Semalam saya terbangun pukul 2 dini hari oleh panggilan video call dari nomor tidak dikenal. Saya kesal bukan main, karena saya tahu setelah ini akan kesulitan tidur kembali, saya hafal betul.
Saya angkat juga panggilan itu, setelah membuatnya berisik berkali-kali karena saya abaikan. Mungkin ada hal darurat entah dari siapa dan memang bisa siapa saja. Mungkin itu teman saya, kerabat atau saudara saya yang mengganti nomor lamanya.
Ternyata panggilan itu tidak darurat sama sekali dan saya tidak mengenal si penelepon. Anehnya, saya tidak bisa menutup panggilan itu dan malah terkesima mendengarkannya dengan penuh minat, tanpa bersuara‐---hanya terpaku pada rambut saya yang acak-acakan dan wajah yang menggerikan di kamera, sementara kameranya hanya diarahkan pada lukisan. Lukisan realis yang menggambarkan kesibukan halte bis di sebuah jalan raya yang padat, padat juga oleh manusia yang semuanya memegang HP: mereka berjubel di halte, bis, mobil pribadi, di trotoar, bahkan di tiang listrik seperti kegiatan panjat pinang. Saya meragukan apakah itu lukisan realis atau fantasi.
Lama kelamaan saya seperti sedang mendengarkan orang-orang pada lukisan itulah yang sedang meracau, bukan lagi si penelepon, atau mungkin dia salah satu orang dari lukisan itu.
Diujung kalimat, dia bilang, "dunia tambah gila."
****
‐----------------
SELAMAT TAHUN BARU 2025
Semoga kita selamat sampai tujuan masing-masing. Setidaknya survive satu tahun kedepan.