Pengen cerita,tapi jan bilang sapa²
Ceritanya selesai sekolah nih, merantau lah ke ibukota, dapet kerja di bidang jasa, pokoknya mah gitu, sebulan kemudian temen bos yang seorang lelaki letoy (maaf) dateng, saya nih ya dari daftar bacaan aja udah pada tau kan, kalo saya ini suka baca yang sedikit sesad, ya tentang per jomokan lah bahasa kasarnya, namanya orang desa liat yang letoy² ya pasti jarang atau malah ga pernah, ini dengan mata kepala pundak lutut kaki, mata telanjang, bahkan bisa dibilang tatap muka, liat si letoy (maaf) langsung, garis bawahi SECARA LANGSUNG tanpa perantara, tanpa ada batas pemisah (alay bet sumpah), pokoknya mah gitu
Disitu awalnya ya baik' aja lah ya, tapi seiring waktu berjalan, jam berputar, hitungan detik berganti menit dan pembahasan mereka jatuh pada si letoy (maaf) ini yang bertengkar dengan lelaki lainnya, dengan gaya bicara ala botih, dan dengan suara lembut ala botih² lainnya, gue merinding anjir, sumpah, disitu gue mau ngakak, maaf maksudnya disitu saya sudah ngakak dalam hati
Jadi singkat nya sih first time ketemu lelaki letoy (maaf) live action didepan mata