Just Short Story :
Mungkin hari ini aku akan menyatakan perasaanku padanya. Namun hari ini berlalu tanpa sempat aku mengutarakan perasaanku. Ah Mungkin besok, pikirku. Namun bahkan besok, lusa dan sampai 2 bulan setelahnya , aku tidak mampu mengutarakannya. Setiap hari aku merenung, mengapa keberanian yang kumiliki begitu sedikit. Aku tahu alasannya mengapa aku ragu menyatakan perasaanku padanya. Reaksi Raib terbayang dibenakku, mungkin dia akan terkejut lalu menghindar. Aku cukup takut jika persahabatan kami berubah. Namun rasanya jika tidak ku utarakan, mungkin aku akan menyesal. Lagi aku kembali merenung di sebuah perpustakaan kota yang sepi ini.
"Selamat siang." Raib datang menyapaku dengan senyuman menawan miliknya.
"Siang Ra."
Kami menghabiskan waktu di perpustakaan kota.
Lagi. Hari ini pun aku hanya termanggu memandanginya.
Hari ini aku juga belum berani mengungkapkan.