Aku yang terbiasa melangkah sendiri, kini merasa kehilangan satu bagian yang lain dari sepatuku. Tak peduli seberapa keras upayaku untuk mencari, kemudian mencari, dan kembali mencari, kedua mata ini sama sekali tak dapat menemukan bayangnya. Aku mulai termenung dan berfikir dalam diam, apa yang salah? Dan kini aku tersadar. Bukan hanya sebatas dengan indra penglihatanku ini saja, melainkan disertai dengan hati dan segenap perasaanku barulah aku dapat bertemu kembali dengannya, pasangan dari sepatuku yang hilang.
- Lombok, Nusa Tenggara Barat, Indonesia
- Sumali noongSeptember 6, 2017
- website: beautyandthebesrcom.wordpress.com
Mag-sign up para makasali sa pinakamalaking komunidad ng pagkukuwento
o
Mga kuwento ni Zia Azira
- 8 Nai-publish na mga Kuwento
Adakah Cinta di antara Kita?
1.5K
134
12
Bagaimana jadinya jika Markus Dwi Samudra, pemuda pencari cinta pada pandangan pertama dipertemukan dengan Je...
Finding Luv
4.9K
393
10
"Kakak tau, menjadi seorang gay yang suka sama kakak, itu adalah salah satu kenyataan yang paling menyak...
1.4.3
772
69
4
"Aku ketemuan sama dia itu kebetulan. Ngga kurang dan ngga lebih. Aku juga ngga nuntut apa-apa dari dia...