mungkin ini ke 4 kalinya aku berkomentar di setiap cerita unik yang ku temukan. dari ribuan judul, yang sempat ku singgahi. aku terlalu malas meluangkan waktu ku untuk mengapresiasi penulis. namun dibandingkan itu dengan melalui bintang atau membeli buku yang diterbitkan adalah bentuk cara ku menghargai karya penulis. di kisah kali ini, bisakah aku berkata tidak? bahkan alam sadar ku sendiri akan sangat menolak kata itu terlontar di bibir ku. di ke 3 sebelumnya aku selalu merasa sangat hebat dalam membaca karya tersebut, betapa bagus dan liarnya imajinasi mereka. aku begitu di buat takjub, sehingga menciptakan kalimat sederhana yang bisa aku translate ke dalam bentuk kekaguman ku sebagai seorang pembaca. melihat dunia begitu luas, tidak dipungkiri, mungkin setelah ke 4 ini.. aku akan kembali bertemu kisah yang lebih spektakuler... namun sebelum itu, izinkan manusia egois dari bumi ini mengatakan beberapa kalimat yang telah saya tahan-tahan sebelum berada di ujung cerita ongoing. selera cerita ini bisa dikatakan sangat mahal, melihat dari mana anda berasal.. menambah nilai tersendiri yang gemilang. wahai sang penulis yang tidak aku ketahui wujud nya.. aku merasa tersanjung di setiap balutan kata dalam kalimat sepanjang bab ini bergulir, kisah yang benar-benar menghantarkan ku ke jurang fantasi hidup. melewati serangkaian bahasa kuno, bahkan puluhan informasi yang sebelumnya tidak aku ketahui, dijelaskan satu persatu. untuk mengatakan hebat saja tidak cukup, aku benar-benar merasa terharu bertemu kisah yang engkau tulis. seorang penulis yang tidak begitu mencolok, bagaimana kamu tidak sehaus itu dalam ego penulis?.. membuat ku semakin dimakan oleh seluruh bab mu.. aku sangat menunggu cerita selanjutnya berkembang, sungguh disayangkan Jendral Liu harus gugur di peperangan kali ini. entahlah dia hidup atau telah tiada, tidak ada yang tahu benang takdirnya akan seperti apa dimasa depan.