Halo..
2025 belum berakhir, tapi, saya merasa hidup saya semakin kacau. Beberapa hal menjadi terlalu berat akhir-akhir ini.
Semua berawal dari pertengahan Agustus, Kakek saya dari pihak Ibu sakit: rawat inap-operasi-rawat jalan, dan di 5 September 2025 kemarin, beliau meninggalkan kami semua, selamanya.
Di tengah duka itu, masalah finansial menghantam keluarga saya. Tabungan terkuras, keuangan yang disangka akan stabil-goyah.
Belum cukup sampai di sana, tepat setelah peringatan 40 hari kematian Kakek. Bapak saya yang jatuh sakit, parah. Dan saya tidak pernah bisa ber-prasangka baik terlalu sering sejak hari itu. Rawat jalan-drop-rawat inap-icu.
Hah..
Semua itu terlalu cepat.
Bapak saya, cinta pertama saya, seseorang paling berupaya untuk jadi Bapak yang baik untuk saya itu.. kini telah sehat, tidak sakit lagi, dalam makna.. kembali ke pangkuan Sang Maha Kuasa.
29 November 2025, jaraknya hanya 5 hari dari ulang tahun beliau yang ke-56. Seharusnya. Beliau, meninggalkan kami semua, selamanya.
Saya kehilangan Kakek, kehilangan Bapak. Tapi Nenek dan ibu saya, mereka kehilangan belahan jiwa mereka.
Sampai saat ini, saya masih berusaha pulih. Masih sangat berharap, napas yang keluar-masuk tidak lagi sesak. Entah kapan, tapi semoga datang lebih cepat.
Hidup harus tetap berjalan, pada akhirnya.
Kan?
Al-Fatihah untuk Kakek dan Bapak saya.
Semoga, kita cepat bertemu sebagai Penulis dan Pembaca lagi, ya, teman-teman. Di hembusan napas yang lebih lega, satu waktu nanti.