Aleafa_

Halo kak, salam kenal saya Alea dari Eternity Publishing. Saya merasa tertarik dengan naskah kakak yang berjudul Ivianne ini. Apakah kakak berkenan untuk saya berikan penawaran kerjasama penerbitan eBook di Google Play Book? Jika iya, bolehkah minta kontak yang bisa saya hubungi? Kakak bisa menemukan saya di Whatsapp 085156425412 atau Instagram @Aleleafa :)

Tryingto_lovemyself

@ Aleafa_  Halo Kak, Terima kasih banyak atas tawaran yang Kakak berikan untuk menerbitkan IVIANNE dalam versi eBook. Setelah mempertimbangkan dengan seksama, saya memutuskan untuk tidak menerima tawaran ini, karena saat ini saya tidak berniat untuk menerbitkan karya-karya saya dalam bentuk apapun lagi. Sekali lagi, terima kasih atas perhatian dan kesempatan yang telah Kakak berikan. Semoga sukses selalu untuk proyek-proyek yang tengah dikerjakan oleh Kakak♡
Reply

Lu_readmind

Permisi mau Promosi, boleh ya… 	
          ----	
          Kami terbangun karena suara alarm yang terus menerus.
          Aku diam sejenak memperhatikan Davi yang terburu-buru. Aku menyelimuti tubuhku sambil bersandar di kasur. Aku menunggunya mengatakan sesuatu tapi dia seperti tidak mempedulikan keberadaanku "Davi," panggilku akhirnya.  
          Dia menoleh lalu berjalan ke sebelahku untuk mengambil jam tangan dan handphone di nakas. Dia menarik nafas berat ketika mata kami bertemu pandang, caranya melihatku seperti orang putus asa. Aku masih menunggu reaksinya. "Jullie kita nggak pakai pengaman." 
          "Iya.." 
          Dia menelan ludah, menunduk sejenak, matanya memperlihatkan kegelisahan. "Jull. Maafin aku..." 
          Tiba-tiba aku bisa membaca kemana arah pembicaraan kami. Semua yang dimulai dari maaf berakhir mengecewakan!
          "Ini salah banget! Aku harap kamu bisa ngelupain malam ini." Dia menatapku sungguh-sungguh.
          Aku tidak bereaksi.
          "Aku ingin kita sepakat bahwa tidak terjadi apapun di antara kita. Kita cuma menghabiskan malam bersama. Tidak ada rasa di antara kita, benar?" 
          Aku menggigit bibir bawahku, menahan amarah dan air mata yang ingin kutumpahkan detik itu juga. Rasanya ingin berteriak untuk menjawab pertanyaannya tapi dia tidak butuh responku, dia menganggukan kepala singkat lalu berpamitan pergi.  
          Tidak ada rasa diantara kita? Tidak ada? 
          Aku tertawa dingin, tawa itu diiringi oleh air mataku. Bisa-bisanya dia memutuskan sendiri bahwa aku tidak memiliki perasaan apa-apa padanya tanpa bertanya dulu. 
          Lalu bagaimana dengan aku, bagaimana dengan tubuh telanjangku yang ditinggalkan tanpa penghargaan, tanpa maaf, tanpa perbincangan? Aku tidak ada bedanya dengan kondom di tong sampah, habis dipakai dibuang. 
          ————————
          MAAF YA KALO PROMOSINYA KEPANJANGAN PIS ✌️
          https://www.wattpad.com/story/311846801-single-father-number-225

biiniiaCiil

Hallo kak izin ngotorin wall nya yah... boleh feedback kak.
          
          Ayuk baca cerita pertama aku.
          tentang perjalanan raquella yang bertransmigrasi ke tubuh figuran novel, dan dengan rencana raquella yang ingin menghancurkan alur dan ingin menjadi seorang famale lead dalam cerita.
          
          https://www.wattpad.com/story/371186146?utm_source=android&utm_medium=link&utm_content=share_reading&wp_page=library&wp_uname=tiiiaaaomiii

Tryingto_lovemyself

@ tiiiaaaomiii  done, semangat yaa untuk up cerita nya! >< ♡
Reply