Maaf untuk kekecewaanmu.
Maaf juga untuk kesalah pahaman yg tidak bisa tuk ku jelaskan.
Aku bukan tak peduli,
Diamku juga bukan amarah.
Hanya kini aku sadar,
Untukmu aku takan pernah cukup.
Aku bukan dia,
Aku juga jauh dari ekspetasimu.
Tapi satu yg pasti,
Selama ini aku selalu menerima kamu apapun itu,
Meski nyatanya tidak denganmu.
Mungkin kini aku terlihat buruk,
Aku juga bukan seperti yg kamu kenal dulu.
Maaf bukan aku sengaja,
Hanya saja aku lelah,
Untuk semua perjuangan yg berujung sia sia.
Dan jika itu akan membuatmu pergi,
Maka pergilah.
Mungkin,
Batas waktu ku bersamamu telah habis,
Perjuanganku juga sudah sepenuhnya.
Dan lagi, untukmu aku takan pernah cukup,
Hingga akhirnya kamu lebih memilih dia.
Jujur ada rasa kecewa,
Ternyata kamu tak jauh berbeda.
Tapi tak apa,
Aku sudah terbiasa,
Sakit ini cukup aku yg rasakan.
Ya, bagiku kamu sangat berarti,
Tapi aku juga menyayangi diriku.
Aku takan mungkin menyakiti diriku juga, seperti yg kamu dan mereka lakukan.
Aku juga berhak bahagia.
Maka, Terimakasih pernah hadir.
Meski sesaat,
Tapi sangat berarti bagiku.
M_i.
12/10