Hansa Pranawa tidak pernah mendaftar ke Myaharth, tapi namanya ada di daftar siswa yang diterima — tanpa jejak administratif yang bisa ditelusuri, tanpa sihir yang bisa membacanya. Bagi gadis yang sihirnya bisa membaca masa lalu dari apapun yang ia sentuh, kekosongan itu lebih menakutkan dari penolakan apapun.
Myaharth adalah satu-satunya sekolah sihir tingkat tinggi di Enatiodrobimba — dunia yang lahir dari malam ketika Dewi Hecate membelah lapisan antara Bumi dan kekosongan untuk menyelamatkan penyihir yang diburu. Tiga ratus tahun kemudian, dunia itu sudah punya sistemnya sendiri, hierarkinya sendiri, dan rahasianya sendiri.
Di Myaharth, Hansa bergabung dengan tim investigasi yang menangani kasus-kasus aneh di dalam kastil: bahan makanan yang hilang tanpa jejak, nilai ujian yang dimanipulasi setelah arsip ditutup, guru yang kehilangan tiga hari dari ingatannya. Kasus-kasus yang tampak tidak berhubungan — sampai Hansa mulai menemukan satu benang yang muncul di setiap adegan: cokelat yang bukan berasal dari bumi.
Tapi di atas semua itu, ada pertanyaan yang lebih besar dan lebih personal. Ibunya terlalu tenang ketika surat Myaharth datang. Kakak-kakaknya memberi nasihat yang sama persis tentang kepercayaan. Dan di kamarnya sendiri — tempat yang seharusnya paling ia kenal — sihir waktunya tidak bisa menembus sesuatu yang dengan sengaja disembunyikan.
Seseorang sudah merancang keberadaan Hansa di Myaharth jauh sebelum ia tiba. Pertanyaannya bukan lagi siapa — melainkan sudah seberapa lama, dan apa yang mereka tahu tentang Hansa yang belum ia ketahui tentang dirinya sendiri.
Magic Chocolate adalah misteri akademi tentang kepercayaan yang dipelajari perlahan, kebenaran yang disimpan demi kebaikan yang justru menyerang balik, dan seorang gadis yang sihirnya bisa membaca waktu — tapi tidak bisa membaca dirinya sendiri.