Hai kak, sebelumnya aku mau berterimakasih udah menciptakan cerita "satu tahun saja" agak nyesel baru nemu.
CERITA KAKAK BANGUUUS BANGEEET NGET NGET!!! 💞💓🤍💕😆 banyak pelajaran yang aku ambil dari dinamika bakti seorang anak, peran orang tua, logika, bahkan cinta juga dan yang lainnya yang ga bisa aku deskripsikan. Kesimpulan yang aku dapat itu lebih banyak mensyukuri apa yang emang Tuhan kasih ke kita, ga peduli besar atau kecilnya, suka atau dukanya, adil atau tidak adilnya. Bener kata Maha, syukuri dulu yang ada.
Dan untuk "satu tahun saja" Ini akan menjadi cerita favorit aku. Untuk pak Harsa, bu Yasmina, dan bu Delilah...aku marah dan menggerutu pada pak Harsa, dia tuh kalau disamain sama sekarang kaya laki-laki bingung! Kesel banget sumpah. Buat bu Yas aku ga kesel tapi gimana yaaa, dia tuh terlalu lembut, terlalu sabar dan ikhlas. Setidaknya marah kek! Dan buat bu Lila, aku marah juga, kesel, tapi rasanya buat apa? Mau nyalahin Ayahnya bu Lila rasanya juga gabisa walaupun kalau dipikirkan dia orang pertama yang membuat takdir jadi kacau, karena bener secara kaya orang tua mana yang rela membiarkan anaknya sedih. Orang tua pasti pengen anaknya mendapatkan kebahagiaan, jadi wajar. Setiap orang itu pasti egois, mustahil ada orang yang ga egois. Sejatinya egois itu termasuk cara bertahan hidup sih menurutku, entah demi kebaikan atau kejahatan. Bagi orang yang sedang dikendalikan ego pasti menurutnya itu yang terbaik untuk kehidupan mendatang tanpa tahu...seperti yang tercatat di cerita ini sebab-akibat pasti akan datang.
Sekali lagi terimakasih sudah menciptakan karya seindah ini, ceritanya berarti sekali. Aku tunggu karya kakak yang lain, jaga kesehatan yaaa kak... cinta kakak banyak banyaaaak 💓💓💓💓💓