ANSAFITRYA

          "Bagaimana keadaan nya?" tanya Faris dengan air yang mulai membuat sebuah bendungan di matanya.
          
          Pertanyaan itu membuat gadis ini kembali sesak. Susah payah ia tersenyum. Dia mencoba menahan tangisnya. Tubuhnya bergetar. Gadis itu mulai memaksa untuk berbicara.
          
          " Kakakku sudah sehat. Ia sudah bisa tersenyum bahagia. Tidak ada lagi penyakit yang ia derita. Ia sudah terbebas. Dan ... Su-surat itu ... Merupakan surat terakhir, dari kakakku!" kata gadis itu dengan berat hati. Ia tak dapat menahan sedihnya. Gadis itu mengeluarkan air matanya dan berlari dari sana. Meninggalkan Faris dan Bibinya.
          
          Mendengar ucapan itu ...
          
          Kepo? Cek aja langsung :v
          Ini link nya : https://my.w.tt/c3Yx29RUTU
          Jangan lupa tinggalkan jejak :)
          
          
          

darkpinwheel

Hi, kak, suka teenlit? Coba deh mampir ke work aku. Cerita remaja yang beda dari biasanya.
          Bukan badboy ketemu nerdgirl atau sebaliknya. Bukan awalnya benci jadi suka.
          Masalahnya lebih luas dan beda dari teenlit biasanya. Coba yuk kak^^
          Vomment juga, ya.
          Feedback? Follback? Ask aja ^^
          Sampai ketemu di Grey kak 
          https://my.w.tt/98EBUO9DiM