Ini teruntuk rakyat negara Republik Indonesia di platform ini.
Negaraku sedang sakit,
digerogoti pelan-pelan oleh tikus bersetelan rapih,
yang duduk tinggi, namun tak pernah benar-benar melihat ke bawah.
Seminggu lebih kita turun,
berdiri di bawah panas, teriak di bawah hujan,
suara rakyat menggema,
menuntut keadilan yang lama hilang dari bumi pertiwi.
Seluruh dunia menoleh,
tapi "wakil-wakil" kita,
mereka tuli oleh gengsi,
bisu oleh ego yang menara.
Tak satu pun dari mereka benar-benar mendengar.
Dan saat darah tumpah,
ketika Affan Kurniawan meregang nyawa
di tangan mereka yang seharusnya melindungi,
baru mereka bergerak.
Jika saja mereka bisa sedikit merunduk,
mungkin Affan masih bernapas.
Tapi tidak,
mereka tunggu hingga dinding rumahnya retak,
hingga nama mereka tercoreng dunia,
baru memelas dengan maaf,
yang kita pun tak yakin, apakah itu tulus adanya.
Kini aku hanya bisa berdoa.
Untuk Affan,
dan tiga jiwa lainnya yang ikut gugur,
semoga semua ini tidak sia-sia.
Tapi aku bangga,
bangga karena kita tidak gentar,
tidak terprovokasi,
tetap bersatu di tengah badai kebohongan dan kekerasan.
Walau amarah membara,
kita jaga sesama, kita lindungi tujuan.
Semoga mereka,
para tikus berdasi itu,
benar-benar mendengar sekarang.
Agar kita tak perlu lagi turun ke jalan.
Satu nyawa telah hilang,
dan itu… sudah terlalu banyak.
Untuk warga internasional yang ingin mengetahui isi, silahkan translate saja. Aku lagi tidak ada keinginan untuk menulis ini di bahasa inggris.
Segitu aja, VarouKnight out.