Seorang penulis pernah menemukan arah dari seseorang yang tak pernah ia tulis namanya padahal dari dialah cerita-ceritanya tetap indah, meski inspirasinya berasal dari sosok lain yang ia kagumi.
Kini, saat sosok itu pergi untuk selamanya arah itu justru ikut hilang terbawa olehnya.
Dan kini dalam renungan malam ia hanya bisa bertanya dalam sunyi, apakah masih memungkinkan agar imajinasi lahir jika satu satunya alasan untuk merangkai kata telah tiada?