Hi Kak Xasilanee, thank u so much for putting out this story. Aku sangat menikmati novel ini, terutama karena cara kakak membangun karakternya terasa luar biasa nyata. Tokoh-tokohnya tidak ditulis sebagai sosok hitam-putih, tetapi penuh lapisan, rapuh, bertentangan, dan terkadang membuat frustrasi, seperti manusia pada umumnya. Mereka membawa trauma, luka masa lalu, dan beban emosional yang terasa autentik, bukan sekadar tempelan dramatis. Justru di situlah kekuatannya: karakter-karakter ini terasa hidup, seolah mereka benar-benar ada di dunia nyata.
Kakak juga sangat piawai menunjukkan, bukan sekadar menceritakan. Perubahan emosi, konflik batin, dan dinamika hubungan ditampilkan lewat tindakan kecil, dialog, dan pilihan-pilihan yang terasa organik. Tidak ada kesan dipaksakan. Bahkan momen-momen sunyi atau keputusan yang tampak sederhana pun terasa berat dan bermakna, karena fondasi karakternya dibangun dengan sangat kuat.
Selain itu, saya sangat menyukai pacing ceritanya. Ritmenya terasa pas, tidak terburu-buru, tapi juga tidak bertele-tele. Cerita diberi ruang untuk bernapas, sehingga perkembangan karakter terasa alami. Setiap fase emosi diberi waktu yang cukup untuk dipahami, namun tetap menjaga alur tetap bergerak maju. Ini membuat pembaca bisa benar-benar tenggelam dalam perjalanan karakter tanpa merasa lelah atau kehilangan momentum.
Kombinasi antara karakter yang terasa nyata dan pacing yang seimbang membuat cerita ini sangat memikat. Bukan hanya mudah diikuti, tapi juga sulit dilupakan, karena terasa begitu dekat dengan realitas emosi manusia. Gak nyangka karya begini bisa dinikmati hratissss... Super love!