Never click suspicious links
Reminder: Wattpad will never ask for passwords, payment information, or other sensitive account security details.
TaerinKim0220
Link to CommentCode of ConductWattpad Safety Portal
Aku pernah melakukan percobaan bunuh diri.
3 kali... tapi aku masih diberi kesempatan untuk hidup.
TaerinKim0220
Hari ini.. aku merasa bahagia bersama duka..
Kalian tau kenapa ?
Mungkin bagi sebagian banyak orang hal yg ia lakukan sangat tidak manusiawi. Melanggar janji. Membuat kecewa. Sangat menjijikkan dan hal yg tidak pantas. Awalnya aku juga berpendapat demikian. Aku amat sangat kecewa. Tapi kembali lagi.. aku melihat sekali lagi. Apa hak ku untuk merasa kecewa terhadap nya. Selama ini aku selalu menaruh harapan besar di pundaknya tanpa ia ketahui. Tanpa ia sadari. Atau bahkan tanpa persetujuannya.
Aku berharap begitu banyak.. sangat banyak sehingga aku lupa bahwa ia adalah manusia. Sama seperti ku. Jadi tidak benar rasanya, jika aku ingin ia selalu menjadi seperti hal yg aku inginkan.
Aku tau.. tindakannya kali ini membuat banyak orang kecewa dan memakinya disaat yg bersamaan. Aku pun begitu.. tapi, haruskah itu terjadi begitu kejam ? Kenapa di satu sisi rasa sedihku lebih besar dibanding rasa kecewaku. Aku tau ia salah. Aku tau ini bukanlah hal yg baik. Aku tau..
Tapi aku juga tau rasa sakit, yg mungkin saat ini sedang ia alami.. menanggung harapan semua orang.
Bagaimana caramu bertahan untuk menjadi seseorang yg selalu benar? Bagaimana...?
Mungkin ia hanya tidak sengaja.. mungkin ia lupa.. atau mungkin ia disuruh. Begitu banyak kemungkinan yg bisa terjadi. Sepertiku.. atau yg lainnya. Akupun masih banyak melakukan kesalahan baik yg disengaja ataupun tidak. Aku tidak bisa terus menjadi org yg lurus. Tapi aku berusaha. Bukan berarti aku terima, jika semua org menganggap kesalahan ku seperti penjahat. Aku memang melakukan kesalahan dan ia pun sama. Kita semua sama..
Manusia memang selalu menjadi makhluk yg paling egois. Mengobati rasa kecewanya dengan menghancurkan hati yg lain, seolah-olah dalih itu adalah kebenaran yg memang sudah sepantasnya terjadi. Diatas semua itu.. masihkah kamu menganggap dirimu yg paling benar diatas segalanya ?
TaerinKim0220
Pernah tidak merasakan sepi di antara banyaknya orang di sampingmu. Padahal di depanmu ada Ibu, Ayah, Kaka, Adik, Kakek, Bibi dan Pamanmu yg sedang tertawa bahagia. Tapi kamu hanya bisa menatap mereka dalam diam.
TaerinKim0220
Andai kedua orangtuaku, keluargaku, dan semua org tau betapa berusahanya aku tetap bernafas setiap harinya
TaerinKim0220
Aku ingin pergi sejauh mungkin..
Aku ingin menyerah..
Tidak apa jika aku kalah..
Karena aku sudah sangat lelah..
Tapi,
Boleh tidak aku bilang jika aku sudah lelah ?
Apa boleh aku pergi sekarang ?
Apa boleh aku menyerah ?
Sebelum aku pergi,
Bisakah kamu bilang jika aku sudah melakukan yg terbaik
TaerinKim0220
Ketika tiga bersaudara sakit di waktu yg hampir bersamaan.
Kenapa Ibu hanya membelikan obat untuk anak pertama dan anak terakhir. Kenapa bu?
Padahal anak pertama sudah lebih baik kondisinya setelah di rawat dan dijaga oleh anak kedua. Begitupun dengan anak terakhir yg ibu rawat dgn penuh kasih sayang. Bu, bahkan dirimu selalu menanyakan "apakah sudah lebih baik, ataukah masih terasa sakit..? Apa? Bagaimana? "... Kepada anak pertama dan terakhir mu.
Bu tanpa mereka jawab pun seharusnya Ibu lebih tau. Setelah meminum obat yg Ibu berikan. Setelah makan makanan yg Ibu masak. Kondisi mereka akan jauh lebih baik. Tapi ibu kenapa tidak melihat kondisi anak kedua mu. Yg bekerja lebih giat. Jauh sebelum dia sakit. Dia bertugas akan segalanya. Dia yg menjadi sosok baja dalam keluarga mu. Lihatlah dia bu. Sekarang dia sakit. Dia batuk lebih sering. Dia demam lebih panas. Bahkan suaranya berubah begitu lirih. Adakah ibu bertanya-tanya akan kondisinya? Adakah ibu menyuruhnya makan. Adakah Ibu melarang nya bekerja terlalu berat. Atau ini... Itu.. Adakah Ibu?
Bu jika anak kedua mu mati. Ikhlaskan dia ya bu. Karena dia sudah berjuang selama ini. Jangan sesali kematiannya. Karena tidak ada lagi sosoknya yg berjuang sekuat baja.
TaerinKim0220
Anak pertama laki-laki sdg sakit.. Kata Ibu iya soalnya kecapean abis ini itu.. Sama ayah anak kedua harus bantuin sampai anak pertama sembuh. Mulai dari ga tidur karena anak pertama lagi demam. Di seka. Di anterin berobat. Dibuatkan makan. Sampai anak kedua juga ikut ga tidur. Sudah begitu, istri dan anak2 dari anak pertama juga sakit. Rutinitas di ulang di hari hari berikutnya.
Anak terakhir yg bantu sedikit anak kedua mengurus anak pertama juga lama lama capek dan sakit. Kata Ibu udh jangan, ga udah ke sana lagi itu lagi sakit badannya juga udh mulai ga enak kan. Kemarin abis bantu ini... Abis bantu itu.. Udah tidur aja. Sedangkan kata ayah ini minum obat dulu. Anak kedua cepat beli obatnya buat anak terkahir yg juga sdg sakit.
Ibu juga kecapean. Ayah juga kecapean. Tidak lama keduanya juga mengeluh sakit. Mungkin beban pikiran juga, karena kedua anaknya yg sdg sakit.
Jadi anak kedua mulai dari pagi sudah banyak melakukan berbagai hal. Dari A - Z. Anak kedua juga capek dan lelah. Bahkan sebelum sakit. Sudah dopping minum obat atas inisiatif sendiri. Tapi hebatnya tubuh anak kedua itu kuat. Tidak lama dari vminum obat tubuhnya benar-benar sehat mungkin lebih tepatnya dibawa sehat. Sangat sehat. Sangat siap untuk bekerja lagi.
Seminggu, dua minggu, tiga minggu kemudian.
Di saat semua org kembali sehat. Anak kedua yg tiba tiba jatuh sakit. Mungkin tubuh nya kemarin yg sebenarnya rusak dan lelah sudah mencapai batasanya.
Tapi hebatnya anak kedua disaat sakit. Demam dimalam hari, ia bangun sendiri.. Minum obat sendiri. Dia usaha sendiri untuk sembuh.. Dan ya begitulah hidup seorang anak kedua.
Si manusia baja yg selalu baik-baik saja..
TaerinKim0220
Sekarang libur cuma di hari minggu sisanya kerja. Kerja. Kerja. Tapi gpp sibuk kerja jadi lebih sedikit waktu buat sendiri. Kalo lagi sendiri suka mikir kemana-mana haha. Lagi duduk nyaman. Istirahat sejenak. Tetiba ada yg bilang.. "Kasian kalo nanti dia kecapean, kan kalo capek sedikit dia langsung sakit. Soalnya ini.. Soalnya itu.. " Hahahaha
Gimana tubuh ini ya baru pulang dari pagi kerja. Seharian ga makan karna ga bisa. Abis makan yg ga seberapa langsung disuruh pergi lagi bawain barang² buat si dia ini. Pulang udh tengah malam. Dingin karna tadi ga sempat mandi dulu. Trus tidur yg singkat. Besok pagi² udh berangkat kerja lagi. Alhasil sepanjang kerja mata sakit. Badan juga sakit.
Hehe tapi badan ini tuh udh kaya baja tau. Ga pernah sakit yg sakit bgt. Sehari. Dua hari. Tiga lagi. Juga udh ilang. Kalo lima hari belum ilang baru di bawa berobat trus ga lama juga ilang. Hehe alhamdulillah kuat
TaerinKim0220
Aku sangat lelah
Duduk di sini menunggu
Jika aku mendengar saran untuk bersabarlah
Ini akan selalu tetap berakhir sama
Jadi biarkan aku menyerah
Jadi biarkan aku melepaskannya
Jika ini tidak baik untukku
Ya, aku tidak ingin tau
Biarkan aku berhenti berusaha
Biarkan aku berhenti berjuang
Aku tidak ingin saran baikmu
Atau alasan bahwa aku akan baik-baik saja
Kamu tidak tau bagaimana rasanya
Kamu tidak tau bagaimana rasanya...
TaerinKim0220
Mengapa begitu sulit untukku?
Untuk benar-benar merasakan bahagia
Aku terkejut mengetahuinya
Seberapa banyak lagi aku bisa terluka karena rasa penasaran ini?
Hari hariku adalah perjuangan, bahkan impianku terasa menyakitkan..
Seandainya itu kamu, bagaimana jadinya?
Jika hari hari yg menyusahkan ini menjadi milikmu?
Jika kamu hancur sehancur diriku, akankah kamu tau?
Semua rasa sakit yg memenuhiku, sampai titik dimana hatiku akan meledak
Seberapa banyak aku menginginkan kebahagiaan
Jika aku adalah kamu aku mungkin sudah bahagia sedari lama..
Aku tau kamu sudah menjawabku
Jawaban tanpa dijawab, aku tau arti dari itu..
Tapi aku pura-pura tidak tau dan mengulur-ulur
Hahaha..
Apakah kamu tau apa yg kulakukan akhir-akhir ini?
Aku bahkan tidak bisa tidur dan menelan apapun
Apakah kamu tau, aku menjadi lebih hancur dengan sebuah harapan?
Harapan mungkin suatu saat aku akan bahagia
Aku merasa seperti akan mati
Meskipun tidak ada cara agar aku bisa mati
Meskipun aku juga tau harapan sudah ada dan sedang menungguku
Kupikir aku tidak akan pernah bisa bertahan...
Haruskah aku mengucapkan selamat tinggal?
Sentuhlah kepalaku untuk sekali saja
Aku mohon..
Hargailah usahaku untuk bertahan selama ini
Dan akuilah jika aku sudah melakukan yg terbaik
Setidaknya.. Ya setidaknya..