VallinWan

Relive izin author hiatuskan dulu ya, demi memaksimalkan ending yang memuaskan, author lagi susun-susun ulang plotnya mau digimanain. 
          	
          	Sekian terima gaii 
          	
          	Btw, mingdep rencananya akan publish cerita baru ya. Tapi mature, jadi bijaklah dalam memilih bacaan 

FatimahCut

قد تكون الرسالة مسيئة
Izin promosi! :) kalo g nyaman, boleh di hapus > <
          
          Xendra memperhatikan layar hologram dengan binar semangat, tapi seketika redup kala menyadari sesuatu. Mata Xendra melotot. "K-kekayaan? Kok gak ada? Jirr! Jangan b-bilang kalo antagonisnya m-miskin Tem..." ucapnya terbata-bata dengan wajah pucat pasi.  
          
          [Betul-betul! Emang kayak gitu Tuan. Hehe Baby kelewat dikit ceritanya tadi. Sebenarnya kelurga Delioner itu tentu dong sultan kaya raya, tapi kenapa Xenzo miskin...?]  
            
          "Tinggal bilang aja Item! Gue mana tau, ini aja gue syok!" Xendra geram karena Sistemnya yang jail. Pengen ia sentil ginjalnya, kalo kelinci itu keluar dari hologram.  
          
          [....................]
          
          Jantung Xendra seakan turun ke perut saat mendengar perkataan Sistem. Matanya membola. Tubuhnya lemas tak bertenaga.  
          
          "Shit! Gila yang bener aja?! Miskin? Gue boleh nangis kagak sih? Hiks, udah lumpuh, terus miskin pula. Gak kayak di novel-novel yang antagonisnya sering sultan. Selama ini Xenzo kerja apa buat hidupin anak dan istrinya?" tanyanya sambil memijit pelipisnya, siapa pun tolong ia.  
            
          Sistem menggeleng polos.  
          [Xenzo gak kerja Tuan!]  
            
          Xendra mengacak-acak rambutnya frustrasi. "Terus anak-anak dan istrinya makan apa? Batu?!" teriak Xendra tertahan, napasnya memburu.Xendra menghela napas kasar, ia cabut balik perkataannya kalo yang ia alamin itu keren, sekarang ia malah mau gila rasanya.  
          
          Baca kelanjutan ceritanya di bawah ini!><
          https://www.wattpad.com/story/407474020

VallinWan

One of the ADHD symptoms is that, your focus towards something is interest-based. Which is why, sometimes I find it hard to focus on one story, when someday I got a hot idea for another story, and I just spent the rest of my days and time to write this new story. Hence, abandoned the old story that I am currently writting unfinished. 
          
          Struggle. 

VallinWan

Libur dulu ya, author wisuda 

VallinWan

Terima kasih cinta-cintakuuuuu
الرد

Paluuve

@ VallinWan  wow ... selamat ya kak
الرد

cintanasgor

@VallinWan wiiii congrats thoorr!! <3
الرد

He_Y0U

thor kapan up lg?, selalu ga sabar nunggu cerita cerita mu up selalu suka banget sama alur ceritanya. semangat 

VallinWan

@todays_dy0 hueeee makasiiiiii, mohon maaf yaaa kerjaanku lagi padat bangett iniii. Insha Allah weekend ini aku update yaaa, makasih ya udah nungguin lopyuuuuu 
الرد

VallinWan

Lagi di titik dimana novel lama belum tamat tapi udah pengen publish novel baru. Soalnya kalo kelamaan keburu basi ini ಥ⁠‿⁠ಥ
          
          Kudu piyeee ༎ຶ⁠‿⁠༎ຶ

VallinWan

@VallinWan walah dalah nanti tipes kak 
الرد

Uni_nita

Post dua dua nyaa … ‍♂️‍♂️‍♂️ hahaha kaboorr sebelom ditimpuk duit
الرد

snnazwa07

Permisi kak izin promosi ya
          
          kehidupan trainee tidak semenyenangkan yang ada dibayangan, latihan bertahun-tahun tanpa titik terang akan menjadi kandidat group debut yang akan di tentukan agensi, dan harus berhenti ketika harapan selama latihan bertahun-tahun tidak bisa menjadi kenyataan. sampai sebuah acara tv mengeluarkan acara baru, acara bertahan hidup untuk para trainee yang ingin melanjutkan mimpi menjadi idol di atas panggung yang mereka impikan.
          https://www.wattpad.com/story/402117799?utm_source=android&utm_medium=link&utm_content=share_writing&wp_page=create&wp_uname=snnazwa07