Wahyu_Saputra

Ijinkan aku rindukan kamu.
          	Seperti yang selalu dilakukan malam kepada pagi.
          	Ingin ini datang tanpa bisa di cegah oleh sapa pun.
          	Cinta Terbawa angin tanpa bentuk.
          	Cinta Menggumpal di tepian hati.
          	Cinta Memaksa nadi berdetak lebih cepat.
          	
          	Selamat malam cinta
          	Lelah aku dengan detakmu yang tak tentu arah
          	Dirimu datang dan pergi sesukamu
          	Aku tak cukup waktu mengejarmu
          	Maka hentikan larimu
          	Lalu… biarkan aku merengkuhmu…
          	Biarkan aku mendekapmu...
          	
          	Bulan berwarna pucat tersisa di langit
          	Merajut tirai jendela kamar tidurku
          	Meniti waktu dalam ke sunyian malam
          	Gapai mimpi yang tertinggal dalam angan
          	menenti sebuah asa yang datang
          	
          	Kabut bergelayut manja di langit yang hitam
          	Menyelimuti lelah menyenandungkan buaian
          	Merayu bumi yang merajuk seharian
          	Seribu peri menarikan ucapan selamat tidur sayang…
          	
          	Kamar yang sunyi
          	Lampu yang redup
          	Malam bersandar pada pintu yang terbuka
          	Angin berhembus bebas
          	Dan hatiku berdetak dalam tanya
          	Bilakah rindu bersuara…
          	kan memenuhi hati yang sepi
          	Satu waktu dibawah bulan biru…
          	
          	Harumnya tanah yang berembun
          	Menggeliat di hangatnya matahari
          	Disela aroma malam yang enggan pergi
          	Sayap-sayap kecil mulai dikepakkan
          	Seisi alam ucapkan salam…
          	Pagi yang indah … !
          	
          	Ketika nafas tak lagi ciptakan kata…
          	Kemana sajak mesti dicari …?
          	Bibirku hanya mampu teriak bisu !!!,
          	Ditepian hasrat dilalunya waktu….
          	Kembalikan padaku…..
          	Yang ada diujung rindu…
          	
          	Selamat malam untukmu ..
          	Dari pelangi berembun yang mengatup ke bisikan lelah
          	Dari kesadaran yang menguap dalam tarikan nafas sang kantuk
          	Semoga asa baru sapa mimpimu…. Selamat tidur……
          	
          	Aku rindu pada hujan…
          	Pada denting air yang turun,
          	Pada aroma tanah yang becek karena air,
          	Kabut yang tipis berbalut dingin….
          	Lalu khayalku kan berlari…
          	Bersama rinduku untukmu…
          	
          	Bulan, coklat dan keju…..
          	Adalah sepotong mimpi yang berenang diatas laut malam
          	Laut malam yang hitam tapi manis
          	Bahkan lebih manis dari segelas air gula
          	Selaksa aroma hutan datang dari seberang langit
          	Segar…. sesegar mint… Harum… seperti harumnya coklat….
          	
          	Kenapa kamu membisu…
          	Seperti malam kelam yang menelan cahaya….
          	Gelap tanpa satupun bintang…
          	Sunyi seperti bisikan hening…
          	Tak inginkah mengucapkan asa..
          	Demi sepotong rindu yang tertinggal ditepian hati..
          	
          	Setitik embun yang tertinggal,
          	Adalah rindu yang menggumpal di tepian asa.
          	Mengendap dari kabut yang berpacu dengan waktu
          	Sedikit tersamar… tapi tak cukup pudar… untuk bisa dilupakan…
          	Karena suka akan panggilkan….
          	Sebait bayu tuk temukan kamu…