Xulferis

Hola!
          	
          	Chapter 26 sudah up yaa!!
          	Kedepannya mungkin akan slow update, maapkeun :') tapi diusahakan update sesuai jadwal kalau sempat yaaa hehe
          	
          	gracias—
          	
          	
          	

Xulferis

@Nadlaandille awww terimakasih banyak, besok update chap 32 yaaa...
Reply

princeesnoni_

@ Xulferis  chap 32nya hihihihi sesudah bulan suci rmdhon cepat up ya kakak, aku selalu dukung kamu, semangattt!  ini hati buat kamu 
Reply

poyoyoizs

Kaaa kapan update kangenn

poyoyoizs

@ poyoyoizs  GK jadii ka???
Reply

Xulferis

@poyoyoizs besok up, kalau ga ada halangan hehe
Reply

queenzeeea

terus mau tanya juga kak Lynkid itu aplikasi ya? bukan akun karyakarsa, soalnya saya baru tau ada aplikasi itu, ada link aplikasi nya kak? 

Xulferis

@tiasberuang IG : @xulferis_  ini kak. Wp emg rada²
Reply

tiasberuang

@Xulferis gak nemuu kak di profile wp
Reply

Xulferis

@queenzeeea iya kak, di profil WP aku ada kok link ig, coba cek
Reply

Ififah75

Ijin promo ya kak 
          
          The Boss's Heir
          
          https://www.wattpad.com/story/410577986
          
          "Bukankah kita tidak memiliki masalah, Viola?" respon bos besarnya dengan menatap surat pengunduran dirinya tanpa berniat meliriknya yang berdiri tepat di depannya.
          
          "Tidak" jawab Viola singkat yang membuat tatapan mata hazel penuh jebakan itu teralihkan padanya.
          
          Jantung Viola seolah meletup ketika ia merasakan tatapan mata bosnya tertuju pada perut ratanya. Hanya sekilas, sebelum tatapan mata itu beralih menatap matanya.
          
          "Lalu... Apa alasan surat ini? Apa kau menyembunyikan sesuatu, sekretarisku?" ucap Killian Dante Callister yang sudah menjabat sebagai Bossnya selama 3 tahun ini sekaligus ayah dari bayi yang dikandungnya.
          
          Ya dia hamil anak bosnya, kesialan lainnya yang terjadi di hidupnya.
          
          Perjalanan bisnis ke Las Vegas seharusnya berakhir dengan kemenangan besar-bukan satu malam penuh kesalahan di ranjang bosnya sendiri. Sebagai bentuk sikap dewasa mereka sepakat melupakan semuanya dan bertingkah seolah tidak pernah menghabiskan malam panas bersama.
          
          Tapi siapa sangka malam itu berujung Viola berbadan dua? 
          
          Satu hal yang paling masuk akal adalah resign dan kabur sejauh mungkin! Ia bahkan tidak berniat meminta pertanggung jawaban bos brengseknya itu
          
          Tapi apakah Kiliian akan melepaskannya begitu saja? OH TENTU SAJA TIDAK!