Aku membiarkan pena menjadi tangan kedua bagi hati yang kehilangan bahasanya. Sebab ada kesedihan yang terlalu tua untuk diceritakan, dan ada kehancuran yang terlalu dalam untuk diperlihatkan.

Maka kubiarkan tinta mengalir membawa sisa-sisa malam, membawa gema dari doa-doa yang pernah jatuh tanpa jawaban, membawa serpihan harapan yang hampir terkubur oleh waktu.

Barangkali manusia tidak selalu menemukan jalan keluar dari luka, tetapi ia dapat membangun rumah dari reruntuhannya. Dan di antara halaman-halaman yang bisu, sebuah jiwa perlahan belajar bahwa bahkan kehancuran pun mampu melahirkan keindahan.
~ViQuilla
  • JoinedJuly 11, 2016



1 Reading List