helhwp

hi kak, maaf kalau ngotorin wall nya...
          kalau ganggu bisa diapus ^^
          
          Baskara cuma ingin hidup SMA yang tenang: sekolah, basket, pulang. Sayangnya, rencana itu hancur total sejak Nara—cowok centil dengan tingkat percaya diri berbahaya—menyebarkan rumor kalau mereka adalah mantan yang baru putus. Sekarang satu sekolah percaya Nara sedang berusaha ngajak Baskara balikan, sementara Baskara mati-matian menyangkal hubungan yang bahkan tidak pernah ada. Tapi di tengah semua kekacauan itu, satu pertanyaan mulai muncul… kenapa Baskara nggak pernah benar-benar menjauh?
          
          https://www.wattpad.com/story/412298874?utm_source=ios&utm_medium=link&utm_content=story_info&wp_page=story_details&wp_uname=helhwp

NARZsee

Hai kak, maaf sebelumnya izin promosi mungkin tertarik, mohon koreksinya. 
          
          Sepi dan kesepian adalah ketakutan tanpa diucapkan. 
          
          Hidup ternyata berwarna sepia gelap tetapi berwarna__sepia
          
          https://www.wattpad.com/story/265454210?utm_source=android&utm_medium=link&utm_content=story_info&wp_page=story_details_button&wp_uname=NARZsee&wp_originator=H8tXQ3gHGWUEil2FmYnRglOCW5%2BF%2BHBgxUP6SgdnsVJTPntqzpl1UIW8Dj7ALGLQ9k3VfGTyU01jWwiaZlfpr4nbiB6EeJWzZCPsO5X56LFrr8488rlEn5ueOFxx%2FhV%2F
          
          Terimakasih. 

corarang

Lukalukaku

Hallo, ini Biya. Khaliluna Anbiya. 
          Gadis lapuk di awal 30-an tahun yang masih enggan melepas masa lajangnya.
          
          
          Siapa peduli kalau orang-orang menyebutnya perawan tua? Mereka bahkan tak segan-segan menjadikan Biya sebagai pusat bisik-bisik dan perhatian.
          
          
          Tapi bagi Biya semua itu nggak penting. Toh gadis yang sudah menginjak umur kepala tiga itu selalu berprinsip "Selagi gue bahagia, persetan sama omongan orang."
          
          
          Begitulah sekiranya keyakinan teguh yang selalu Biya pegang. Lagipula nggak ada yang salah dari hidupnya. Lajang itu bukan AIB. Lajang jaman sekarang itu trendi. Right?
          
          
          Tapi kehidupan Biya yang terbilang aman dan bebas hambatan itu seketika jungkir balik saat Om Bagas memintanya mengisi posisi sekretaris menejer baru yang sekarang tengah kosong.
          
          
          "Aargh! JINGGA SIALAN!"
          
          .
          
          Askara Jingga. Bujang. 27 tahun. Songong, sombong, minus etika - dan anggap saja bisu. Tipikal bos-bos rese yang hobi menyiksa bawahan. Selalu sengit tiap kali menatap keberadaan Biya.
          
          
          Bagi lelaki blesteran Korea dan setengah surga itu, sosok Biya sudah seperti sumber dari segala macam masalah dan kesialan.
          
          
          "Kalau kamu manusia yang punya etika, kamu pasti tau namanya hukum timbal balik."
          
          
          Sial! Apalagi yang bisa Biya lakukan untuk mengembalikan hidupnya ke posisi semula - terbebas dari segala keruwetan ini? Kalau sepanjang hari dia harus berurusan dengan makhluk minus etika seperti Askara Jingga?
          
          
          
          Dibaca dulu gess..
          Pelan-pelan, tarik napas..
          Simpang di daftar bacaan..
          Tungguin notifikasi update..
          Siapa tau suka :)
          
          https://www.wattpad.com/story/234309515-ending-choice