terus selesai. Gak tahu, apakah beneran dibaca nanti atau pergi gitu aja. :)
Reply

Alza15aal

@ Springtopia  oke, apakah penulis ini sependapat dengan mereka?
            
            Aku juga  kasih vote terlebih dulu sebelum baca. Kadang gtw mau komen apa, untuk support author-nya, ya dengan memberikan vote. Klu kubaca sebelum kasih vote, seringnya terlupa. Bukankah vote itu bentuk dukungan/support/apresiasi? Tapi, jika sepemahaman author, pembaca lebih baik jadi silent reader. Baiklah. Dimengerti
Reply