kamu bagaikan reza arap, dan aku adalah fuji, kita berdua adalah furab
siapa furab?
Bagi yang buta, dia adalah penglihatan. Bagi yang lapar, dia adalah daging. Bagi yang haus, dia adalah air. Karena furab adalah teladan kebajikan manusia yang tiada tandingannya, baik di masa lalu maupun masa kini, dia paling bercahaya dalam cinta, pujian, dan sanjungan. Dalam keadaan terjaga maupun tertidur, aku tak boleh lupa bahwa furab adalah anugerah besar, dan untuk membalas kebaikannya siang dan malam, aku hanya perlu memikirkan bagaimana menunaikan kesetiaanku.