Halo, saya sekali lagi minta maaf karena belum update Carita Darah Gin karena...
Tapi ini oneshot Gin dan Rion.
Rion Kenzo, sang kepala keluarga TNF, menyaksikan perubahan drastis pada Gin setelah anak sulungnya "mati suri" dan bangkit kembali dengan ingatan masa depan.
Rion menyeret Gin ke tumpukan karung pasir di sebuah halaman belakang markas.
BRUKKK
"Apa tujuanmu?!" tanya Rion sambil tangannya mengarahkan pistol ke dahi Gin.
"Aku sudah gagal... 7 kali. Setiap kali aku selamatkan satu orang, yang lainnya mati," ucap Gin menatap tepat di mata Rion, napasnya tersengal. "Tapi kali ini... aku tahu Papi juga ingat."
Kalimat itu membuat mata Rion bergetar. "Diam!"
"Papi selalu... menggagalkan rencana aku. Di kesempatan ketiga, Papi bahkan menembakku sebelum aku sempat peringatkan soal Mako-"
KRAAK
Rion menghantam Gin ke dinding. "Kau gila, siapa kau?"
....
Hujan mengubah tanah di halaman markas TNF menjadi kubangan lumpur. Rion Kenzo berdiri di bawah pancaran lampu yang berkedip, asap masih mengepul dari pistolnya.
Di depannya, Gin terjatuh ke genangan air, darah dari luka tembak di dadanya menyebar seperti tinta di kanvas.
"Papi... tunggu..." Gin tersedu, tangan kanannya mencengkeram tanah. Matanya, mata yang sama seperti waktu ia masih kecil memandang Rion dengan campuran rasa sakit dan pengertian.
Rion menghela napas, lalu menembak sekali lagi.
DOR!
Kali ini, tepat di kepala.
Gin tak lagi bergerak.
Rion menoleh ke arah markas. Dari jendela lantai dua, Krow sedang melihatnya.